Kekerasan aparat militer terjadi di segala penjuru Indonesia..... Indonesia Darurat Agraria:Di hari yang sama ketika warga Temon berjuang mempertahankan tanahnya. Siang kemarin (12/04), kawan-kawan Bandung yang berjuang untuk Tamansari diculik oleh polisi. Beberapa kawan-kawan diseret, diinjak, dipukul, dan digebuk hingga berdarah. ㅤ Tidak hanya massa aksi yang menjadi korban kekerasan polisi. Wartawan yang meliput proses interogasi oleh polisi kameranya direbut, diancam, dan data liputan dihapus. Informasi selengkapnya ikuti kanal juang IG @tamansarimelawan. Ayo bergabung dalam barisan anti penggusuran. ㅤ https://www.facebook.com/jogja.dar.agraria/videos/599073420447829/
Jogja Darurat Agraria https://www.facebook.com/jogja.dar.agraria/videos/599073420447829/ OOOO, baru tahu ada senjata yang bisa dipakai untuk nyetrum orang. Kasat Sabhara Akui Anggotanya Setrum Faqih Helmi Saat Melakukan Orasi SERANG – Sebelumnya di beritakan dalam BU (13/04) mahasiswa yang tergabung dalam GEBER ( gerakan bela rakyat ) melalukan aksi unjuk rasa mengkritisi 11 bulan kepemimpinan WH – Andhika karna di anggap semua kebijakannya fiksi dan jauh dari janji kampanye dahulu.Dalam aksinya mahasiswa mencoba merangsek kedepan gedung gubernur dan pada saat itu salah satu masa aksi yang merupakan korlap ( faqih ) di setrum oleh apar kepolisian. saat dikonfirmasi Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasat Sabhara) Polres Serang Kota AKP Olan Banuaran mengakui bahwa yang melakukan penyetruman seorang demonstran yang sedang berorasi adalah benar anak buahnya dari satuan Sabhara Polres Serang Kota.“Yang memegang senjata listrik stun gun memang anggota saya. Saya juga ada di lokasi kaget mendengar setrum-setrum loh setrum apaan,” katanya melalui telpon selulernya, Jumat (13/04/2018).Diakatakan Olan, sudah tentu, pihaknya akan melakukan proses terhadap anggota tersebut, namun bukan atas tindakan penyetruman tapi kelalaian dalam bekerja.“Berkasnya sudah kami serahkan ke Propam Polres Serang Kota untuk selanjutnya diberikan tindakan atas kelalaiannya dalam bertugas,” ungkap Olan.Olanpun menerangkan, dalam mengamankan unjuk rasa (unras) sebetulnya, tidak diperbolehkan membawa senjata termasuk senjata listrik sekalipun.“Memang, disitu ada senjata listrik tapi saya pegang dan gak saya bawa karena dalam pengamanan unras tidak diperbolehkan membawa senjata kecuali alat pemukul mundur massa,” jelasnya.Diterangkan Olan, Bahkan membawa senjata listrik bagi Sabhara masa awal itu tidak diperkenankan termasuk senjata tajam, peluru hampa kecuali pasukan Brimob pemukul untuk memukul mundur massa.“Jadi bisa saya klarifikasi bahwa kejadian ini sebenarnya tidak disengaja, kepencet terus pendemo lewat jadi kenapa setrum. Kalau disengaja masa sih pahanya harusnya kan badannya,” terangnya.
