Menjelang Hari Kartini, Yogyakarta Bahas Peran Fatmawati SoekarnoReporter:  
Shinta Maharani (Kontributor)Editor:  Ninis ChairunnisaRabu, 18 April 2018 
09:55 WIB 
Presiden Sukarno didampingi Ibu Negara Fatmawati menghadiri KTT KAA pertama di 
Bandung, April 1955. Dok. Paul Tedjasurja

TEMPO.CO, Yogyakarta - Menjelang peringatan hari lahir Kartini pada 21 April, 
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta membahas peran 
Fatmawati Soekarno sebagai ibu negara Indonesia yang pertama.

Peran Fatmawati dibahas dalam forum bedah buku berjudul Fatmawati: Catatan 
Kecil Bersama Bung Karno di Balai Desa Trirenggo, Bantul pada Selasa, 17 April 
2018. Peserta bedah buku terbitan Yayasan Bung Karno dan Media Pressindo itu 
sebagian berasal dari komunitas ibu-ibu posyandu serta kader binaan anggota 
Komisi D DPRD dari Fraksi PDIP, Tustiyani. 

Baca: Rendang, Nasionalisme Ibu Negara Fatmawati Soekarno
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Monika Nur Latiyani mengatakan acara 
itu mengajak orang untuk gemar membaca di desa-desa. Dengan cara membaca buku 
itu, mereka akan lebih mengenal peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan 
bernegara. “Fatmawati berperan penting menggugah semangat nasionalisme,” kata 
Monika.

Bedah buku itu melibatkan sejumlah dosen, diantaranya Mikke Susanto dari 
Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Wahjudi Djaya dari Program Studi Kearsipan 
Sekolah Vokasi UGM, Eka Ningtyas dari Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas 
Negeri Yogyakarta dan hadir pula anggota Komisi D DPRD DIY Tustiyani.

Baca: Simak Kedekatan Puti Guntur Soekarno dengan Ibu Negara Fatmawati

Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah UNY, Eka Ningtyas mengatakan buku itu melihat 
sejarah Indonesia melalui sudut pandang Fatmawati. Selama ini, narasi sejarah 
kemerdekaan Indonesia kebanyakan didominasi laki-laki, di antaranya Soekarno.

Sebagai ibu negara, Fatmawati berkiprah dalam masa-masa genting perjuangan 
Indonesia. Ia bertemu dengan Soekarno pada masa pembuangannya di Bengkulu. 
Fatmawati waktu itu masih berumur 16 tahun.

Ketika menjadi isteri Soekarno, Fatmawati pindah ke Jakarta. Fatmawati 
mengisahkan bagaimana sulitnya proses perumusan kemerdekaan yang dilakukan 
Soekarno dan pemuda-pemuda Indonesia. “Fatmawati yang umurnya muda dan terpaut 
jauh dengan Soekarno punya kemampuan bersosialisasi yang tinggi dengan 
kawan-kawan Soekarno," kata Eka.


Kirim email ke