Nah, semakin kelihatan belangnya!!!! Buat apa sebenarnya pembagian sertifikat 
alias reforma agraria palsu Jokowi? Seperti analisa banyak ormas rakyat: guna 
memudahkan perampasan tanah rakyat!!! Apa kalau pinjam uang di bank, tidak ada 
rentenya?? Kok berdalih melindungi pemilik tanah dari rentenir.
Gandeng BPN, Pegadaian Akan Luncurkan Produk Gadai Tanah
Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan langkah ini dilakukan untuk 
memonetisasi dan memperluas akses keuangan masyarakat.
PT Pegadaian (Persero) sedang menyiapkan produk baru bagi masyarakat yang ingin 
meminjam dana dengan menggadaikan sertifikat tanahnya. Badan Usaha Milik Negara 
(BUMN) ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agraria dan 
Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN).Nota kesepahaman ini akan 
memberi payung hukum bagi Pegadaian untuk memanfaatkan program sertifikasi 
lahan pemerintah. Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan langkah ini 
dilakukan untuk memonetisasi dan memperluas akses keuangan masyarakat.Tahun ini 
Pegadaian menargetkan bisa meraup pendapatan hingga Rp 145 triliun. Target ini 
lebih tinggi 16 persen dari perolehan omset tahun lalu sebesar Rp 125 triliun. 
Salah satu upaya untuk mengejar target tahun ini adalah dengan memperluas 
produk seperti gadai sertifikat tanah."Saya melihat masih ada potensi aset 
idleyang belum dimonetisasi," kata Sunarso usai penandatanganan MoU di 
Kementerian ATR, Jakarta, Rabu (17/4). (Baca: Jokowi Minta Perbankan Lebih 
Perhatikan Usaha Kecil)Pegadaian akan menyasar nasabah mikro seperti petani 
yang memiliki sawah tapi tidak memiliki agunan bersifat gadai agar dapat 
mengakses pembiayaan. Fasilitas ini dapat diberikan kepada pemilik sertifikat 
tanah, kebun, dan sawah yang produktif. Nominal pinjaman bisa mencapai Rp 10 
juta hingga Rp 15 juta, sesuai dengan kebutuhan modal usaha petani per hektare 
lahan.
Sistem gadai yang diperkenalkan Pegadaian ini akan menggunakan konsep gadai 
syariah dengan Aqad Qardh Rahn. Tenor pinjaman berkisar 3 - 5 tahun dengan 
platform pinjaman maksimal Rp 250 juta. Direktur Produk Pegadaian Harianto 
Widodo mengatakan pinjaman ini diberikan berdasarkan keperluan nasabah, bukan 
perhitungan nilai tanahnya."Jadi misalnya yang digadai 5 hektare, tapi mereka 
hanya memerlukan Rp 100 juta untuk usaha, yang kami pinjamkan segitu," kata 
dia. (Baca: Bali Akan Jadi Provinsi Pertama yang 100% Tanahnya 
Bersetifikat)Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil berharap produk baru 
Pegadaian ini dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Selain itu 
dirinya menginginkan adanya fasilitas ini dapat menghindarkan masyarakat dari 
pinjaman rentenir. "Maka (sertifikat) bisa dipakai secara kolateral agar tidak 
dibawa masyarakat ke rentenir," kata Sofyan.

Kirim email ke