Jokowi bangga Indonesia anggota G20. Sudah "sejajar" dengan negara-negara 
anggota G20, kok nggak mampu merampungkan proyeknya sendiri??? Ngemis sama 
Asing lagi!!!!Ini presiden atau tukang gadai dan jual negeri???? Jangan sok 
gede lah!! Ooo, tapi jangan lupa para menterinya sudah dapat pujian!!! Soalnya 
pujian datang dari mana???Pembebasan lahan kembali menjadi salah satu soal....
Kamis, 19 April 2018 15:28 WITA
Pusat Angkat Tangan, Kereta Api Trans Sulawesi Diserahkan ke Asing
Penulis: Azwar BasirEditor: Aswad SyamSejumlah pekerja membangun rel kereta api 
Trans Sulawesi di Barru.RAKYATKU.COM, MAKASSAR  - Salah satu megaproyek di 
Sulsel, kereta api Trans Sulawesi, kini akan diserahkan kepada pihak asing 
untuk dilanjutkan pembangunannya.Pasalnya, pemerintah tidak mampu lagi 
membiayai pembangunan kereta api Trans Sulawesi tersebut. Pemerintah pusat 
hanya mampu membiayai proyek kereta api tersebut hingga 2018 dengan 
penyelesaian 44 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp3 triliun.Untuk 2018 saja, 
pemerintah menganggarkan Rp1,3 triliun. Anggaran ini terbagi untuk segmen 
Barru-Palanro sebanyak Rp681 miliar (lanjutan pekerjaan tahun 2017), sedangkan 
untuk segmen Barru-Maros Rp583 miliar.Anggaran Rp1,3 triliun tersebut merupakan 
anggaran yang terakhir dikucurkan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, saat ini 
pemerintah membuka lelang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha 
(KPBU)."Kereta api Trans Sulawesi akan selesai 44 kilometer, dan saat ini kita 
sedang melakukan lelang KPBU itu dimungkinkan untuk investor yang bukan 
pengusaha Indonesia atau asing," ujar Menhub, Budi Karya.Seteleh ada pemenang 
lelang KPBU, Budi Karya berharap investor asing tersebut dapat bekerja sama 
dengan perusahaan lokal, untuk sama-sama membangun proyek kereta api Trans 
Sulawesi tersebut."Tapi saya sarankan untuk kerjasama dengan perusahaan lokal 
dan ini bisa mendatangkan suatu manfaat bagi masyarakat. Sudah ada 16 investor 
asing yang sudah mendaftar," tutupnya. Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen 
(PPK) Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Imam Azikin Wijayanto 
mengatakan, Oktober mendatang kereta api siap beroperasi sejauh 44 kilometer 
dari Barru-Palanro. Hanya saja saat ini, kereta yang bakal beroperasi masih 
untuk jenis kereta inspeksi, dan belum dikomersilkan untuk masyarakat 
umum.Untuk keperluan operasional secara komersial, kata dia, masih akan 
menunggu penunjukan operator kereta oleh pemerintah. Pihaknya pun masih 
sementara menggodok untuk menunjuk operator yang dikerjasamakan antara 
pemerintah dengan badan usaha tertentu.Untuk kendala saat ini, kata dia, 
pihaknya masih fokus untuk penyelesaian pembebasan lahan di pekuburan. Namun, 
ia mengaku sudah membangun komunikasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan 
masalah ini."Kami sudah lakukan komunikasi dengan instansi terkait dengan para 
ahli waris. Kendalanya ada beberapa keberatan dengan ahli waris saja, tetapi 
pasti bisa selesai. Kalau anggaran (pemebabasan lahan) sudah siap," tutupnya.

Kirim email ke