Apa alasan saya untuk keberatan dengan Luis Milla? Toh dia sendiri punya kebutuhan untuk berbahasa Indonesia,
untuk memperlancar komunikasinya dengan sekitar. Jangankan atlet dan pelatih asing yang dikontrak untuk satu-dua musim, atlet yang datang mengikuti suatu kejuaraan juga ada yang tertarik untuk mengenal kata-kata dalam bahasa Indonesia. Karena Anda mempersoalkan orang yang berbahasa Mandarin, jadi ya saya kasih tau beberapa tahun lalu ada atlet paralayang RRC yang baru pertamakali ke Indonesia dan hanya tinggal 2 pekan selama kejuaraan sudah bisa mengucap beberapa kata, terutama kata "indah" untuk mengungkap ketakjubannya pada arena kejuaraan di Puncak. Belum lagi atlet & pelatih asing yang bolak-balik ikut kejuaraan di Indonesia seperti atlet bulutangkis, maraton, sepeda touring, layar, selam dsb. Semua itu contoh bahwa belajar bahasa Indonesia itu mudah bagi pekerja olahraga, pekerja seni, orang asing. Itu juga yang terjadi ketika atlet, seniman, orang Indonesia ke negara lain. Belajar kenal, pun di negara yang bahasanya terbilang rumit. Hal yang normal dalam pergaulan manusia. Anda saja yang menganggap orang yang berbahasa Mandarin sulit mempelajari bahasa asing. --- jonathangoeij@... wrote : Melihat berita ini kelihatannya Luis Milla ini biarpun sekarang bisa sedikit2 bhs Indonesia ala kadarnya dan senang belajar tetapi awalnya tidak bisa berbahasa Indonesia, bahkan saat inipun masih mengandalkan penerjemah. Terkesan anda tidak keberatan adanya tenaga ahli Luis Milla ini yg berbahasa Sepanyol. Cuman kenapa kok tenaga ahli berbahasa Mandarin menjadi persoalan? --- ajegilelu@... wrote : Berbahasa Indonesia itu mudah dan menyenangkan. Itu kesan yang saya dapat dari sejumlah atlet dan pelatih asing yang ikut liga berbagai cabang olahraga di Indonesia. Menurut mereka, mudah karena bahasa Indonesia tidak membutuhkan grammar dan ejaannya sesuai dengan lambang bunyi. Juga menyenangkan karena bisa mendapat keramahan ekstra dari orang Indonesia yang pada dasarnya memang ramah dan sangat membantu kegiatan sehari-hari seperti saat berbelanja di pasar diberi harga lebih murah, haha... Selain itu, bekerja di Indonesia memberi mereka pengalaman dan kesempatan mengenal bahasa dan budaya daerah di mana klubnya bermarkas. Berikut, tentang pelatih tim nasional sepakbola Indonesia, yang pada awalnya berkomunikasi dengan para pemain dengan "bahasa kalbu", tidak penting kata dan tatabahasanya selama ucapan bisa komunikatif, nyambung maksud. Sekarang Luis Milla sudah punya kamus Spanyol-Indonesia begitu juga para pemain dibekali PSSI dengan kamus Indonesia-Spanyol. Beres. Semangat, Coach! . Tekun Belajar, Luis Milla Mulai Lancar Berbahasa Indonesia (Foto: Bolalob) GERRY PUTRA 16/11/17 – 17:30 Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla terus melatih bahasa Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu mengasah kemampuannya agar bisa berkomunikasi dengan baik kepada para pemain timnas. Unggahan PSSI dalam akun media sosialnya memperlihatkan bagaimana Luis Milla mempelajari bahasa Indonesia dasar. "Luis Milla semakin giat mempelajari Bahasa Indonesia untuk mempermudah komunikasi dengan pemain. Tampak coach Milla sedang memegang kamus kecil Bahasa-English-Spanish (BES). Semangat, Coach!" bunyi caption foto Luis Milla yang diunggah dalam Instagram resmi PSSI. Semangatnya Luis Milla mempelajari bahasa Indonesia juga diakui oleh bek Timnas Indonesia U-23, Bagas Adi Nugroho. “Bahasa Indonesia Luis Milla sudah mulai lancar. Semoga hasil belajarnya berjalan dengan baik,” ujar bek Arema FC itu. Saat ini Luis Milla banyak mengandalkan penerjemah timnas, Bayu Eka Sari untuk berkomunikasi dengan pemain atau pun awak media. Namun, pelatih yang juga mantan pemain Real Madrid itu kerap memasukan sedikit bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan tim dan media.
