Pendapat Ark Wensi, Papua, dalam soal TKA
Kemarin Tenaga Kerja Asing, sekarang Dosen Asing. Besok-besok dokter dan 
mantri, guru juga asing. He he.he. Konsekwensi dari ratifikasi mekanisme 
Regional ASEAN, ASEAN +3 dll. adalah membuka diri terhadap arus barang, jasa 
dan manusia.Free Market Competition. So what we have to do....??? Pikirku 
transfer of knowledge is important tapi lebih penting memberdayakan SDM dalam 
Negeri dengan fasilitas, dana yang cukup dan tingkatkan jam terbang melalui 
magang.Golbalisation is real now. Barang dari negara lain, jasa dari negara 
lain kini ada di depan rumah kita. Bahkan manusia dari negara lain jadi bagian 
dari team kerja kita. So fight for survive. Slogan globalisasi dunia tanpa 
batas atau kampung global. Global village.Diawal Tahun 2009 saya pelajari 
teori-teori globalisasi, karangan Keni Chi Omahe dll. Saya mengasumsikan itu 
jauh, tahun 2010 saya mulai mengerti masuknya kain sutra dari India dan Cina di 
Jogja, industri tekstil lokal perlahan gulung tikar, 2011-2017 kompetisi 
semakin nyata.Sekarang makin rill. Hanya ada dua kenyatan/ realitas yang 
dihasilkan dari persaingan yaitu mereka yang memenangkan pertarungan atau yang 
kalah disebut orang-orang di persimpangan jalan.Konsekwensi ASEAN China Free 
Tread Area konsekwensinya produk murah cina banjir seperti Tsunami di 
Indonesia, bangsa pasar dan konsumen produktif bagi produk asing. Hegemoni atau 
dominasi ide dan materi kata Gramsci bukan teori dan hayalan belaka. Sudah 
nyata.Sioooo ulasan sedikit ini mengetuk untuk kembali membaca Papua dalam kaca 
mata ekonomi politik global, geo politik kawasan, perdagangan internasional. 
Apel Washington sudah masuk Papua. Mtb. Lalu kami dimana...?? Kami sibuk baku 
kasih jatuh, sibuk bakalai.Free Trade or Fair Trade....??? Membaca dan pelajari 
dsiplin ilmu Hubungan Internasional masih relefan untuk menjelaskan realitas 
global yang berdampak regional, nasional dan lokalitas hari ini.

Kirim email ke