*Kalau dosen dari Arab Saudi pasti mudah mengajar, karena bahasa yang dipakai ialah bahasa Arab, bahasa yang tidak asing dan dimengerti oleh maoritas mahasiswa NKRI misalnya saja sudah mengerti apa arti asalam alaikum wabarakatu dsbnya. Bila kesulitan bisa pakai penterjemah dari MUI. hehehehehehehehehehe*
2018-04-21 12:23 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > Untuk bisa merekrut dosen yang berkualitas, selain faktor gaji juga harus > dipertimbangkan faktor pengembangan untuk dosen tsb. yang mungkin menjadi > faktor yang lebih menentukan. Misalnya apakah dosen tsb bisa meneruskan dan > mengembangkan risetnya yang mungkin memerlukan laboratorium yang biayanya > lebih besar daripada APBD. Apakah dosen asing tsb bisa melakukan kolaborasi > riset dengan dosen lokal sesuai dengan bidangnya dst dst. > > Yang lebih masuk akal mungkin merekrut satu dosen sangat berkualitas dan > berpengalaman, bukan untuk mengajar, tetapi untuk ditempatkan sebagai > kepala fakultas atau kepala jurusan, dan ditugaskan untuk mengembangkan > fakultas atau jurusan tersebut seperti kurikulum, fasilitas, networking dgn > universitas lain di luar negeri untuk kolaborasi dll. > > Kalau hanya sekedar untuk mengajar, rasanya mahasiswa lokal yang memiliki > cukup motivasi bisa melakukannya dengan mengikuti kuliah melalui internet > yang ditawarkan oleh universitas ternama seperti MIT, Harvard, dll secara > online dan gratis. Mahasiswa berprestasi biasanya bisa belajar sendiri > tanpa perlu diajarkan oleh dosen di papan tulis. > > > > > > ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : > > > Ngomong sejujurnya saja, dengan gaji dibawah lha apa mungkin bisa dapat > dosen berkwalitas tinggi dan berpengalaman? > Untuk yg cuman lulusan BS/BA saja gaji dibawah juga cuman entry level > alias baru lulus. Sedang dosen tentu sebaiknya punya doctoral degree, > kalaupun mau ngajar di Indonesia juga kebanyakan adventurer iseng cari > pengalaman. > > Kriteria "memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 kampus > top dunia" itu akan sangat sukar tercapai. > > > kutipan: > Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, para dosen > tersebut akan menerima gaji antara 3.000 hingga 5.000 USD atau setara Rp39 > juta-Rp65 juta (kurs Rp13.000) > ... > Ia optimistik para dosen asing mau mengajar di Indonesia. Sementara > kualifikasi dosen asing yang akan mengajar di Tanah Air tentu harus > familiar dan memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 kampus > top dunia > > > ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote : > > Selamat datang!!! Siapa tahu bisa meningkatkan mentalitas orang Indonesia > yang terus tenggelam dalam penjajahan!!! Mengajar di Indonesia, Dosen > Asing Akan Digaji Rp65 Juta > Susi Fatimah, Jurnalis *ยท* Kamis 19 April 2018 17:03 WIB > > [image: https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 19 65 1888880 > mengajar-di-indonesia-dosen-asing-akan-digaji-rp65-juta-sUMSSsU6JX.jpg] > JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan > Tinggi (Kemristekdikti) akan mendatangkan 200 dosen asing ke Indonesia > untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan tinggi di Tanah Air. > Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, para dosen > tersebut akan menerima gaji antara 3.000 hingga 5.000 USD atau setara Rp39 > juta-Rp65 juta (kurs Rp13.000). > > "Nanti akomodasi kami siapkan juga. Surat perizinan seperti dan lain-lain > juga mengikuti," tutur Ghufron di Jakarta, Kamis (19/4/2018). > Menurutnya, nominal gaji tersebut sudah sesuai dengan standar yang ada. Ia > yakin hal tersebut tidak akan menimbulkan kecemburuan dengan dosen-dosen di > Tanah Air. > "Angka segitu sudah umum ya," tuturnya. > Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menuturkan, pada tahun 2017, sebanyak > 84 dosen sudah mengajar di Indonesia. Mayoritas mereka tertarik mengajar > dan melakukan penelitian di Indonesia karena sumber daya alam Indonesia > yang kaya. > "Banyak hal-hal baru yang bisa mereka ekplore untuk penelitian dan banyak > potensi juga yang ingin diteliti. Misalnya di luar negeri sana tidak ada > Malaria, di Indonesia ada bahkan hingga menyebabkan banyak jatuh korban dan > lain-lain," paparnya. > Ia optimistik para dosen asing mau mengajar di Indonesia. Sementara > kualifikasi dosen asing yang akan mengajar di Tanah Air tentu harus > familiar dan memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 kampus > top dunia. > "Tugas mereka adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan membangun iklim > akademik penelitian di Indonesia tumbuh sebab penulisan publikasi ilmiah > kita masih rendah. Diharapkan para dosen asing tersebut dapat membantu," > tuturnya. > (sus) > > - TAG : > - kemristekdikti <https://www.okezone.com/tag/kemristekdikti> > - pendidikan tinggi <https://www.okezone.com/tag/pendidikan-tinggi> > - Dosen Asing <https://www.okezone.com/tag/dosen-asing> > > > >
