Suatu pemikiran yang bagus, dengan menawarkan gaji yang memadai setidaknya 
bersaing bisa didapat kepala2 fakultas/jurusan yang baik/berkualitas untuk 
membenahi/mengembangkan jurusan itu. 
Sementara untuk dosen biasa bisa menggunakan orang Indonesia sendiri yang 
lulusan universitas2 terkemuka itu, gaji berkisar antara $3-5 ribu sebulan itu 
rasanya cukup attractive untuk menarik pulang ke Indonesia, para pelajar 
Indonesia yg bisa masuk ke univ terkemuka biasanya cukup cemerlang, sehingga 
selain dapat tenaga pengajar yang baik juga mencegah brain drain.

    On Saturday, April 21, 2018, 3:31:19 AM PDT, [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
 
Untuk bisa merekrut dosen yang berkualitas, selain faktor gaji juga harus 
dipertimbangkan faktor pengembangan untuk dosen tsb. yang mungkin menjadi 
faktor yang lebih menentukan. Misalnya apakah dosen tsb bisa meneruskan dan 
mengembangkan risetnya yang mungkin memerlukan laboratorium yang biayanya lebih 
besar daripada APBD. Apakah dosen asing tsb bisa melakukan kolaborasi riset 
dengan dosen lokal sesuai dengan bidangnya dst dst.
Yang lebih masuk akal mungkin merekrut satu dosen sangat berkualitas dan 
berpengalaman, bukan untuk mengajar, tetapi untuk ditempatkan sebagai kepala 
fakultas atau kepala jurusan, dan ditugaskan untuk mengembangkan fakultas atau 
jurusan tersebut seperti kurikulum, fasilitas, networking dgn universitas lain 
di luar negeri untuk kolaborasi dll.
Kalau hanya sekedar untuk mengajar, rasanya mahasiswa lokal yang memiliki cukup 
motivasi bisa melakukannya dengan mengikuti kuliah melalui internet yang 
ditawarkan oleh universitas ternama seperti MIT, Harvard, dll secara online dan 
gratis. Mahasiswa berprestasi biasanya bisa belajar sendiri tanpa perlu 
diajarkan oleh dosen di papan tulis.




---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :

 Ngomong sejujurnya saja, dengan gaji dibawah lha apa mungkin bisa dapat dosen 
berkwalitas tinggi dan berpengalaman?
Untuk yg cuman lulusan BS/BA saja gaji dibawah juga cuman entry level alias 
baru lulus. Sedang dosen tentu sebaiknya punya doctoral degree, kalaupun mau 
ngajar di Indonesia juga kebanyakan adventurer iseng cari pengalaman.
Kriteria "memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 kampus top 
dunia" itu akan sangat sukar tercapai.

kutipan:
Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, para dosen 
tersebut akan menerima gaji antara 3.000 hingga 5.000 USD atau setara Rp39 
juta-Rp65 juta (kurs Rp13.000)
....Ia optimistik para dosen asing mau mengajar di Indonesia. Sementara 
kualifikasi dosen asing yang akan mengajar di Tanah Air tentu harus familiar 
dan memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 kampus top dunia


---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :


Selamat datang!!! Siapa tahu bisa meningkatkan mentalitas orang Indonesia yang 
terus tenggelam dalam penjajahan!!! 

Mengajar di Indonesia, Dosen Asing Akan Digaji Rp65 Juta
Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 17:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 
(Kemristekdikti) akan mendatangkan 200 dosen asing ke Indonesia untuk 
meningkatkan kualitas mutu pendidikan tinggi di Tanah Air.Dirjen Sumber Daya 
Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, para dosen tersebut akan menerima 
gaji antara 3.000 hingga 5.000 USD atau setara Rp39 juta-Rp65 juta (kurs 
Rp13.000).
"Nanti akomodasi kami siapkan juga. Surat perizinan seperti dan lain-lain juga 
mengikuti," tutur Ghufron di Jakarta, Kamis (19/4/2018).Menurutnya, nominal 
gaji tersebut sudah sesuai dengan standar yang ada. Ia yakin hal tersebut tidak 
akan menimbulkan kecemburuan dengan dosen-dosen di Tanah Air."Angka segitu 
sudah umum ya," tuturnya.Mantan Wakil Menteri Kesehatan itu menuturkan, pada 
tahun 2017, sebanyak 84 dosen sudah mengajar di Indonesia. Mayoritas mereka 
tertarik mengajar dan melakukan penelitian di Indonesia karena sumber daya alam 
Indonesia yang kaya."Banyak hal-hal baru yang bisa mereka ekplore untuk 
penelitian dan banyak potensi juga yang ingin diteliti. Misalnya di luar negeri 
sana tidak ada Malaria, di Indonesia ada bahkan hingga menyebabkan banyak jatuh 
korban dan lain-lain," paparnya.Ia optimistik para dosen asing mau mengajar di 
Indonesia. Sementara kualifikasi dosen asing yang akan mengajar di Tanah Air 
tentu harus familiar dan memiliki karya publikasi ilmiah serta berasal dari 100 
kampus top dunia."Tugas mereka adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan 
membangun iklim akademik penelitian di Indonesia tumbuh sebab penulisan 
publikasi ilmiah kita masih rendah. Diharapkan para dosen asing tersebut dapat 
membantu," tuturnya.(sus)   
   - TAG :
   - kemristekdikti
   - pendidikan tinggi
   - Dosen Asing

    

Kirim email ke