Hok Lay Kiong, Klenteng Perjuangan Buruh Tionghoa 
https://www.medcom.id/properti/news-properti/4baoXl2K-hok-lay-kiong-klenteng-perjuangan-buruh-tionghoa
 

 Antonio • 21 April 2018 09:26 WIB

 

 
 Altar utama klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi. medcom.id/Antonio
 

 

 Bekasi:Di Kota Bekasi ada satu kelenteng saksi sejarah. Hok Lay Kiong namanya.

 

 Hok Lay Kiong yberarti Istana yang mendatangkan rezeki. Klenteng di Jl Mayor 
Oking, Margahayu, Bekasi Timur ini diperkirakan sudah berdiri tidak lama 
setelah meletusnya pemberontakan buruh yang berujung tragedi pembantaian 
terhadap etnis Tionghoa oleh kongsi datang Belanda di Hindia Timur alias VOC 
(Vereenigde Oostindische Compagnie) pada 1700-an.

 

 "Para buruh mundur hingga ke Bekasi, Cikarang, Karawang dan sekitarnya. Mereka 
memilih tetap tinggal di sana, tidak kembali ke Batavia," ujar Ketua Yayasan 
Klenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan memulai pembicaraan, Kamis 19 April 2018.



Sama seperti nenek moyangnya saat datang ke Nusantara bersama ekspedisi 
Laksmana Ceng Ho, bangunan pertama yang didirikan di tempat baru adalah 
klenteng. Pada masa itu klenteng bukan hanya rumah ibadah, tapi juga rumah 
singgah dan penampungan sementara para pengungsi.

“Terbukti adanya kelenteng di Cikarang dan Karawang yang seusia ini (Hok Lay 
Kiong),” ujar Ronny.

Kelenteng Hok Lay Kiong telah beberapa kali direnovasi karena usianya. Tetapi 
fasadnya relatif tidak berubah. Demikian juga ornamen, lampu dan altarnya tidak 
diubah demi mempertahankan unsur sejarah bangunan tersebut tetap dipertahankan.



Di pintu gerbang, terdapat papan bertulis Hok Lay Kiong di bagian atas pagar. 
Selepas itu, ada altar utama yang menjadi pusat kegiatan ibadah. Di 
sekelilingnya ada ruang-ruang altar yang lebih kecil luasnya.

Tembok di ruang tengah penuh dengan lukisan dan ukiran di tembok. Lanjut ke 
belakang, kita akan bertemu dengan tangga untuk menuju altar di lantai dua.

 



(LHE)

 

Kirim email ke