Bung Chan,
Waktu di Shanghai, yang beri assistentie dorong saya di kursi roda, ke lift,
tidak bisa buka liftnya. Terus dia telpon. Tetapi dia tidak bisa
menjelaskan.
Jadi akhirnya dia tik penjelasannya dalam tulisan mandarin, dan saya baca
terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Ternyata lift itu hanya dibuka seperempat jam sebelum boarding untuk turun
kebawah, dan kemudian penumpang diangkut dengan bus ke pesawat terbang.
Penumpang2 yang tidak mengalami kesul;itan jalan, pakai elevator turun ke
bawah.
Jadi memang untuk instruksi pendek2, orang tidak perlu bisa berbahasa
setempat, juga tidak perlu pakai penterjemah, bisa pakai HP. Kalau masih
tidak jelas, bisa ditulis dengan kalimat lain, hingga terjemahannya cocok,
paling mendekati dengan yang dimaksud.
Salam,
KH

2018-04-23 3:30 GMT+02:00 Chan CT <[email protected]>:

> BETUUUL, bung Djie, ... Maksud saya juga begitu! Bisa saja pengusaha Tk
> menghendaki datangkan tenaga ahli dan buruh berpengalaman nya lebih banyak
> untuk mengejar proyek yang dikerjakan sampai produksi bisa berjalan lancar,
> ...! Dan nampaknya di Indonesia pengusaha Tk. itu terbentur oleh kelambanan
> kerja dan berbelitnya ketentuan yang harus diikuti, makanya Jokowi ambil
> keputusan mempermudah bahkan mencabut ketentuan wajib menguasai bhs.
> Indonesia bagi TKA! Kalau tidak begitu banyak investasi modal-asing,
> khususnya modal dr Tiongkok akan terhambat!
>
> Tentu saya juga tidak menyangkal ada saja pengusaha Tk. yang NAKAL, saya
> dengar gunakan warga Tk. yang liar berada di Indonesia, ... dan
> dipekerjakan sebagai buruh Tk. yang VISA passport nya juga kedaluarsa!
> Jadi, bukan buruh yang sengaja dibawa masuk pengusaha itu! Adanya kasus
> khusus macam begini, ya di *TINDAK TEGAS* saja sesuai *HUKUM* yang
> berlaku! Buruh asing yang bekerja tanpa ijin dideportasi, pengusaha yang
> gunakan didenda seberat-beratnya, biar KAPOK! Masih juga gak kapok, boleh
> saja denda diperberat berkali-lipat untuk kedua kalinya tertangkap
> buruh-asing bekerja TANPA IJIN yang sah! Tapi, jangan digunakan utk
> mengekspos begitulah yang terjadi dan dilakukan pengusaha Tk, ... lalu
> diperbesar menjadi buruh Tiongkok TELAH membanjiri Indonesia dan mengancam
> mata-pencaharian buruh Indonesia! Dan dengan perbaiki kerja pemerintah
> dalam mengeluarkan ijin kerja bagi TKA dan melakukan pengawasan
> sebaik-baiknya, ... Begitu kalau mau membawa maju perputaran ekonomi
> nasional lebih baik!
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* kh djie
> *Sent:* Monday, April 23, 2018 1:20 AM
> *To:* Chan CT
> *Cc:* Gelora45 ; Tatiana
> *Subject:* Re: [GELORA45] Gaji buruh pembuat sepatu di Tiongkok dan
> Indonesia
>
> Bung Chan,
> Bisa saja terjadi contractor dari Tiongkok untuk turn key project
> datangkan tenagan ahli dan terampil dari Tiongkok karena kalau project
> terlambat selesainya,
> , tiap harinya kena denda besar sekali. Contractor bisa rugi besar.
> Ada peraturan, tiap satu TKA harus ada satu dari Indonesia sebagai
> pendampingnya. Jadi dengan begini, diharapkan ada alih teknologi,
> setidak-tidaknya alih ketrampilan. Kalau proyeknya joint venture dengan
> pemerintah, pengalihan teknologi dan ketrampilan bisa dilakukan lebih
> effektif, dengan campur tangannya BUMN
> yang akan melakukan seleksi kecakapan calon pekerja. Kalau orang tidak
> tahu apa2, sukar sekali dan lambat sekali untuk ikuti kecepatan membangun
> pabrik.
> Lain dengan mendidik satu operator oleh satu orang berpengalaman yang
> terus menerus mendampinginya dalam seminggu, yang hanya focus melayani satu
> mesin.
> Itu pengalaman nyata di pabrik. Satu tenaga baru, hari pertama hanya
> bantu2 operator berpengalaman, yang menjelaskan dia cara kerjanya. Hari
> kedua, operator baru sudah harus mulai kerja sambil dibantu operator lama..
> hari ketiga dicoba kerja sendiri, sambil diawasi dan dikoreksi. Hari
> keempat, kepala regu lihat sendiri cara kerjanya, sambil lebih dijelaskan,
> jalannya proses. Hari kelima, sudah harus betul, baik kerjanya, meskipun
> kecepatannya masih kalah dengan yang sudah berpengalaman.
> Seperti yang diceritakan bung Lin, Mitsui hampir2 rugi besar karena turn
> key project akan terlambat selesainya. Jadi erpaksa pakai TKA.
> Pakai TKA itu lebih mahal per harinya, tetapi dia sudah tahu apa yang
> harus dikerjakan, karena pernah ber-ulang2 mengerjakan pekerjaan yang
> hampir sama.
> Jadi jatuhnya per bagian pekerjaan akan lebih murah.
> Dulu real estate Indonesia pakai banyak onderannemer asing, yang datang
> dengann alat2 canggih. Sekarang ada beberapa onderannemer dari Indonsia
> yang memiliki alat2 canggih dan menguasai tekniknya.
> Real estate Indonesia yang bangun real estate di Tiongkok, banyak yang
> pakai onderannemer dari Scotland. Lalu pakai penterjemah Inggris-mandarin
> dari Malaysia
> supaya insruksi dari orang Scot ini bisa dipahami tukang2 dari Tiongkok.
> Ketrampilan tukang2 dari Tiongkok dan indonesia yang bekerja tetap di real
> estate luar biasa baik, dengan pengalaman bertahun-tahun.
> Salam,
> KH
>
> 2018-04-22 17:08 GMT+02:00 Chan CT <[email protected]>:
>
>> Baguuuus, bung Djie. Satu masukan yang gaji buruh Tiongkok dan Indonesia
>> yang realis, ... beberapa tahun terakhir ini. Dimana tingkat kehidupan
>> buruh Tiongkok sudah jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia. Nenek dalam
>> tempurung itu, masih saja bertahan dimasa tahun 60-70-an, ... Tidak berani
>> melihat sejak tahun 2008, dimana titik-berat tugas PKT meningkatkan
>> kesejahteraan tani didesa-desa, dan kebetulan krismon menerjang yang
>> akibatkan puluhan ribu perusahaan gulung-tikar, jutaan buruh seketika jatuh
>> jadi penganggur! Justru saat itu desa-desa sudah mulai bergerak dan
>> berhasil menyedot keembali buruh-buruh kembali kekampung halaman, ...
>> ahli-ahli ekonomi barat yang meramalkan gelembung sabun ekonomi Tiongkok
>> mulai meledak akan menghancurkan ekonomi Tiongkok itu bersorak-ria
>> kesenangan, termasuk nenek kita yang satu ini! Tapi, ternyat kecelee! RRT
>> bukan  roboh, tapi tetap maju dengan kecepatan terbaik didunia, sekalipun
>> sedikit turun! Hehehehee, ...
>>
>> Kalau saja gaji buruh Tiongkok jelas lebih tinggi, bagaimana mungkin
>> pengusaha Tk yang investasi di Indonesia bisa memboyong buruh Tk sendiri
>> utk bekerja di Indonesia dan merebut mata pencaharian buruh lokal??? Yang
>> terjadi sebaliknya, buruh Indonesia yang lebih banyak bekerja di Tiongkok
>> dan itu juga KENYATAAN yang terjadi. Atau pengusaha-asing bahkan juga
>> sementara pengusaha Tk., juga merasa biaya produksi di pesisir Tiongkok
>> sudah terlalu tinggi, harus hijrah keluar ke barat-laut, dipedalaman
>> Tiongkok atau ke Asia-tenggara, termasuk Indonesia, untuk bisa mendapatkan
>> keuntungan lebih besar.
>>
>> Yang PASTI 10 tahun terakhir ini, gaji buruh di Tiongkok sudah jauh lebih
>> tinggi dari di Indonesia! *Buruh Pabrik di China: Saya Gajian Rp 6.6
>> Juta! *Begitu kata Ara, Pelajar Indonesia yang menyambi sebagai buruh
>> pabrik saat masa liburan semester, mengaku telah bekerja pada sebuah pabrik
>> di Kota Xiamen, Fujian China. ( https://finance.detik.com/beri
>> ta-ekonomi-bisnis/d-3416714/gaji-pekerja-di-china-apakah-
>> lebih-kecil-dari-ri ) Kalau saja masih ada yang berani bilang buruh di
>> Tk lebih murah dari buruh Indonesia, itu PASTI hanya PENIPUAN agar buruh
>> Indonesia mau menerima dan PUAS dengan gaji MURAH saja!
>>
>> Seringkali saya TIDAK BISA mengerti mengapa nenek dalam tempurung itu,
>> sampai sekarang ini masih saja berani mengatakan TKW Indonesia yang bekerja
>> di HK digaji lebih MURAH dari TKW lainnya! Itukan terjadi jauh diawal tahun
>> 90-an, boleh dikatakan hanya terjadi pada sebagian kecil pekerja dari
>> Indonesia yang menerima gaji rendah dari ketentuan pemerintah HK! Saya
>> YAKIN, sudah TIDAK BISA terjadi lagi sekarang ini! Pada umumnya yang
>> terjadi sampai sekarang ini, seperti yang dibilang TKW itu mendapatkan
>> underpayment. Karena untuk bisa bekerja di HK, TKW dari deesa-desa lebih
>> dahulu ditampung agen menerima pendidikan/latihan pekerjaan rumah-tangga,
>> dari masak, merawat anak, bayi dan orang tua selama 3 bulanan dan untuk
>> keluarkan passport, visa kerja. Dan semua pengeluaran biaya itu ditanggung
>> oleh agen yang HARUS dibayar dengan angsuran gaji mereka di HK selama
>> sedikitnya 8 bulan! Nah, selama 8-10 bulan pertama itulah TKW Indonesia
>> hanya merima gaji sekitar 60% saja! Untuk bayar HUTANG pada agen! Satu saat
>> diskusi masalah underpayment yang terjadi di konsulat, ... pernah saya
>> ajukan, kenapa TKW dikatakan sebagai “Pahlawan Devisa” RI, tapi pemerintah
>> TIDAK mau keluarkan passport+VISA kerja dengan gratis bagi TKW itu? Jadi
>> memperkecil HUTANG mereka pada agen. Ternyata, dari beberapa agen
>> mengatakan pengeluaran untuk passport dan visa-kerja saja dibutuhkan
>> sekitar 8 ribu HK dollar! Mahal banget, hampir 2 bulan gaji mereka di HK!
>> Kalau pemerintah bisa menggratiskan, berarti hutang mereka pada agen cuma
>> sekitar 2 ribu dollar saja! Tapi, yaaah, ... pemerintah berpikir lain!
>> Masih saja menjadikan TKW sb sapi perah yang nyaman untuk diperaah.
>> Apaboleh buat, ... berlakulah HUTANG pd agen yang membuat TKW itu tidak
>> berani berteriak kalau mendapatkan perlakuan tidak baik bahkan dianiaya
>> secara tidak manusiawi oleh majikan edan bahkan biadab! Kasihaaan, ...
>> apalagi yang bertugas di Arab sana, ditanah suci idaman kebanyakan dari
>> mereka.
>>
>> Salam,
>> ChanCT
>>
>>
>> *From:* kh djie [email protected] [GELORA45]
>> *Sent:* Sunday, April 22, 2018 12:23 PM
>> *To:* Gelora45
>> *Subject:* [GELORA45] Gaji buruh pembuat sepatu di TRiongkok dan
>> Indonesia
>>
>>
>> Bung Chan,
>> Gaji buruh pabrik sepatu di Tiongkok 1.67 dollar per jam.
>> https://www.nbcnews.com/news/world/worsening-china-factory-s
>> trike-threatens-adidas-nike-sneakers-n87951
>> Gaji buruh pabrik sepatu di Indonesia 0. 5 dollar per jam
>> Kalau oang kerja 8 jam sehari, dan 6 hari per minggu,
>> Gaji buruh sepatu di Tiongkok : 1.67 dollar/jam X 8 jam/hari X 6
>> hari/minggu X 13/3 minggu/bulan =  347.4 dollar = 347.4 X 14000 rupiah =
>> 4.86 juta rupiah/bulan.
>> Gaji buruh sepatu di Indonesia :  0.5/1.67 nya  4.86 juta rupiah = 1.45
>> juta rupiah.
>> Kalau menurut artikel di bawah, gaji pekerja pabrik sepatu di Bekasi : 2
>> juta/bulan
>> Jadi karena itu banyak tenaga kerja Indonesia kerja di pabrik sepatu
>> Tiongkok ?
>> Juga karena Tiongkok sendiri mulai kekurangan tenaga kerja di pabrik ?
>> Tetapi mengapa subcontractor di Tiongkok sanggup membayar lebih mahal
>> dari pada subcontractor di Indonsia ? Apa karena dapatnya dari pabrik
>> sepatu internasional
>> lebih banyak, karena sanggup memproduksi kwalitas lebih bagus ? Atau ada
>> sebab lain ?
>> Ternyata mahasiswa Indonesia yang belajar di Tionkok, dapat memperoleh
>> pekerjaaan dengan mudah selama liburan ';
>> https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3416714/
>> gaji-pekerja-di-china-apakah-lebih-kecil-dari-ri
>> *Wah Aprisindo bilang gaji buruh sepatu Indonesia jauh lebih tinggi dari
>> Tiongkok.*
>> *Lha, kalau begitu mengapa banyak TKI kerja di pabrik sepatu di Tiongkok
>> ?*
>> https://travel.kompas.com/read/2012/11/02/08463547/Aprindo.
>> Dibanding.China.Upah.Pekerja.Sepatu.RI.Lebih.Tinggi
>> Wah, pemalsuan informasi supaya buruh pabrik sepatu Indonesia nerimo ?
>>
>> Salah satu gambar dari Afbeedingen Indonwesian workers in Shoes factory
>> in China.
>> Orang2 asing boleh bekerja, dapat visa dari kota Shanghai, untuk kerja
>> jadi pembantu rumah tangga, dari orang2 asing dengan jabatan tinggi :
>> http://www.china-briefing.com/news/2017/04/13/shanghai-becom
>> es-first-city-in-mainland-china-to-grant-foreign-
>> domestic-workers-residency.html
>> Jadi orang asing tidak boleh jadi pembantu rumah tangga orang Tiongkok ?
>>
>> 
>>
>
>

Kirim email ke