https://www.antaranews.com/berita/704495/pdip-berharap-partai-pendukung-
tak-mundur-setelah-jokowi-tetapkan-cawapres
PDIP berharap partai pendukung
tak mundur setelah Jokowi
tetapkan cawapres
Rabu, 25 April 2018 08:45 WIB
Arsip Foto. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (kanan) didampingi Wakil Sekretaris
Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah (kiri) memberikan keterangan
pers, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (9/1/2018). (ANTARA FOTO/Galih
Pradipta)
Jakarta (ANTARA News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
berharap tidak ada partai pendukung pemerintah yang menarik diri setelah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kandidat calon wakil presiden
pendampingnya untuk pemilihan umum 2019.
"Saya harap partai pendukung tidak menarik diri setelah Pak Jokowi
tentukan cawapres," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad
Basarah usai menghadiri Harlah ke-84 GP Ansor di Jakarta, Selasa (24/4)
malam.
Wakil Ketua MPR itu mengatakan banyak bahwa ada spektrum kerja sama luas
bagi partai-partai yang kadernya tidak menjadi calon wakil presiden
untuk Jokowi.
"Banyak spektrum kerja sama yang bisa dilakukan, baik di DPR, MPR,
kementerian, dan lain sebagainya," ujar Basarah.
Sebelumnya Ketua Umum PKB *Muhaimin Iskandar mengatakan akan patah hati
<https://www.antaranews.com/berita/700941/muhaimin-pilih-dampingi-jokowi-atau-patah-hati>*
kalau tidak terpilih menjadi cawapres Jokowi. Politikus yang biasa
disapa Cak Imin tersebut telah membangun sejumlah posko pendukung, salah
satunya posko JOIN yang merupakan kepanjangan dari Jokowi-Muhaimin.
Basarah mengatakan berdasarkan pembicaraannya dengan Cak Imin, dia
optimistis PKB tetap akan mendukung Jokowi setelah keputusan final
mengenai calon wakil presiden.
"Dalam beberapa kali pertemuan saya dengan Cak Imin, saya cukup
optimistis /the end of decision/ PKB tetap akan ke Pak Jokowi. Tapi kita
tentu menghormati keputusan apapun dari PKB," jelas Basarah.
Basarah memandang langkah politik Muhaimin mendirikan posko dukungan
sebagai fase lumrah yang mesti dilalui dalam upaya memeroleh tiket
menjadi cawapres Jokowi.
Sementara Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam acara yang sama mengatakan
alih-alih khawatir ada partai pendukung Jokowi yang menarik diri, malah
optimistis akan ada tiga partai tambahan, di luar partai baru, yang
bakal mendeklarasikan dukungan bagi Jokowi.
Lima partai lama yang telah mendukung Jokowi adalah Nasdem, Golkar, PPP
Hanura, Nasdem, PDIP.
"Kalau hari ini hanya lima, saya meyakini pada saatnya nanti akan ada
delapan partai politik yang mengusung pak Jokowi. Saya memiliki
optimisme, kalau beberapa waktu yang lalu saya katakan ada dua parpol
akan bergabung, saya kira dua parpol ini hanya soal waktu, tapi satu
parpol lagi tidak akan banyak pilihan yang tersisa sehingga akan
bergabung juga," ungkap Romahurmuziy.
*Baca juga:
Golkar serahkan pilihan cawapres ke Jokowi
<https://www.antaranews.com/berita/695658/golkar-serahkan-pilihan-cawapres-kepada-jokowi>
Jokowi masih godok nama-nama cawapres 2019
<https://www.antaranews.com/berita/696037/jokowi-mengaku-masih-godok-nama-nama-cawapres-2019>*
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018