https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180426020707-20-293634/korban-tewas-ledakan-sumur-minyak-aceh-menjadi-19-orang



Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak Aceh Menjadi 19 Orang

*Christina Andhika Setyanti*, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 02:10 WIB

Bagikan :

[image: Korban Tewas Ledakan Sumur Minyak Aceh Menjadi 19 Orang] Sumur
minyak di Aceh meledak dan menewaskan 19 orang. (REUTERS/Muhammad Ilyas)

Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas akibat ledakan sumur minyak
di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Aceh Timur bertambah satu orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek
mengungkapkan kepada Antara, korban meninggal menjadi 19 orang. Dia
menambahkan, korban meninggal tersebut bernama Muhammad Razi.

"Razi, warga Gampong (Desa) Alue Dua meninggal dunia saat sedang dalam
perjalanan. Beliau hendak kita rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan,
Sumatera Utara," kata Ahmad, Kamis (26/4).



Sebelum meninggal, Razi mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul
Aiziz, Peureulak karena luka bakar serius.

"Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang, karena sebelumnya ada
18 korban meninggal dunia. Kini tinggal 40 orang yang mendapat perawatan
cukup intensif di tiga rumah sakit setempat," kata Ahmad.

PT Pertamina (Persero) Aset 1 EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang,
Provinsi Aceh, telah membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak
yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih dini hari tadi.
Lihat juga:

Korban Jiwa Ledakan Sumur Minyak Aceh Bertambah Jadi 18 Orang
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180425163817-20-293519/korban-jiwa-ledakan-sumur-minyak-aceh-bertambah-jadi-18-orang/>


Legal and Relation Assisten Manager Pertamina Aset 1 EP Field Rantau,
Supandi Prabudi mengaku, tim yang diturunkan berusaha memadamkan kobaran
api yang telah menghanguskan lima unit rumah.

"Sampai sore ini, kami terus berupaya memadamkan semburan api dari sumur
minyak milik masyarakat dengan cara membuat bendungan di sekeliling sumur,
untuk mencegah 'condensat' tidak menyebar lebih luas lagi ke rumah rumah
penduduk di sekitar lokasi," jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi api sudah mulai mengecil. Tapi pihaknya
belum bisa memasukan pompa kimia ke dalam sumur minyak tersebut. *(chs)*

Kirim email ke