----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: Gelora45 <[email protected]>Terkirim: 
Senin, 26 Februari 2018 21.02.55 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Sandiaga kalah 
lawan Menteri Susi di Danau Sunter
     

Sandiaga kalah di medan laga...........Kalah, malah baik, asal tidak seperti 
Amien Rais saja...........Boleh melebihi prestasi A Hok, bikin semua danau jadi 
bersih....Lain kali boleh menteri Susi ajak gubernur mna saja balapan 
mobilKalau gubernurnya kalah, jalanan seluruh propinsi harus diaspal rata ?

2018-02-26 20:01 GMT+01:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

     
 


 
 
https://www.antaranews.com/ berita/688511/sandiaga-kalah- lawan-menteri-
 
susi-di-danau-sunter
 
      Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin 
Uno kalah telak lawan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat adu 
cepat di Festival Danau Sunter di Jakarta Utara, Minggu.
 
 Sebelum beraksi, dilakukan uji kelayakan oleh 91 perenang, untuk mengetahui 
bahwa Danau Sunter layak digunakan.
 
 Pada adu cepat tersebut, Susi menggunakan paddling, sementara Sandiaga 
berenang. Sorak-sorai warga terdengar sebagai pemberi semangat manakala Susi 
dan Sandiaga bertanding.
 
 Namun terlihat Sandiaga tertinggal oleh Susi. Bahkan Susi sempat menunggu 
Sandiaga sebelum sampai ke finis dan langsung mengambil bendera di garis finis. 
Susi kemudian menyeburkan diri dan mendatangi Sandiaga untuk bersama memegang 
bendera tersebut.
 
 Suasana riuh ketika Susi menunggu Sandiaga, sambil duduk di atas paddling dan 
minum kopi. Selain itu, juga sambil menghampiri warga dan menyapanya. 
  Kegiatan tersebut berawal dari video tantangan Susi kepada Sandiaga saat 
menikmati keindahan sebuah danau di Jenewa.  
  Saat itu Susi mengatakan, posisi Sandiaga sebagai pemimpin Jakarta, 
memungkinkannya untuk menyulap danau-danau di ibu kota menjadi lebih indah. 
   Tantangan itu pun disambut Sandiaga. Jika menang, Sandiaga akan diajak Susi 
mengunjungi Wakatobi, dan jika kalah ia harus membersihkan semua danau di 
Jakarta.�
  
Pewarta: Susylo Asmalyah
 Editor: Fitri Supratiwi
 COPYRIGHT © ANTARA 2018
 
 
 
 
 
  

   

    

Kirim email ke