https://metro.tempo.co/read/1084562/hari-buruh-2018-ini-tiga-tuntutan-utama-serikat-buruh-fblp?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_4
Hari Buruh 2018, Ini Tiga Tuntutan Utama Serikat
Buruh FBLP
Reporter:
Andita Rahma
Editor:
Dwi Arjanto
Senin, 30 April 2018 21:03 WIB
Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh se-Jabodebek memperingati Hari
Buruh se-Dunia atau May Day, di Jakarta, 1 Mei 2013. NGARTO FEBRUANA
<https://statik.tempo.co/data/2017/11/10/id_661661/661661_720.jpg>
Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh se-Jabodebek memperingati Hari
Buruh se-Dunia atau May Day, di Jakarta, 1 Mei 2013. NGARTO FEBRUANA
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Sejumlah serikat buruh mulai melakukan persiapan
menjelang peringatan Hari Buruh 2018
<https://metro.tempo.co/read/1084487/alasan-sandiaga-imbau-buruh-luar-dki-tak-ke-jakarta-saat-may-day>
besok atau dikenal dengan May Day. Mereka akan menyampaikan aspirasi
kepada pemerintah dalam aksi akbar tersebut.
Salah satu serikat buruh dari Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) sudah
menyiapkan beberapa atribut yang akan dikenakan dalam aksi Hari Buruh
2018 <https://www.tempo.co/tag/hari-buruh> tersebut. "Kami sudah
mencetak selembaran, poster, dan yang lainnya untuk besok kami bagikan,"
kata Ketua FBLP Jumisih saat dihubungi, Senin, 30 April 2018.
Dalam aksi besok, Jumisih beserta rekan-rekannya akan menyerukan tiga
tuntutan utama. Pertama, ia meminta pemerintah menghapus Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. "Lalu hapuskan
kontrak dan /outsourcing/, dan perbaiki kinerja pengawasan di Dinas
Tenaga Kerja seluruh Indonesia," ujarnya.
*Baca: Demonstrasi Hari Buruh, 30 Ribu Buruh Bekasi Minta Aneka Tuntutan
<https://metro.tempo.co/read/1084444/demonstrasi-hari-buruh-30-ribu-buruh-bekasi-minta-aneka-tuntutan>*
Penghapusan PP Nomor 78 itu, kata Jumisih, karena aturannya dirasa tidak
memihak kepada kaum buruh. Dalam PP Nomor 78 itu, tertulis bahwa
kenaikan upah buruh tidak boleh lebih dari 10 persen. "Kedua, kenaikan
upah ditinjau setiap lima tahun sekali. Itu akan membuat kehidupan kami,
kaum buruh, merosot," tuturnya.
Selain mengenai isu buruh, ia juga mendesak pemerintah memberikan
layanan kesehatan dan pendidikan secara gratis serta mengusut tuntas
kasus Marsinah, yang hingga kini belum tuntas. "Kasus teman kami,
Marsinah, sudah 25 tahun terbengkalai," ucapnya.
Rencananya, untuk Hari Buruh 2018
<https://metro.tempo.co/read/1084422/demo-hari-buruh-di-istana-negara-polisi-akan-alihkan-lalu-lintas>
besok, FBLP akan berangkat pukul 07.00. Kemudian mereka akan bergerak ke
titik kumpul utama di Komisi Pemilihan Umum, lalu menuju Bundaran Hotel
Indonesia. "Dari HI, ke kantor International Labour Organization (ILO)
Indonesia, dan terakhir di Istana Negara," kata Jumisih.
------------------------------------------------------------------------