https://nasional.tempo.co/read/1084491/setara-institute-nilai-intimidasi-di-car-free-day-
melanggar-hukum?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2
<https://nasional.tempo.co/read/1084491/setara-institute-nilai-intimidasi-di-car-free-day-melanggar-hukum?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2>
Setara Institute Nilai Intimidasi di Car Free Day
Melanggar Hukum
Reporter:
M Rosseno Aji
Editor:
Juli Hantoro
Senin, 30 April 2018 17:42 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1084491/setara-institute-nilai-intimidasi-di-car-free-day-melanggar-hukum?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_2#comments>
20002
#
#
#
#
Sejumlah masyarakat mengenakan kaus #2019GantiPresiden saat kegiatan Car
Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta, 29 April 2018. Masyarakat yang
mengikuti aksi ini mengaku membeli kaos dan atribut lainnya tersebut
secara mandiri. TEMPO/Muhammad Hidayat
<https://statik.tempo.co/data/2018/04/29/id_701736/701736_720.jpg>
Sejumlah masyarakat mengenakan kaus #2019GantiPresiden saat kegiatan Car
Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta, 29 April 2018. Masyarakat yang
mengikuti aksi ini mengaku membeli kaos dan atribut lainnya tersebut
secara mandiri. TEMPO/Muhammad Hidayat
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Insiden intimidasi kelompok #2019GantiPresiden
terhadap kelompok #DiaSibukKerja di Car Free Day
<https://nasional.tempo.co/read/1084466/soal-insiden-di-car-free-day-fadli-zon-intimidasi-dari-mananya>
pada Ahad, 29 April 2018 dinilai telah melanggar hukum.
"Persekusi dan intimidasi merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat
dimintakan pertanggungjawaban sesuai mekanisme hukum pidana," kata Ketua
Setara Institute Hendardi dalam keterangan pers, Senin, 30 April 2018.
Insiden di Car Free Day tersebut sejak kemarin viral di media sosial.
Dalam video, kerumunan berkaos #2019GantiPresiden menyoraki seorang
lelaki berkaus putih bertuliskan #DiaSibukKerja. Kerumunan
mengkipas-kipasinya dengan duit pecahan Rp 100 ribu dan mendesak dia
mengaku telah dibayar supaya mau ikut gerakan #DiaSibukKerja.
Baca juga: MUI: CFD Wahana Silaturahmi, Jangan Dirusak Politik Praktis
<https://nasional.tempo.co/read/1084460/mui-cfd-wahana-silaturahmi-jangan-dirusak-politik-praktis>
Si lelaki dengan raut wajah ketakutan membantah telah dibayar. “Enggak
dibayar, demi Allah,” kata dia.
Selain dia, intimidasi serupa dialami seorang ibu dan anak lelakinya. Si
anak sampai menangis ketakutan karena disoraki dan dikerumuni. “Masya
Allah kalian ini, ibu-ibu kalian lakukan seperti ini, muslim macam apa
kalian?” kata si ibu berang.
Hendardi mengatakan polisi perlu menindaklanjuti peristiwa intimidasi di
acara Car Free Day
<https://nasional.tempo.co/read/1084460/mui-cfd-wahana-silaturahmi-jangan-dirusak-politik-praktis>
itu. Dia mengatakan tindakan itu perlu dilakukan untuk mencegah
peristiwa yang sama terulang. "Kepolisian dapat mengambil tindakan
hukum, mulai dari pembinaan hingga penangkapan, untuk memberikan efek
jera dan mengantisipasi kerawanan di tahun politik elektoral 2018 dan
2019," kata dia.
Hendardi mengatakan mengekspresikan pandangan dan pilihan politik
merupakan hak setiap warga yang dijamin undang-undang. Intimidasi karena
perbedaan pilihan dan afiliasi politik, kata dia, telah mengancam
kebebasan sipil paling dasar yang dijamin konstitusi.
------------------------------------------------------------------------