Permukiman warga di Muara Teweh kebanjiran lagi

 Rabu, 2 Mei 2018 08:01 WIB
[image: Permukiman warga di Muara Teweh kebanjiran lagi]

Arsip Foto. Warga menggunakan perahu untuk mengantar anaknya bersekolah
melintasi banjir di Jalan Belakang Bappeda, Muara Teweh, Kabupaten Barito
Utara, Kalimantan Tengah, Jumat (15/4/2016). Banjir terjadi akibat
meluapnya Sungai Bengaris, anak sungai Barito, setelah hujan deras yang
melanda daerah tersebut. (ANTARA FOTO/Kasriadi)
Muara Teweh, Kalimantan Tengah (ANTARA News) - Hujan lebat yang mengguyur
daerah Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara pada Selasa (1/5) malam hingga
Rabu pagi membuat air Sungai Bengaris meluap dan membanjiri permukiman
warga di sekitarnya.

"Banjir merendam rumah warga sejak sekitar pukul 04.00 WIB," kata Hariadi,
warga Jalan Ronggolawe, Muara Teweh.

Luapan air sungai membanjiri permukiman di antaranya membanjiri permukiman
warga di Jalan Ronggolawe dan kompleks Perumahan Mekar Indah di Jalan
Penggunungan Muller Muara Teweh serta Jalan Belakang Beppeda, tempat tinggi
genangan hampir satu meter.

"Tiga kawasan pemukiman ini berada di sekitar Sungai Bengaris, sehingga
kalau hujan lebat dalam cukup lama pasti terendam," kata Hariadi, yang
kawasan tempat tinggalnya tergenang air setinggi sekitar 0,5 meter.

Sementara Fahri, yang tinggal di Jalan Belakang Bappeda Muara Teweh,
mengatakan banjir kali ini sangat cepat datangnya sehingga ada sepeda motor
warga yang terendam karena terlambat dievakuasi.

"Banjir ini terlihat terus naik dan kawasan tempat tinggal kami terendam
banjir sekitar satu meter lebih," katanya, menambahkan biasanya banjir
hanya berlangsung lima sampai enam jam.

"Seandainya debit Sungai Barito naik, maka banjir dipastikan lama karena
arus Sungai Bengaris tertahan," jelasnya.

Menurut Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi
dan Geofisika Muara Teweh Sunardi hujan yang menyebabkan rumah sebagian
penduduk tergenang intensitasnya 131,5 milimeter.

"Hujan yang tercatat di BMKG tersebut terjadi hampir sembilan jam dengan
intensitas sangat lebat," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barito Utara Gazali
mengatakan sudah menurunkan tiga perahu karet untuk membantu evakuasi warga
yang terdampak banjir di kawasan Jalan Ronggolawe, Jalan Belakang Beppeda,
Jalan Mekar Indah dan Jalan Pararawen.

"Saat ini kami telah menyerahkan bantuan sembako untuk dapur umum warga di
Jalan Ronggolawe," kata Gazali.


Pewarta: Kasriadi
Editor: Maryati

Kirim email ke