Kang Dedi: Sejahterakan Buruh, Pemerintah Harus Intervensi Harga Bahan Pokok
Rabu, 2 Mei 2018 | 8:41

http://sp.beritasatu.com/home/kang-dedi-sejahterakan-buruh-pemerintah-harus-intervensi-harga-bahan-pokok/123897


[image: Dedi Mulyadi [istimewa]]Dedi Mulyadi [istimewa]

Berita Terkait

   - Hadapi Debat Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Didampingi 2 Konsultan Muda
   
<http://sp.beritasatu.com/home/hadapi-debat-pilgub-jabar-dedi-mulyadi-didampingi-2-konsultan-muda/123174>
   - Dedi Mulyadi Prioritaskan Program Kesehatan Bagi Warga Jabar
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dedi-mulyadi-prioritaskan-program-kesehatan-bagi-warga-jabar/122971>
   - Dedi Mulyadi Bisa Pahami Keinginan DPP Golkar Usung Ridwan Kamil
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dedi-mulyadi-bisa-pahami-keinginan-dpp-golkar-usung-ridwan-kamil/121272>
   - Medsos Jadi Pilihan Dedi Mulyadi Dekat ke Konstituen
   
<http://sp.beritasatu.com/home/medsos-jadi-pilihan-dedi-mulyadi-dekat-ke-konstituen/120785>
   - Kapolda Jabar Anugerahkan Honorary Police kepada Dedi Mulyadi
   
<http://sp.beritasatu.com/home/kapolda-jabar-anugerahkan-honorary-police-kepada-dedi-mulyadi/118397>

[JAKARTA] Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kunci
untuk kesejahteraan para buruh di Jawa Barat. Bahkan, jika diterapkan
sebagai kebijakan holistik, Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi meyakini kunci
tersebut mampu mensejahterakan buruh di Indonesia. Hal ini diungkapkan saat
refleksi Peringatan Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5).

Dedi yang pernah merasakan getirnya hidup sebagai buruh itu mengungkapkan,
kunci kesejahteraan buruh yakni dengan menekan pengeluaran harian dan
bulanan buruh. Langkah ini dapat dilakukan salah satunya dengan intervensi
pemerintah terhadap harga bahan pokok.

“Peningkatan kesejahteraan buruh lewat sistem pengupahan memang perlu
diperjuangkan. Tetapi, saya melihat ada sesuatu yang lebih penting. Yakni,
pengeluaran buruh harus ditekan, baik harian maupun bulanan. Pemerintah
harus mengintervensi harga kebutuhan bahan pokok,” kata Dedi dalam siaran
pers yang diterima SP di Jakarta, Rabu (2/5).

Selain itu, kebutuhan lain seperti perumahan, listrik, air dan bahan bakar
kendaraan juga harus menjadi perhatian serius. Subsidi pemerintah terkait
item kebutuhan buruh tersebut dinilai Dedi dapat meningkatkan
kesejahteraan. Hal ini lantaran upah buruh tidak langsung habis untuk
memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, buruh memiliki kesempatan menabung
dari sisa upah.

“Kalau biaya hidup rendah dan upah buruh tinggi maka output-nya adalah
kesejahteraan. Kalau upah tinggi tapi biaya hidup tinggi ya percuma saja,
tidak akan menjadi apa-apa,” ungkapnya.

Selain itu, Dedi yang juga mantan wakil ketua salah satu serikat buruh di
Purwakarta ini juga menyoroti mengenai sistem pengupahan di Jawa Barat.
Saat ini, kata Dedi, terjadi ketimpangan upah buruh antara wilayah barat
dan timur provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.
Ketimpangan ini terjadi karena sistem pengupahan didasarkan pada kawasan
industri yang berkembang di sebuah daerah. Zona Industri Karawang, Bekasi
dan Purwakarta misalnya, menerapkan upah buruh di angka lebih dari Rp3
juta. Namun, semakin bergerak ke arah timur Jawa Barat, nilai upah buruh di
zona tersebut semakin kecil.

“Di wilayah timur kan upahnya rendah. Saya memandang ada ketimpangan di
situ, makanya harus segera dipecahkan oleh seluruh stakeholder terkait,”
ucapnya.

Dedi meyakini, intervensi pemerintah untuk menekan biaya pengeluaran
keluarga buruh akan berdampak pada kondisi keuangan. Ungkapan Sunda
‘saeutik mahi, loba nyesa’ yang berarti berapa pun jumlah uang yang
diterima mencukupi kebutuhan hidup pun dapat tercapai. Prinsip ini
sekaligus menjawab ketimpangan upah buruh yang selama ini terjadi di Jawa
Barat. Menurut Dedi Mulyadi, selain subdisi bahan pokok, perumahan dan
kebutuhan perumahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mengeluarkan
subsidi pendidikan. Dicontohkan, pemerintah dapat menyediakan transportasi
khusus anak sekolah dan buruh sehingga tidak ada biaya yang dikeluarkan
oleh sebuah keluarga untuk mobilisasi aktifitas sehari-hari. Ditambah,
pembangunan tempat wisata secara merata di kabupaten/kota di Jawa Barat
dapat menekan biaya rekreasi keluarga.

“Termasuk kalau anak sekolah berangkat ke sekolah dengan membawa bekal. Ini
pengeluaran semakin kecil dan pendapatan mereka tidak terlalu banyak
keluar, bisa saving,” paparnya. [F-5]

Kirim email ke