*Ada kopi di rumah, tetapi agaknya sang suami merasa lebih enak kopi di
kedai. hahahahaha*


http://poskotanews.com/2018/05/03/kuli-bangunan-berbini-cantik-menderita-sakit-jarum-super/


Kuli Bangunan Berbini Cantik Menderita Sakit “Jarum Super” Kamis, 3 Mei
2018 — 7:31 WIB

[image: gasemto]

*PUNYA* bini cantik ternyata tak menjadikan Asmuni, 30, betah di rumah.
Justru dia kena penyakit “jarum super”. Markonah, 22, mencoba mengadu ke
mertua, tapi malah diomeli. Ya sudah, karena tak ada yang berpihak padanya,
Markonah terpaksa menggugat cerai kuli bangunan itu ke Pengadilan Agama.

Kata orang, lelaki punya bini cantik akan menjadikan betah di rumah. Apa
iya? Memangnya orang hidup hanya soal gituan melulu yang dipikirkan?
Faktanya, banyak juga bininya jelek tapi suami kuthuk (kerasan) di rumah.
Kuncinya memang bukan dari kecantikan, melainkan karakter dasarnya setiap
orang.

Asnmuni warga Kecamatan Batu, Malang, sebetulnya termasuk orang yang
beruntung. Pekerjan hanya jadi kuli bangunan, tampang juga pas-pasan, tapi
bisa mempersunting bini yang cantik. Itulah kemujuran Asmuni, sebab mertua
tak pernah mendikotomikan tukang batu, mana tukang batu beragama dan mana
pula tukang batu setan. Semua orang di mata keluarga Markonah dianggap sama..

Asmuni – Markonah naik pelaminan Februari 2017, jadi sudah setahun lebih.
Tapi kurun waktu selama itu hanya diisi dengan kehampaan rumahtangga.
Awalnya sih, Asmuni sebagai kepala kelaurga selalu mesra bersama istrinya
yang tak pernah jera meningkatkan gairahnya. Hampir setiap hari mereka
bermesraan, ibarat kata: gemak lonteng-lonteng, krasa penak
ndengkeng-ndengkeng.

Tapi kemesraan itu tak berlangsung lama. Baru 6 bulan sudah menunjukkan
sifat aslinya daripada Asmuni. Meski bininya cantik ternyata malah kena
penyakit jarum super alias jarang di rumah suka pergi. Jika bisa barang 2-3
hari baru pulang. Itupun dalam kondisi bau alkohol. Maka Markonah
menduga-duga, jangan-jangan suaminya terjebak hobi kawan lama:
mabuk-mabukan.

Markonah pernah mengingatkan, tapi Asmuni tak menggubris. Dia diam saja,
seperti as sepeda yang muni (berbunyi) gara-gara jarang kena olie. Karena
suami tak merespon usaha penyembuhan dari penyakit “jarum super”, Markonah
pun mengadu pada mertuanya. Tapi mertua sama sekali tak ada keberpihakan
pada anak menantu. Bahkan mertua menantang, “Sebagai istri yang bijak, itu
tanggungjawabmu.” Kata sang mertua.

Karena tak ada yang berbela simpati, akhirnya Markonah jenuh juga jadi
istri tukang batu terrsebut. Beberapa hari lalu Markonah mendatangi
Pengadilan Agama Surabaya, minta segera diceraikan. Alasannya suami sudah
tidak tanggungjawab, ya tak ada materil, tak ada onderdil.

Onderdil cari saja di toko alat-alat sepeda motor, yang penting bukan
bikinan Taiwan. *(JPNN/Gunarso TS)*

Kirim email ke