*Mungkin juga bisa sebaliknya, Jokowi telah menjadi anggota MUI, sebab
baru-baru ini para haji-dan imam bertemu dengan Jokowi di istana. *


http://poskotanews.com/2018/05/03/egy-sudjana-tuding-mui-sudah-menjadi-jokower/


Egy Sudjana Tuding MUI Sudah Menjadi “Jokower” Kamis, 3 Mei 2018 — 16:58 WIB

[image: Egy Sudjana]

Egy Sudjana

*JAKARTA* – Calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nadional (PAN) Egy
Sudjana menuding Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah berpihak kepada Joko
Widodo. MUI sebagai lembaga agama, kata Egy sudah menjadi ‘Jokower’.

Tudingan itu disampaikan setelah dia menilai tidak ada reaksi yang
ditunjukkan MUI pasca insiden meninggalnya dua bocah saat pembagian sembako
di Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4/2018).

“Kita mempersoalkan MUI. Kok gak ada suaranya padahal ini kepentingan umat.
Cicing wae. Padahal MUI itu kanalisasi persoalan-persoalan kepentingan
umat. Jadi seperti membiarkan saja . Apalagi di sini sudah bersinggungan
dengan kepentingan Jokowi. Ini kritik keras kita sebagai umat supaya tolong
dilayani umat ini dengan baik. Saya duga dengan kuat MUI ini Jokower,”
katanya di kantor DPP PAN Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018)..

Lebih lanjut Egy menyarankan agar anggota MUI membuat mosi tidak percaya
terhadap Ketua MUI KH. Maruf Amin. Dia berharap agar Maruf dicopot dari
jabatannya. MUI di bawah pimpinan KH Maruf dinilainya telah berlaku
diskriminatif.

“Saya usulkan mekanisme internal MUI bikin mosi tidak percaya, kalau tidak
kita usulkan Ketua MUI dipecat. Karena dia tidak netral lagi, tidak urus
agama yang benar,” tandas Egy.

Penasihat Alumni Presidium 212 itu mengungkapkan bahwa telah terjadi di
tubuh MUI. Beberapa anggota telah menyatakan ketidaksetujuan terhadap Maruf
Amin. Meski demikian Egy tidak bisa mencampuri yang terjadi di lembaga itu
karena hal itu merupakan urusan internal MUI.

“Itu internal MUI, saya tahu persis di MUI banyak teman saya di situ tokoh
juga gak setuju kepada Pak Maruf Amin. Tapi saya juga kan gak bisa
intervensi karena bukan urusan saya. Kalau gak ada mekainisme (mosi) itu ya
sudah gak usah,” imbuhnya seraya menyebut pernyataan tersebut bersifat
pribadi. (ikbal/b)

Kirim email ke