----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Kamis, 
3 Mei 2018 20.19.25 GMT+2Judul: 
viral-ceramah-panas-gus-nur-di-solo-sebut-haram-pilih-jokowi
           
   - Home
   - Viral
 
Viral Ceramah Panas Gus Nur di Solo, Sebut Haram Pilih Jokowi
 Video ceramah Sugi Nur alias Gus Nur di Solo. (Youtube) 03 Mei 2018 21:40 WIB 
Adib Muttaqin Asfar Viral Share :  
Solopos.com, SOLO -- Aroma Pilpres 2019 menyeruak dalam sebuah ceramah Sugi Nur 
alias Gus Nur di sebuah masjid Solo. Dalam sebuah video yang sedang viral, 
ceramah Sugi Nur menyebutkan haram hukumnya memilih Joko Widodo  (Jokowi) 
sebagai presiden.

Video ceramah itu diunggah di channel Youtube MUNJIAT Channel pada Selasa 
(1/5/2018) lalu dan telah ditonton 35.962 kali. Di awal ceramah, Sugi sudah 
memulainya dengan pertanyaan apakah audiensnya ingin materi "panas" atau 
"dingin". "Saya punya stok panas semua ini," katanya.

Tak lama kemudian, Sugi mulai menyebut-nyebut nama Presiden Jokowi. Dia 
mengkritik pihak-pihak yang mengimbau agar masjid tidak diisi pesan-pesan 
politik. Dia menuding pihak-pihak yang menyuarakan hal itu adalah akun-akun 
palsu.

Di bagian lain ceramahnya, Sugi beberapa kali menyebut nama Jokowi. Dia 
mempersilakan orang-orang menyukai Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, dan 
lain-lain, namun dirinya mengatakan menunggu komando pemimpin Front Pembela 
Islam (FPI), Rizieq Shihab.

"Jika sekarang Anda berpikir Prabowo, itu boleh, Tubagus, boleh, Pak Gatot, 
boleh. Itu kan hanya wacana. Tapi nanti komandonya tetap Imam Besar Habib 
Rizieq. Supaya enggak pecah suaranya umat Islam. Enggak apa-apa, sementara 
sami'na wa ato'na, ke sana aja sekarang," ujarnya.

Sugi melanjutkan. "Tapi kalau ternyata nanti fatwa yang keluar Jokowi, ya 
silakan kalau Anda tetap. Aku enggak. Karena bagi saya Jokowi itu haram, bagi 
saya. Kalau bagi antum halal enggak apa-apa. Bagi saya, Pak Jokowi haram, bagi 
saya. Dan ini kedaulatan, dan ini tidak pecah belah NKRI. Ini demokrasi, mosok 
ngene trus dipenjara, yo repot nek ngono."

Sugi menyinggung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beberapa waktu lalu 
oleh pemerintah. Dia mempertanyakan kenapa HTI yang sudah lama masuk Indonesia 
baru dipermasalahkan pemerintah saat ini.

"Ustaz Felix, dari tahun berapa beliau ceramah, kok baru sekarang 
dipermasalahkan? Ustaz Alfian Tanjung dari tahun berapa beliau berceramah, kok 
baru sekarang dipermasalahkan. Dan banyak lagi. Jadi pertanyaan sekarang yang 
bermasalah itu ulamanya atau rezimnya?" tanyanya.

"Jadi ganti presiden bagi saya sekarang hukumnya wajib. Menurut Gus Nur siapa 
presidennya? Saya enggak mau menyebut nama dan saya harus netral. Silakan kalau 
antum. Saya enggak pilih Prabowo, ga dukung Prabowo, ga siapa-siapa, itu urusan 
pribadiku sama Allah nanti. Cuma aku ngasih wacana, haram hukumnya pilih 
Presiden Jokowi, kembangkan. Kalau mau. Kata siapa Gus [pernyataan] haram? Kata 
saya. Dalilnya mana, Gus? Qola Gus Nur. Kok repot to? Gitu selesai."

Video ceramah kontroversial itu mendapat komentar kritik beragam. "Seharus 
ulama itu membawa kedamaian bukan membawa kebencian," tulis akun Anni Mentaya.

"Presiden kan pilihan rakyat..Dan dengan seizin Allah SWT..Dan jadilah 
pemimpin...Terus yang mau d salahkan siapa Nur...Seharusnya d doakkan pemimpin 
kita...Apakah menghina menyalahkan terus apakah dapat pahala Nur...?" tulis 
Bonkq Ajjah15.

"Kalau ada ceramah yg tidak baik sebaiknya tidak usah diikuti atau dipatuhi," 
tulis Subiyanto 2016.
Editor : Adib Muttaqin Asfar Tags pilpres 2019 Share this post:    
   - 
   - 
   - 
   - 
   - 
           
© 2018 Solopos Digital Media. All rights reserved. 
Page rendered in 0.3048 seconds on i114   

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke