https://www.antaranews.com/berita/707190/xi-jinping-marxisme-masih-
sepenuhnya-benar-bagi-china
Xi Jinping: Marxisme masih
"sepenuhnya benar" bagi China
Jumat, 4 Mei 2018 20:07 WIB
Presiden China, Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)
.... memerintahkan semua anggota partai membaca semua karya Marx dan
memahami teori Marx sebagai "filsafat hidup" dan "perjalanan kerohanian"...
Beijing (ANTARA News) - Keputusan Partai Komunis China bertahan dengan
teori politik Karl Marx masih "sepenuhnya benar", kata Presiden China,
Xi Jinping, menjelang peringatan 200 tahun kelahiran filsuf Jerman itu,
Sabtu.
Sejak berkuasa pada 2012, Xi, yang dinilai banyak pihak sebagai pemimpin
China paling kuat sejak Mao Zedong, selalu mengatakan Partai Komunis
tidak lupa terhadap akar sosialis mereka sebagai upaya mengembalikan
"kejayaan bangsa China".
Di Balai Agung Rakyat di Beijing, Jumat, Xi mengatakan, "penulisan
Marxisme di dalam bendera Partai Komunis China adalah sepenuhnya benar.
Upaya tanpa ragu untuk memromosikan pentingnya Marxisme dan pembaharuan
terhadapnya adalah sepenuhnya benar".
Xi juga memerintahkan semua anggota partai membaca semua karya Marx dan
memahami teori Marx sebagai "filsafat hidup" dan "perjalanan kerohanian".
Pidato Xi itu bagian dari propaganda sepanjang satu pekan media
pemerintah. Banyak gambar kartun yang menunjukkan bagaimana teori Marx
masih relevan dalam kehidupan modern China dan generasi selanjutnya.
Saat ini, China, sebagai negara terbesar yang mengidentifikasi diri
sebagai negara sosialis, tanpa ragu-ragu menunjukkan diri sebagai
masyarakat kapitalis modern; yang ditandai dengan konsumsi berlebihan
dan lebanya jurang antara elit urban dengan kaum miskin pedesaan.
Kontradiksi antara retorika partai dan kenyataan sosial itu membuat
banyak analis menyimpulkan bahwa Partai Komunis China tidak lagi
mengindahkan Marxisme.
Meski demikian, Xi mengaku berkomitmen penuh terhadap ideologi partai
dan memberlakukan kembali sesi pelajaran yang mengingatkan orang pada
era Mao. Dia juga menekankan pentingnya bagi China untuk terus percaya
pada sejarah revolusi dan sistem politik yang dianut.
"Saya berpendapat bahwa kita harus mulai menerima kenyataan bahwa Xi
Jinping benar-benar pengikut Marx dan Marxisme," kata Jude Blanchette,
pengamat China dari Crumpton Group, yang merupakan perusahaan konsultan
bisnis berkedudukan di Washington.
Penekanan pada Marxisme membuat perbedaan ideologi semakin lebar antara
China dengan negara-negara kapitalis demokrasi Barat di tengah beberapa
kejadian besar seperti krisis finansial global 2008 dan terpilihya
Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, kata Blachette.
"Dengan menerapkan ajaran Marxisme secara lebih ketat, Partai Komunis
China berupaya menarik jarak dengan model ekonomi politik aternatif di
Amerika Serikat, yang gagal," kata dia.
Pewarta: Ade P Marboen
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018
* TAGS:
* xi jinping <https://www.antaranews.com/tag/xi-jinping>
* komunisme china <https://www.antaranews.com/tag/komunisme-china>
* marxixme china <https://www.antaranews.com/tag/marxixme-china>