Laporan dari Tiongkok
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-tiongkok>Menengok sejarah
hubungan Bali dan Tiongkok di Shapowei

 Sabtu, 5 Mei 2018 13:06 WIB
[image: Menengok sejarah hubungan Bali dan Tiongkok di Shapowei]

Seorang pengunjung melihat keindahan kampung budaya Shapowei di kota
Xiamen, Fujian, Cina, Rabu (2/5/2018). (Nyoman Budhiana)
Xiamen, China (ANTARA News) - Kampung wisata Shapowei di Xiamen, Provinsi
Fujian, China, mempererat hubungan sejarah kebudayaan Bali dan Tiongkok
salah satunya dengan keberadaan uang kepeng yang hingga saat ini masih
dimanfaatkan umat Hindu di Pulau Dewata untuk melengkapi upacara.

"Ini semacam pertukaran budaya yang sejak zaman dahulu berlangsung dan
sampai sekarang di Bali masih digunakan untuk upacara keagamaan," kata
pemerhati studi Indonesia Cai Jincheng ketika mendampingi awak media dari
Bali di Shapowei, Xiamen, Provinsi Fujian, pertengahan pekan ini.

Di kawasan wisata sejarah budaya itu terdapat museum yang memajang beberapa
peninggalan bersejarah ketika daerah itu menjadi pusat pelabuhan perikanan
dan perkapalan.

Salah satu peninggalan yang ditampilkan di antaranya uang kepeng atau uang
logam yang bentuk bulat yang ditengahnya bolong.

Dia menjelaskan uang kepeng merupakan peninggalan Dinasti Ming yang
berkisar tahun 1368 hingga 1643 Masehi dan Dinasti Qing tahun 1644 hingga
1911.

Sedangkan masyarakat Bali menyebut uang logam bertuliskan huruf China
tersebut "pis bolong" yang masih digunakan sebagai sarana pelengkap ritual
Hindu di Pulau Dewata.

Mantan Kepala Pusat Studi Indonesia dari Fakultas Budaya Timur dan Bahasa
Universitas Guangdong itu menambahkan adanya peninggalan yang dipamerkan di
museum tersebut menjadi kesempatan mengenalkan kepada masyarakat Tiongkok
bahwa uang kepeng dilestarikan di Bali.

Sehingga hal tersebut diharapkan dapat mengangkat citra Pulau Dewata
sebagai destinasi pariwisata budaya yang saat ini menjadi favorit turis
China.

Uang kepeng, lanjut dia, juga menandakan hubungan kedua bangsa terjalin
erat saat masa lampau yang dibawa para pedagang dan perantau dari Tiongkok
ke Indonesia salah satunya Bali.

"Lain halnya dengan di Bali yang masih digunakan untuk upacara keagamaan,
kalau di China uang kepeng itu hanya menjadi peninggalan sejarah," ucapnya.

Saat ini Shapowei menjadi "museum" ragam budaya setelah dipugar melalui
program pengembangan tahun 2016.

Kawasan perairan itu kini tertata rapi dan cukup bersih meski tidak lagi
menjadi pusat perikanan.


*Baca juga: Hidupkan tradisi pos dari jalan kuno Beijing
<https://www.antaranews.com/berita/657463/hidupkan-tradisi-pos-dari-jalan-kuno-beijing>Baca
juga: Pingtan, tujuan wisata baru di Tiongkok daratan bagi pelancong manca
negara
<https://www.antaranews.com/berita/582078/pingtan-tujuan-wisata-baru-di-tiongkok-daratan-bagi-pelancong-manca-negara>*


Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Aditia Maruli Radja

Kirim email ke