DKI Permudah Perizinan Usaha Niaga Elektronik
Sabtu, 5 Mei 2018 | 12:17

http://sp.beritasatu.com/home/dki-permudah-perizinan-usaha-niaga-elektronik/123957

[image: Menteri Perdagangan, Thomas Lembong [ANTARA]]Menteri Perdagangan,
Thomas Lembong [ANTARA]

Berita Terkait

   - Pemprov DKI Bebaskan Sanksi Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor
   
<http://sp.beritasatu.com/home/pemprov-dki-bebaskan-sanksi-penunggak-pajak-kendaraan-bermotor/121666>
   - 3 Januari 2017, Pemprov DKI Lakukan Perombakan Pejabat dan Perampingan
   Organisasi
   
<http://sp.beritasatu.com/home/3-januari-2017-pemprov-dki-lakukan-perombakan-pejabat-dan-perampingan-organisasi/117807>
   - FPDI-P: Persoalan Jakarta Masih Banyak
   <http://sp.beritasatu.com/home/fpdi-p-persoalan-jakarta-masih-banyak/73312>
   - Kejari Jaktim Tetapkan 2 Tersangka
   <http://sp.beritasatu.com/home/kejari-jaktim-tetapkan-2-tersangka/56387>
   - DKI Akan Ubah Konsep Camat Lurah Jadi Manajer Wilayah
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dki-akan-ubah-konsep-camat-lurah-jadi-manajer-wilayah/53654>

[JAKARTA] Pemprov DKI mempermudah perizinan usaha niaga elektronik
(e-commerce). Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman
antara Gubernur Anies dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Thomas Lembong, di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/5).

"Ini sangat sesuai dengan visi Jakarta sebagai 'smart city' untuk
memberikan kemudahan usaha bagi penanam modal dalam dan luar negeri
khususnya di e-commerce," kata Gubernur Anies, menyampaikan sambutan.

Nota kesepahaman yang ditandatangani bertujuan untuk memberikan kemudahan
akses percepatan penanaman modal di bidang ekonomi digital. Hal itu
dianggap penting untuk mendorong peningkatan penanaman modal dan
pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Anies melanjutkan, penandatanganan nota kesepahaman merupakan tindak lanjut
dari Perpres No. 74/2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional
Berbasis Elektronik (Roadmap E-commerce) Tahun 2017-2019.

"Dengan adanya BKPM dan pemprov, kami siapkan desk di mal sehingga
pelayanan bisa dilakukan di situ," ujarnya.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, kemudahan berusaha untuk bidang
ekonomi digital harus dilakukan di Jakarta karena sebagian besar niaga
elektronik tumbuh di Ibu Kota.

"Perkiraan pribadi 95 persen modal 'e-commerce' masuknya di Jakarta.
Tokopedia, Bukalapak, Gojek semua ada di Jakarta," katanya.

Menurut dia, dalam empat tahun terakhir investasi di sektor tambang nikel
dan ekonomi digital bertumbuh pesat. Sebab, perutaran uang dari dua sektor
itu setiap tahunnya mencapai Rp 25 sampai 40 triliun.

"Jadi saya akui, kami dan pemerintah, dunia keteteran menanggapi fenomena
dahsyat ini, baru belakangan saya sadari semuanya berpusat di Jakarta. Ini
perkembangannya sangat cepat, begitu besar ketergantungan investasi
nasional kita perlu menjaganya agar tidak ada apa-apa," kata Lembong. [E-11]

Kirim email ke