https://nasional.tempo.co/read/1085960/gatot-nurmantyo-sindir-partai-partai-islam-yang
-enggan-bersatu?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3
Gatot Nurmantyo Sindir Partai-partai Islam yang
Enggan Bersatu
Reporter:
Pribadi Wicaksono (Kontributor)
Editor:
Arkhelaus Wisnu Triyogo
Sabtu, 5 Mei 2018 11:03 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1085960/gatot-nurmantyo-sindir-partai-partai-islam-yang-enggan-bersatu?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3#comments>
855225
#
#
#
#
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. TEMPO/Fajar Januarta
<https://statik.tempo.co/data/2018/03/29/id_694143/694143_720.jpg>
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. TEMPO/Fajar Januarta
*TEMPO.CO*, Yogyakarta - Mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan
Gatot Nurmantyo <https://www.tempo.co/tag/gatot-nurmantyo>, sempat
menyindir keberadaan partai-partai Islam yang ada di Indonesia. Sindiran
itu dilontarkan ketika Gatot menjawab pertanyaan seorang peserta dialog
di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Seorang peserta bertanya kepada Gatot tentang cara agar umat Islam saat
ini bisa berjuang meniru semangat ulama dan santri di masa kemerdekaan
tanpa harus terjebak kepentingan masing-masing.
Gatot menjawab bahwa semua pihak harus bersatu terlebih dahulu untuk
mewujudkan sebuah kekuatan kemandirian, baik di bidang ekonomi maupun
politik, seperti yang dirintis ulama dan santri di masa kemerdekaan.
"Tapi sekarang Anda lihat kondisinya, misalnya partai-partai Islam itu,
apa mereka sudah bersatu?" ujar Gatot di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta,
Jumat, 4 Mei 2018.
Baca: *Gatot Nurmantyo: Sakit Saya Kalau Masjid Dilarang Bicara Politik
<https://nasional.tempo.co/read/1085875/gatot-nurmantyo-sakit-saya-kalau-masjid-dilarang-bicara-politik>*
Ketika sejumlah partai politik Islam yang menjadi wadah efektif sebagai
penyalur aspirasi umat itu tak kompak satu sama lain, kata Gatot,
menyamai spirit perjuangan ulama dan santri mencapai tujuan seperti masa
kemerdekaan juga bakal sulit.
Gatot pun menilai partai Islam saat ini terlihat tidak bersatu dalam
menghadapi agenda pemilihan presiden 2019. "Misalnya PAN sadar (mau
bersatu), PKS sadar, PKB sadar, PPP sadar, PBB juga, terus bareng-bareng
berembuk, jadi enggak usah /mikir/ (pencalonan) presiden dan wakil
presiden dulu, tapi soal bagaimana partai-partai ini bisa bersama
mengayomi umat dulu," ujarnya.
Baca: *Gatot Nurmantyo: Saya Bicara Agama sejak Jadi Pangkostrad
<https://nasional.tempo.co/read/1085942/gatot-nurmantyo-saya-bicara-agama-sejak-jadi-pangkostrad>*
Dalam kesempatan itu, Gatot menegaskan ia menyinggung soal persatuan
partai-partai Islam di Indonesia hanya karena ada peserta dialog yang
bertanya soal hal itu. "Kalau partai-partai Islam ini bisa bersatu, kan,
alangkah indahnya. Bagaimanapun parpol itu rumahnya umat untuk
berpolitik," katanya.
Disinggung apakah dirinya berniat mempersatukan partai-partai Islam
dalam rangka pemilihan presiden nanti, Gatot menjawab diplomatis. "Wong
kendaraan politik /wae ora duwe/, /meh/ menyatukan (orang kendaraan
politik saja tidak punya, mau menyatukan)," ucap Gatot.
Meski tak punya partai politik, Gatot
<https://www.tempo.co/tag/gatot-nurmantyo>Nurmantyo
<https://www.tempo.co/tag/gatot-nurmantyo>tak keberatan jika diminta
menjadi penengah untuk bersatunya parpol Islam. "Kalau tujuan penyatuan
itu memang untuk kebaikan, jungkir balik pun akan saya lakukan," ujarnya.