Laporan dari Beijing

Merasakan atmosfir teknologi di kota Jiaxing
 Selasa, 8 Mei 2018 08:09 WIB
 
Ilustrasi - Perusahaan teknologi di China. (FOTO ANTARA/Audy Alwi)

Jiaxing (ANTARA News) - Kota Jiaxing terletak di bagian Utara di Provinsi 
Zhejiang, China bagian Timur.

Terletak tepat di posisi Grand Canal of China, Jiaxing berbatasan langsung 
dengan Hangzhou di Barat Daya, Huzhou di Barat, Shanghai di Timur Laut dan 
Provinsi Jiangsu di Utara.

Jiaxing adalah kota yang sangat penting di Delta Sungai Yangtze dan Kawasan 
Metropolitan Area, pusat Hangzahou Bay Rim Area dan Kawasan Metropolitan 
Hangzhou.

Secara historis, ketika 2.000 tahun lalu saat pemerintahan Dinasti Qin, Jiaxing 
telah diberkahi dengan kekayaan alam, sehingga dijuluki "Tanah Susu dan Madu" 
dan "Rumah Sutra".

Berjarak 92 kilometer dari Kota Shanghai, Jiaxing menawarkan atmosfir yang 
sangat berbeda.

Jika di Shanghai para pelancong disuguhi gemerlap lampu cahaya yang kelap-kelip 
khas kota metropolitan yang sangat padat, berbeda di Jiaxing yang cenderung 
sepi dan sunyi.

Para pelacong tidak akan merasakan hingar-bingar seperti di Shanghai atau 
Beijing, tetapi Jiaxing adalah kota yang sarat akan teknologi.

Terdapat sejumlah industri dan lembaga penelitian yang berpusat di Kota 
Jiaxing, seperti pusat perakitan telepon selular, tablet dan laptop PT Wingtech 
Communications; Jiaxing Science City, Zhejiang Institute of Advanced 
Technology, Chinese Academic of Science dan Zhejiang Future Technology 
Institute.

PT Wingtech Communications adalah perusahaan yang bergerak dalam perakitan 
perangkat keras gawai, seperti telepon pintar, tablet laptop dan komputer.

Produk utamanya adalah printed circuit board (PCB) yang melayani sejumlah merk 
baik merk China maupun dari negara barat, yang sangat akrab bagi pengguna 
gawai, terutama masyarakat Indonesia, seperti Xiaomi, Huawei, Lenovo, LG, 
Vodafone, Motorola dan lainnya.

Bukan hanya itu, perusahaan manufaktur itu juga memproduksi perangkat keras 
untuk kamera pengintai (CCTV), pengisi daya mandiri (power bank), pengeras 
suara, kamera ponsel pintar dan lainnya.

Factory Quality Section Chief of Wingtech Communications Group Limited Co Liu 
Xiaoqing mengatakan pihaknya telah melayani pembuatan perangkat keras ebih dari 
merk 10 merk gawai.

"Kami juga mengirimkan produk sampai Rusia dan Mexico," katanya.

Wingtech telah menjalin kerja sama di dengan sejumlah pemegang merk ternama dan 
industri tersebut telah melayani lebih dari 170 negara dan wilayah.

Perusahaan yang baru didirikan pada 2006 itu telah membukukan senilai 
menghasilkan 83,5 juta unit produk perangkat keras gawai sepanjang 2017 atau 
meningkat dari 2016, yaitu 65,50 juta unit.

Pabrik di Jiaxing sendiri berdiri di atas lahan seluas 140.000 meter dengan 
lebih dari 13.000 karyawan.

Sementara itu, cabang di kota lain, seperti di Shenzhen, tercatat 800 karyawan, 
Xian 300 karyawan, Shanghai R&D center 1.100 karyawan.



Pusat Pengkajian Teknologi

Tidak jauh dari lokasi Wingtech Communiacations, terdapat salah satu lembaga 
penelitian yang terbesar dari 56 lembaga penelitian di China, yatu Zhejiang 
Institute of Advanced Technology, Chinese Academic of Science.

Zhejiang Institute of Advanced Technology (ZIAT) didirikan oleh Pemerintah 
Provinsi Zhejiang, Chinese Academy of Sciences (CAS) dan Pemerintah Kota 
Jiaxing pada 23 November 2004.

Dengan dukungan 24 lembaga penelitian CAS, ZIAT saat ini sudah memiliki 25 
pusat teknik, tiga lembaga khusus, tiga media (platform) pelayanan publik di 
Provinsi Zhejiang dan laboratorium utama di Kota Jiaxing.

Dari bantuan tenaga peneliti CAS, ZIAT telah menghasilkan 63 start up dengan 
teknologi tinggi dengan modal yang dimiliki saat ini mencapai 161,15 juta yuan.

Selain itu, dari penelitian inkubasi ZIAT berhasil meraup 719 juta yuan dari 
penjualan dan menghasilkan pendapatan hingga 93,87 juta yuan.

Deputy Party Secretary ZIAT CAS Lu Yong menuturkan peningkatan yang sangat 
cepat di lembaga tersebut dikarenakan maraknya permintaan dalam penelitian dan 
pengembangan teknologi di China.

"Apabila suatu negara sudah menghasilkan PDB 10.000 dolar AS, maka permintaan 
akan penilitan, pengkajian dan pengembangan teknologi sangat banyak," katanya.

Karena itu, perkembangan yang pesat bukan karena sokongan dana dari pemerintah, 
tetapi karena banyaknya permintaan.

Lu menjelaskan pada awalnya lembaga tersebut mendapatkan subsidi dari 
pemerintah, namun saat ini sudah independen dan bahkan menyumbang ke kas 
pemerintah sebesar 10 juta yuan per tahun.

Jadi, saat ini ZIAT CAS sudah independen dengan pendapatan 150 juta yuan untuk 
operasional lembaga serta menggaji lebih dari 600 peneliti, di mana 120 
peneliti dengan gelar doktor dan 130 peneliti dengan gelar master.

"Pendapatan kita sudah cukup untuk kegiatan operasional dan tidak lagi 
mendapatkan subsidi dari pemerintah," katanya.

Terdapat tujuh fokus penelitian di ZIAT CAS, di antaranya komunikasi 
elektronik, internet, energi baru, komponen baru, kimia ramah lingkungan (green 
chemistry), pertanian modern, pembibitan beras dan lingkungan.

Lu menyebutkan sebanyak 70 perusahaan yang bekerja sama dalam menggunakan 
jasanya dalam peneilitian.

Dia menambahkan yang menjadi fokus tujuannya adalah bukan teknologi untuk 
produk yang murah, tetapi produk dengan kualitas yang tinggi.

Lembaga penelitian yang berpusat di Kota Jiaxing, yaitu Zhejiang Future 
Technology Institute (ZFTI) yang juga didirikan oleh pemerintah daerah setempat.

Pada awalnya, dalam sebuah survei di Laboratorium Tsinghua, pemimpin Departemen 
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zhejiang dan Pemerintah Kota Jiaxing meneliti 
tentang teknologi video stereoskopik yang memiliki tingkat keakuratan paling 
tinggi di dunia.

Terutama, dalam bidang rekonstruksi dan proyek penelitian tentang instumen 
mikroskopik ilmu otak yang menjadi bidang penelitian yang paling banyak 
dilakukan di dunia.

Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, mereka menyerahkan proposal untuk 
mengganti pencapaian teknologi menjadi tenaga produktif di Jiaxing.

Akhirnya pada Februari 2017, ZFTI didirikan oleh Pemerintah Kota Jiaxing, 
bersama dengan Pemerintah Distrik Nanhu dan Yangtze Delta Region Institute of 
Tsinghua University.

Asisten Manajer Pusat Penelitian ZFTI Dai Huihui mengatakan lembaga tersebut 
bertujuan untuk menggali model baru kerja sama antara universitas, institusi 
dan daerah dalam inovasi dan bisnis.

Produk-produk penelitian yang dihasilkan, di antaranya teknokogi 3D televisi, 
alat pembuat gerak film animasi secara real time, mikroskop, alat pembelajaran 
lalu lintas bagi anak, sensor anti-gangguan pantograf kereta rel listrik, alat 
pencari tahu bahan dari suatu benda dan lainnya.

"Visi kami adalah future media, future intelligence, future life yang bertujuan 
untuk menjadi pusat inovasi dan bisnis baru," katanya.

Saat ini ZFTI telah menghasilkan 100 juta yuan untuk mempromosikan 
industrialisasi pencapaian teknologi dan ditargetkan dana tersebut akan 
meningkat hingga 300-500 yuan dalam tiga tahun ke depan. 
Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Unggul Tri Ratomo

Produk dan budaya Indonesia akan dipamerkan di Guangzhou
 Selasa, 8 Mei 2018 08:20 WIB
 
Arsip Foto. Tempat penjualan produk batik di Paviliun Indonesia di CAEXPO di 
Nanning, ibu kota Guangxi, China, yang berlangsung 3-6 September 2013. (ANTARA 
News/Adi Lazuardi)

Beijing (ANTARA News) - Produk unggulan dan budaya Indonesia akan dipamerkan di 
China Plaza Zhongshan, Guangzhou, 11-13 Mei, sebagai bagian dari upaya promosi 
produk dan budaya Tanah Air ke masyarakat China.

"Pameran itu untuk menunjukkan kepada masyarakat China mengenai budaya 
Indonesia yang autentik dengan makanan, tari-tarian, dan, musik," kata Konsul 
Jenderal RI untuk Guangzhou Gustanto kepada Antara di Beijing, Selasa.

Selama pameran, ia menuturkan, pengunjung pameran akan bisa menikmati kopi, 
aneka makanan, dan sajian sarang burung walet yang berkhasiat bagi kesehatan 
tubuh dari Indonesia.

"Semua produk tersebut berasal dari Indonesia dan telah mendapatkan lisensi 
untuk dipasarkan di China," ujarnya, menambahkan perusahaan Indonesia yang 
berpartisipasi dalam pameran di Ibu Kota Provinsi Guangdong itu di antaranya 
Kapal Api, Mayora, Papatonk, Indomie, dan Jin Xi Hui.

Aneka produk kerajinan seperti barang kerajinan berbahan kayu gaharu yang 
beraroma khas juga akan dipamerkan dala acara tersebut. "Hal ini menunjukkan 
bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama hutan yang 
ditanami beragam jenis pepohonan," kata Gustanto.

Sementara maskapai penerbanganGaruda Indonesia dan Lion Air akan menjual paket 
wisata dari Guangzhou dan beberapa daerah lain di China menuju Jakarta, Bali, 
dan Manado dengan harga khusus di ajang tersebut.

Para pengunjung juga akan disuguhi berbagai jenis pertunjukan kesenian khas 
Nusantara di China Plaza Zhongshan.

"Tidak hanya menikmati makanan dan budaya khas Nusantara, para pengunjung juga 
akan mendapatkan kesempatan mengikuti undian dengan hadiah berupa tiket pesawat 
Garuda Indonesia dan Lion Air," kata Gustanto.

Baca juga: China siap impor 2 juta ton sawit Indonesia
  
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Maryati

Kirim email ke