Sejumlah wartawan dari Bali tinjau markas Alibaba
 Selasa, 8 Mei 2018 03:40 WIB
 
Dokumentasi Chairman Alibaba Group Chairman Alibaba Group Jack Ma berbicara 
tentang inovasi dan kekuatan berpikir pada Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama 
Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Manila, Filipina, Rabu (18/11/2015). (ANTARA 
FOTO/R. Rekotomo)

Hangzhou, China (ANTARA News) - Sejumlah awak media dari Bali berkesempatan 
mengunjungi markas utama grup Alibaba di Distrik Yuhang, Hangzhou, Senin, untuk 
mengetahui lebih lanjut langkah bisnis perusahaan dalam jaringan yang didirikan 
tahun 1999 tersebut.

Dalam kesempatan singkat itu, juru bicara Alibaba yang enggan disebutkan 
namanya memaparkan seluk beluk bisnis Alibaba di salah satu lab eksibisi yang 
menampilkan perjalanan perusahaan ketika mulai berdiri hingga menjelma menjadi 
salah satu perusahaan "e-commerce" raksasa dunia saat ini.

Manager muda berusia 30 tahun itu menjelaskan bahwa perusahaan yang 
memperkerjakan sekitar 50.000 orang tersebut saat ini membidik UKM di sejumlah 
kawasan seperti Asia Tenggara salah satunya di Indonesia.

Di Indonesia, grup Alibaba menggandeng mitra lokal, Lazada, untuk ikut 
memasarkan produk mereka mempertemukan dengan konsumen.

"Perusahaan lokal yang lebih tahu pasar, " ucap pria berkacamata itu.

Di sejumlah negara termasuk Indonesia, Alibaba juga mengembangkan sistem 
pembayaran nontunai atau Alipay yakni "Emtek" yang merupakan induk dari 
Blackberry Messanger (BBM).

"Semakin banyak orang Tiongkok berwisata ke luar negeri termasuk Indonesia, 
mereka bisa bertransaksi menggunakan Alipay," ucapnya.

Perusahaan itu mencatat per harinya pengiriman logistik ke seluruh dunia 
mencapai sekitar 50-60 juta barang dengan pasar utama paling banyak yakni di 
antaranya di kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara.

Untuk membantu inklusi keuangan Alipay juga menyediakan fasilitas kredit 
khususnya bagi pelaku bisnis pemula atau "start up" tanpa jaminan dengan nilai 
bervariasi tergantung potensi UKM.

Tidak jauh dari markas Alibaba, terdapat "Dream Town" atau kecamatan Impian 
karena menjadi inkubator bisnis bagi anak muda mengembangkan teknologi atau 
produk sesuai impian mereka dengan bantuan dana pemerintah.

Nantinya produk atau teknologi itu dapat diterima oleh Alibaba dan dipasarkan 
ke seluruh dunia melalui wadah aplikasi dalam jaringan itu. 
Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Kunto Wibisono

Kirim email ke