"Saya heran, jaman Gubernur Anies banyak sekali acara sewa hotel di luar kota. 
Apa di Jakarta Pemprov DKI tidak punya gedung untuk acara-acara? Bayangkan 
berapa puluh miliar sudah dihamburkan dan ini baru satu SKPD saja," terang 
Idris.

 ...
 Anies-Sandi diingatkan soal tata kelola anggaran 
https://www.merdeka.com/peristiwa/anies-sandi-diingatkan-soal-tata-kelola-anggaran.html
 
 Rabu, 9 Mei 2018 00:15Reporter : Fikri Faqih 
https://www.merdeka.com/reporter/fikri-faqih/

 HUT Satpol PP. ©Liputan6.com/Arya Manggala
 

 Merdeka.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 
http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Anies Baswedan-Sandiaga Uno telah lima 
bulan pula APBD DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 77 triliun. Namun, hingga kini baru 
Rp 10 triliun atau sekitar 14 persen anggaran terserap.
 BERITA TERKAIT
 Usai bertemu Anies, Ombudsman disebut sepakat penutupan Jalan Jatibaru 
https://www.merdeka.com/jakarta/usai-bertemu-anies-ombudsman-disebut-sepakat-penutupan-jalan-jatibaru.html
 PKS: Terlalu dini jika cawapresnya Anies Baswedan 
https://www.merdeka.com/politik/pks-terlalu-dini-jika-cawapresnya-anies-baswedan.html
 Anies sebut penghapusan diskon pajak lapangan golf demi keadilan masyarakat 
https://www.merdeka.com/jakarta/anies-sebut-penghapusan-diskon-pajak-lapangan-golf-demi-keadilan-masyarakat.html
 Koordinator Kawal Jakarta, Idris Ahmad mengatakan, setengah jumlah serapan 
digunakan untuk sekedar menggaji para pegawai. Belanja modal pun masih sangat 
minim terserap, yaitu di angka 3,1 persen saja.
 Berdasarkan website bappeda. jakarta 
http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/.go.id, pengeluaran belanja langsung pun 
banyak digunakan untuk program peningkatan, pemantapan, pemahaman, atau 
pemantauan. Di mana program tersebut sudah diwanti-wanti Presiden Joko Widodo 
untuk dikurangi karena outputnya tak efektif.
 "Boleh saja gubernur berjanji akan bahagiakan warga, tapi jangan awur-awurkan 
anggaran," kata Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/5).
 Tim riset Kawal Jakarta menemukan ada lima SKPD dengan serapan anggaran 
terbesar (per 8 Mei 2018), yaitu Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Biro 
Kesejahteraan Sosial, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian 
Penduduk, Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa, serta Badan Kesatuan Bangsa 
dan Politik.
 Dari temuan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik adalah SKPD dengan 
persentase kenaikan anggaran terbesar dari APBD tahun lalu, tahun 2017 Rp 28,7 
miliar sementara tahun 2018 sebesar Rp 107,7 miliar. Hingga kini, Bakesbangpol 
sudah menyerap Rp 30 miliar, sekitar 28 persen dari total anggaran untuk 
menjalankan program unggulannya.
 Namun, Idris mempertanyakan hingga kini tak ada laporan, baik bukti foto 
maupun bukti tertulis terkait kegiatan yang sudah dilaksanakan. Selain itu, 
seluruh kegiatan berjalan diadakan di luar kota, dengan paket lebih dari 3 hari 
untuk sekitar 100 peserta per satu kali kegiatan. Padahal, tahun lalu, kegiatan 
yang sama bisa dilaksanakan di dalam kota dengan menyewa fasilitas pemprov DKI 
yang hanya membayar retribusi.
 "Saya heran, jaman Gubernur Anies banyak sekali acara sewa hotel di luar kota. 
Apa di Jakarta Pemprov DKI tidak punya gedung untuk acara-acara? Bayangkan 
berapa puluh miliar sudah dihamburkan dan ini baru satu SKPD saja," terang 
Idris.
 Misalnya saja, 11 paket program Pelaksanaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat 
(FKDM) yang menghabiskan dana Rp 1,9 miliar dan 8 paket program Peningkatan 
Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik Dalam Rangka Kesetaraan Gender yang 
menghabiskan dana Rp 2,1 miliar. Padahal, tahun lalu, untuk dua program ini 
masing-masing menghabiskan dana hanya sekitar Rp 137 juta.
 "Dibutuhkan ketegasan pemimpin untuk evaluasi program di luar kota. Apa 
manfaatnya dan pengaruhnya untuk Jakarta? Kenapa tiba-tiba banyak kegiatan 
pemahaman-pemahaman lagi padahal Gubernur-Gubernur sebelumnya sudah kurangi 
karena dinilai menghamburkan uang," lanjut Idris.
 Idris juga menyayangkan gembar-gembor janji Gubernur Anies untuk membahagiakan 
warga Jakarta dari program-program prioritasnya. Alasannya, hingga kini, jika 
dilihat dari serapan anggaran, belum ada program prioritas Anies-Sandi yang 
berdampak langsung untuk peningkatan kualitas hidup warga. Sebagian besar 
kegiatan yang sudah berjalan merupakan keberlanjutan dari program pemimpin 
terdahulu. Memang tidak perlu disalahkan juga ketika program yang lama lebih 
baik dan efektif untuk diwujudkan.
 "Dilihat dari penyerapan anggaran, belum ada inovasi terasa dari pemerintahan 
sekarang," katanya.
 Ke depannya, Idris bersama tim Kawal Jakarta akan terus berkomitmen mengawasi 
penggunaan anggaran pemerintahan Anies-Sandi agar tak salah sasaran. Pemprov 
harus bisa gamblang menjelaskan penggunaan anggaran.
 
 "Jadi, tak hanya bisa menganggarkan saja, tapi bisa juga untuk 
mempertanggungjawabkan hasilnya untuk kebaikan publik," tutup Idris. [fik]
 

 

Kirim email ke