Wakapolri Laporkan Insiden 

 Sembako Maut Monas ke Jokowi
 

 Tim VIVA
 Selasa, 8 Mei 2018 | 10:38 WIB
 

 VIVA – Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Syafruddin menegaskan, Polri tetap akan 
menyelidiki kasus pembagian sembako maut di Monas, yang menewaskan dua orang 
anak tidak berdosa.

 

 Bahkan, tegas Komjen Syafruddin, mesti orangtua korban sudah mencabut 
laporannya, tetap akan dilanjutkan prosesnya.

 

 "Sudah diusut, enggak ada berhenti-berhenti itu semuanya. Mencari pelaku, 
enggak ada urusan mau cabut pelaporannya, mau apa tetap diusut oleh Polri, 
harus konsisten," kata Syafruddin di Istana Negara, Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

 

 Bahkan, karena kasus ini terus diusut, Wakapolri akan melaporkan juga hasil 
penyelidikan awal kepada Presiden Joko Widodo.

 

 "Ini saya juga mau lapor Presiden," katanya.

 

 Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia (FUI) menggelar acara Pesta Rakyat dan 
bagi-bagi sembako di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 28 April 2018. Dua 
anak menjadi korban, yaitu Mahesha Junaedi (12) dan M. Rizki Saputra (10) 
meninggal dunia, karena ikut antre sembako di Monas.

 

 Komariah yang merupakan ibu dari Rizki, sudah mengajukan pencabutan laporannya 
ke Polda Metro Jaya. Pencabutan ini dilakukan, setelah keluarga bersedia 
berdamai dengan terlapor, yakni panitia acara pembagian sembako dari Forum 
Untukmu Indonesia.
 

 Kuasa hukum Komariah, Irfan Iskandar membenarkan upaya perdamaian antara 
kliennya dengan pihak panitia. Meski demikian, ia membantah kuasa hukum sengaja 
memengaruhi ibu korban, agar mau menerima permintaan damai panitia acara karena 
iming-iming tertentu.

 

 Kemudian, Djunaidi, orangtua dari Mahesa Djunaidi, mengaku telah mengikhlaskan 
kejadian yang menimpa anaknya di Monas. Menurut Djunaidi, keluarganya sudah 
tidak ingin memperpanjang kasus, dengan menuntut balik panitia penyelenggara 
acara pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia itu.
 

Kirim email ke