http://ambonekspres.fajar.co.id/2018/05/08/cuti-lebaran-2018-terungkap-jadi-bukti-jokowi-kelabui-rakyat-kok-bisa/
Cuti Lebaran 2018 Terungkap Jadi Bukti Jokowi Kelabui Rakyat, Kok Bisa?

By ambon ekspress <http://ambonekspres.fajar.co.id/author/ameksadmin/>

Posted on 8 May 2018 @01:34

Presiden Jokowi

Comments
<http://ambonekspres.fajar.co.id/2018/05/08/cuti-lebaran-2018-terungkap-jadi-bukti-jokowi-kelabui-rakyat-kok-bisa/#respond>

*AMEKS ONLINE, JAKARTA* – Keputusan pemerintah menjadikan jumlah hari cuti
bersama Lebaran 2018 menjadi total 10 hari tidak sinkron dengan slogan
kerja, kerja, kerja yang selalu didengungkan.

Pagi tadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
(PMK) Puan Maharani membacakan putusan resmi pemerintah tentang cuti
bersama Lebaran 2018. Dalam putusan tersebut, total cuti bersama menjadi 10
hari terhitung mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2018.

Putusan ini, kata Puan, diambil dengan tetap mengiikuti Surat Keputusan
Bersama (SKB) 3 Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Putri pendiri bangsa Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menentang keras
putusan tersebut. Baginya, putusan ini diambil dari usulan yang tidak
bertanggung jawab dan tidak mendidik anak bangsa dengan baik tentang etos
kerja.

Bahkan pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno ini menilai putusan pemerintah
bertentangan dengan revolusi mental dan slogan “Kerja, Kerja, Kerja” yang
selalu didengungkan Presiden Joko Widodo.

“Ini bertentangan dengan revolusi mental. Bertolak belakang juga dengan
slogan ‘Kerja, Kerja, Kerja’,” ujarnya dilansir Rmol, Senin (7/5/2018).

Putusan libur cuti bersama yang panjang ini memperlihatkan bahwa ada
ketidaksinkronan kerja pemerintah. Antara apa yang diucapkan pemerintah
dengan fakta kebijakan yang diambil saling bertolak belakang.

“Kecuali kalau slogan ‘Kerja, Kerja, Kerja’ itu dibuat hanya untuk
mengelabui (rakyat),” tutupnya.
(ian/rmol/pojoksatu)

Kirim email ke