bagus juga ada fact checking seperti ini.

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 KesimpulanInformasi yang menyebut PT Bintang 8 Mineral (semestinya: PT 
Bintangdelapan Mineral) milik Prabowo Subianto tidak benar. Bukti-bukti formal 
yang ada tidak menunjukan hal itu. 

Sementara, informasi dengan tendesi bahwa perusahaan-perusahaan di wilayah 
Morowali lebih banyak menyerap TKA daripada tenaga kerja lokal juga tidak 
sesuai dengan data. Berdasarkan data, proporsi TKA dibandingkan dengan tenaga 
kerja lokal di wilayah Morowali masih kecil, hanya 9%, data per Maret 2018.

Artinya informasi dari melekpolitik.com atapun dari Fanpage Kata Kita masuk 
dalam kategori informasi yang salah (false) serta dipergunakan sebagai bahan 
membuat disinformasi.
  
  
 From: 'j.gedearka' j.gedearka@... [GELORA45] 
 Sent: Thursday, May 10, 2018 3:32 AM



   
  
  
 
https://tirto.id/benarkah-pt-bintang-8-mineral-milik-prabowo-amp-mayoritas-pakai-tka-cJ8c
 
https://tirto.id/benarkah-pt-bintang-8-mineral-milik-prabowo-amp-mayoritas-pakai-tka-cJ8c

 https://tirto.id/q/politik-bpt
 Benarkah PT Bintang 8 Mineral Milik 
 Prabowo & Mayoritas Pakai TKA?
 

 

 

 





 Fact Check tuduhan perusahan Prabowo di Morowali. FOTO/melekpolitik.com

 Oleh: Frendy Kurniawan - 9 Mei 2018
  

 Sebuah situsweb dan fanpage di Facebook menyebarkan informasi keterlibatan 
Prabowo dalam banyaknya Tenaga Kerja Asing di Morowali.
  
 tirto.id https://tirto.id/ - Situs melekpolitik.com pada 6 Mei 2018 menurunkan 
artikel berjudul "PT Bintang 8 Mineral, Penyerap Tenaga Kerja Asing Terbesar di 
Morowali Ternyata Milik Prabowo". Artikel itu memuat informasi bahwa perusahaan 
bernama PT Bintang 8 Mineral berlokasi di Pantai Desa Fatufia, Kecamatan 
Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah adalah milik Prabowo. Selain itu, 
disebutkan pula perusahaan tersebut lebih banyak menyerap tenaga asing 
dibanding tenaga lokal.

Artikel juga menampilkan foto yang beredar dan banyak dikomentari oleh 
warganet. Foto itu menampilkan keramaian buruh dengan seragam dan helmet warna 
kuning. Tujuannya jelas: seakan memberikan bukti mengenai banyaknya keberadaan 
TKA di perusahaan yang dituduhkan dimiliki Prabowo. 

Tidak hanya situs melekpolitik.com yang menggunakan cara sama menampilkan foto 
itu. Fanpage FB Kata Kita pada 6 Mei 2018 juga mengunggah foto serupa disertai 
dengan caption: "PT. BINTANG 8 MINERAL || MOROWALI NICKEL PROJECT, penyerap 
Tenaga Kerja Asing terbesar di morowali ternyata adalah milik PRABOWO SUBIANTO".
 Profil PT Bintang Delapan MineralBerdasarkan data akta perseroan Ditjen AHU 
nomor: AHU-AH.01.03-0109233 disebutkan bahwa PT. Bintangdelapan Mineral 
beralamat di Jl. Bulevar Gading Barat Blok LC 6/53, Kelapa Gading Barat, Kelapa 
Gading, Jakarta Utara. Perubahan terakhir dari akta perseroan ini yang tercatat 
di Ditjen AHU adalah 19 Desember 2016.

Nama tercantum secara resmi dalam akta adalah “PT Bintangdelapan Mineral”, 
bukan “PT Bintang 8 Mineral”. Alamat dalam akta juga tercatat berada di 
Jakarta, bukan di Morowali.

Juga tidak ditemukan nama Prabowo dalam akta perseroan PT. Bintangdelapan 
Mineral. Akta menyebut bahwa saham dimiliki PT Panca Metta (35%), PT 
Meltapratama Perkasa (35%), Halim Mina (20%) dan Hamid Mina (10%). Begitu pula 
dengan nama-nama pengurus perseroan tak ada nama Prabowo. Hamid Mina sebagai 
Direktur Utama, Mikhael sebagai Direktur; Huang Weifeng sebagai Komisaris; 
Letjen (Purn) Sintong Panjaitan menjadi Komisaris Utama dan Erfindo Chandra 
sebagai Wakil Direktur Utama dan Halim Mina sebagai Wakil Komisaris Utama.

Sementara berdasarkan dokumen akta perseroan AHU-AH.01.03-0200358, saham PT 
Panca Metta dimiliki Halim Mina (70%) dan Husin Ali (30%). Untuk PT 
Meltapratama, berdasarkan dokumen akta perseroan, AHU-45277.40.22.2014, saham 
perseroan dimiliki oleh Halim Mina (99,90%) dan Aprillia Astena (0,10%). Begitu 
pula dengan nama-nama pengurus perseroannya, tidak ada nama Prabowo Subianto 
dalam dua PT itu.

Artinya kabar yang beredar bahwa PT Bintangdelapan Mineral di Molowari sebagai 
perusahaan milik Prabowo Subianto tidak benar (false).

 Baca juga: 271 Proyek Strategis Dapat Investasi dari Cina
 Soal Jumlah Tenaga Kerja AsingSelain kepemilikan perusahaan, situs 
melekpolitik.com juga memberi informasi bahwa perusahaan yang disebut "PT 
Bintang 8 Mineral" itu menyerap lebih banyak tenaga asing daripada tenaga 
lokal. Namun mereka tidak menyebut secara rinci berapa jumlahnya, berikut data 
perbandingannya. Mereka langsung menyimpulkan begitu saja.

Berdasarkan data jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di wilayah Sulawesi Tengah 
dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Daerah Provinsi Sulewesi Tengah 
(Sulteng), Abdul Razak, tercatat per 1 Maret 2018 terdapat 3831 orang TKA di 
seluruh Sulteng. TKA itu tersebar di 318 perusahaan.

China mengirim TKA paling banyak yaitu 1.931 TKA di seluruh Sulteng. 
Negara-negara asal terbesar lainnya penyumbang TKA di Sulawesi Tengah adalah 
Jepang (243 orang); India (199 orang); Malaysia (133 orang) dan Australia (130 
orang).

Sementara di Morowali, total jumlah TKA per 1 Maret 2018 tercatat mencapai 
1.893 orang. Artinya sekitar 50,4 persen dari total keseluruhan TKA di wilayah 
Sulteng berada di Morowali.

Data TKA di Morowali itu bersumber dari informasi penempatan TKA yang 
mencantumkan keterangan penempatan "Morowali". Ada 819 orang yang mencatatkan 
"penempatan lintas provinsi mencantumkan Morowali"; 48 orang "penempatan hanya 
mencantumkan Morowali"; 6 orang "penempatan lintas kab/kota se-Sulteng”; dan 
1.020 orang "penempatan lintas provinsi, mencantumkan Morowali bersamaan dengan 
kab/kota lain di Sulteng”.

Abdul Razak menjelaskan TKA di Morowali merupakan jumlah total yang bekerja di 
perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam pengelolaan PT Indonesia Morowali 
Industrial Park (PT IMIP). Razak tidak menyebutkan secara detail jumlah TKA per 
perusahaan. Dia hanya menggarisbawahi: TKA di Morowali masuk dalam satu 
perhitungan melalui PT IMIP itu.

"Di dalam PT IMIP itu ada perusahaan di sana. Termasuk Bintangdelapan Mineral," 
ungkap Abdul Razak.

 Baca juga: Benarkah Tenaga Kerja Asing Mudah Masuk Indonesia?

Abdul Razak tidak menyebutkan keseluruhan perusahaan yang berada di kompleks PT 
IMIP itu. Namun ia menegaskan, PT Bintangdelapan Mineral termasuk salah satu 
perusahaan di kompleks kawasan industri tambang Morowali.

PT IMIP adalah perusahaan pengelola kawasan industri pertambangan, khususnya 
mineral nikel. Selain itu, PT IMIP merupakan perusahaan pengembang kawasan 
industri terintergrasi. Artinya, memang perseroan itu diplot sebagai perusahaan 
pengelola kompleks industri.

Data akta perseroan dari Ditjen AHU nomor: AHU-AH.01.03-0186918 mencatat bahwa 
PT IMIP sahamnya dimiliki oleh Shanghai Decent Investment (Group) Co. Ltd 
(49,7%), PT Bintang Delapan Investama (25,3%) dan PT Sulawesi Mining Investment 
(SMI) (25%). Presiden RI Joko Widodo sendiri tercatat meresmikan pabrik smelter 
nikel yang disebut sebagai kelompok kompleks industri tambang nikel Morowali ini

PT Bintang Delapan Investama adalah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam satu 
grup dengan PT Bintangdelapan Mineral. Orang acap menyebutnya sebagai kelompok 
Bintang Delapan Group. Apabila melihat struktur kepemilikan saham atau 
kepengurusan perusahaan, nama Halim Mina dan Hamid Mina menjadi dua orang 
kunci. Kedua nama itu hampir muncul di PT IMIP, PT SMI, PT Bintang Delapan 
Investama, PT Bintangdelapan Mineral termasuk ke anak-anak perusahaan lain. 
Baik sebagai sosok pemegang saham, ataupun masuk dalam kepengurusan perusahaan.

 Baca juga: Tenaga Kerja Asing sebagai Imbas dari Praktik Orde Baru

Artinya, dalam konteks perusahan-perusahaan tambang nikel di Morowali, kedua 
nama itulah yang mestinya disebut sebagai para "pemilik" perusahaan tambang itu.

Kembali kepada pertanyaan sebelumnya, benarkah perusahaan-perusahaan di 
Morowali lebih banyak menyerap tenaga kerja asing daripada tenaga kerja lokal?

Abdul Razak menjelaskan1.893 TKA di seluruh Morowali itu tidak sampai 10 persen 
dari total 21.996 tenaga kerja lokal, atau baru mencapai sekitar 9%. Artinya, 
proporsi TKA tidak tepat disebut lebih banyak diserap daripada tenaga kerja 
lokal.

Adanya kabar yang berkembang bahwa jumlah TKA di Morowali lebih besar daripada 
tenaga kerja lokal terjadi karena masih belum konsistennya pelaporan data 
tenaga kerja. Tidak semua TKA memiliki durasi kerja yang sama. Artinya ada 
peluang masuk-keluar TKA bahkan dalam durasi sebelum satu tahun.

 


“Karena selama ini, kan, kalau masyarakat luas itu hanya menghitung apa yang 
masuk. Nah, sementara Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) ini, kan, 
ada jangka panjang dan jangka pendek. Ada yang hanya tiga bulan, ada yang hanya 
enam bulan, ada yang satu tahun. Di sana itu, berdasarkan IMTA-nya, ada yang 
pulang. Nah itu, kondisi yang pulang ini yang tidak perlu dilaporkan, sedangkan 
yang masuk pun itu tidak rutin melaporkan,” tutur Abdul Razak.

Karenanya, untuk memperbaiki situasi yang berkembang soal TKA itu, Pemerintah 
Daerah Sulteng, mendorong agar laporan soal keluar-masuknya TKA itu menjadi 
lebih rutin dan teratur. Jika ini terjadi, data yang lebih baik soal TKA tentu 
akan mudah untuk dilaporkan kepada masyarakat.

“Makanya salah satu pembicaraan bapak Gubernur adalah meminta supaya rutin 
melaporkan. Kan ada kewajiban perusahaan [untuk melaporkan], wajib lapor 
ketenagakerjaan,” katanya.

Namun dari semua itu, Abdul Razak menggarisbawahi, semua TKA yang telah masuk 
ke Morowali (dalam kasus data legal dan mendapatkan IMTA) pasti berasal dari 
RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing). RPTKA sendiri perizinan 
pertamanya berasal dari pemerintah Pusat, yakni Kementerian Tenaga Kerja. 
Secara prinsip, sebelum keluar IMTA, pasti sudah ada terlebih dahulu RPTKA.

“Jadi semua yang punya IMTA pasti punya RPTKA,” pungkasnya.

 Baca juga: Polemik Tenaga Kerja Asing

 KesimpulanInformasi yang menyebut PT Bintang 8 Mineral (semestinya: PT 
Bintangdelapan Mineral) milik Prabowo Subianto tidak benar. Bukti-bukti formal 
yang ada tidak menunjukan hal itu. 

Sementara, informasi dengan tendesi bahwa perusahaan-perusahaan di wilayah 
Morowali lebih banyak menyerap TKA daripada tenaga kerja lokal juga tidak 
sesuai dengan data. Berdasarkan data, proporsi TKA dibandingkan dengan tenaga 
kerja lokal di wilayah Morowali masih kecil, hanya 9%, data per Maret 2018.

Artinya informasi dari melekpolitik.com atapun dari Fanpage Kata Kita masuk 
dalam kategori informasi yang salah (false) serta dipergunakan sebagai bahan 
membuat disinformasi.

======

Tirto mendapatkan akses pada aplikasi CrowdTangle yang memungkinkan mengetahui 
sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi 
viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi 
penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta. 

News Partnership Lead Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo, mengatakan, alasan 
pihaknya menggandeng Tirto dalam program third party fact checking karena 
Tirtomerupakan satu-satunya media di Indonesia yang telah terakreditasi oleh 
International Fact Cheking Network 
https://tirto.id/setelah-lolos-verifikasi-ifcn-tirtoid-raih-penghargaan-adinegoro-cDNx
 sebagai pemeriksa fakta.
 
Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Frendy 
Kurniawan


 (tirto.id - Politik) 

Reporter: Frendy Kurniawan
Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Zen RS












Kirim email ke