Dag-dig-dug Pemilu Malaysia
Oleh: Dahlan Iskan
KAMIS, 10 MAY 2018 05:10 | EDITOR : EBIET A. MUBAROK
 
Dahlan Iskan (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)


Berita Terkait
  a.. Imam Pindah di Mihrab Nabi
   
  b.. Sensasi Salat di Tempat ImamDISWAY - Posisi terakhir 50:50. Tapi Najib 
Razak mungkin menang tipis. Itulah up date dari teman saya di Malaysia. Kemarin 
sore. Hanya beberapa jam sebelum pemilu yang mendadak dilakukan tanggal 9 Mei. 
Mendadak? Awal bulan lalu pun putusan kapan pemilu belum diketahui. Suka-suka 
yang lagi berkuasa menentukannya.

Belum pernah Pemilu Malaysia seketat ini. Selama 63 tahun Barisan Nasional (BN) 
selalu menang mudah. Apalagi ketika Mahathir Mohamad masih menjadi tokoh utama 
BN.

Kini Mahathir di pihak oposisi. Gara-gara skandal korupsi di 1MDB: perusahaan 
negara yang dibentuk Perdana Menteri Najib Razak. Kadernya Mahathir sendiri. 
Nilai korupsinya lebih hebat dari e-KTP di negaranya Via Vallen: sekitar Rp 9 
triliun.

Tapi Najib lagi berkuasa. Sehebat-hebat serangan Mahathir kekuasaan masih 
menentukan. Apalagi yang berkuasa itu lagi  bergelimang uang. Persis seperti 
hasil survei Denny JA di Indonesia. Yang diumumkan kemarin. Skandal korupsi 
tidak banyak memengaruhi sikap pemilih. Ya sudah. Nasib. Tapi Najib tidak bisa 
menang mudah kali ini. Harga-harga bahan pokok terus naik. Juga karena bulan 
depan Najib menerapkan pajak baru: PPN.

Dua tambang suara Najib tergerus kali ini: Johor dan Sabah. Selama ini 26 kursi 
DPR dari Johor hanya satu yang lepas. Tapi sekarang ini muncul tokoh baru di 
Johor. Anak muda. Umur 25 tahun. Populer sekali. Berada di kubu Mahathir. 
Namanya: Syed Saddiq.

Waktu saya satu minggu di Johor dua bulan lalu saya tahu: nama ini benar-benar 
idola. Dia putra mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yasin. Saya 
beberapa kali bertemu dengannya.

Saddiq lulusan International Islamic University. Juga lulusan Royal Military 
Collage. Dua-duanya di Malaysia. Waktu kuliah Saddiq selalu juara debat. 
Jabatannya saat ini: Presiden Pemuda Partai Pribumi Bersatu. Ayahnya jadi 
presiden di partai itu. Mahathir jadi chairman-nya.

Di Sabah yang memiliki 25 kursi DPR, juga muncul tokoh anti Najib. Namanya: 
Shafei Apdal. Tahun 2015 dia dipecat Najib. Dari posisi menteri daerah dan 
pedesaan. Juga dipecat dari wakil presiden partai. Tahun lalu Apdal mendirikan 
partai di Sabah: Partai Warisan Sabah. Mottonya: Sabah Kita Punya. Hasil survei 
terakhir:  setidaknya Apdal saja bisa merebut 10 dari 25 kursi itu. “Mahathir 
lebih mampu memahami kita,” katanya.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Pekan, Najib menyerang Mahathir. Rakyat 
harus ingat betapa diktatornya Mahathir saat menjadi perdana menteri. Dalam 
pidato terakhirnya kemarin, di Langkawi, Mahathir membalas: tapi saya bukan 
pencuri.

Mahathir, 92 tahun, hanya berpidato 18 menit. Dia mengaku lagi tidak enak 
badan. Demam. Mahathir juga baru diturunkan dari panggung kampanye. Lalu 
diperiksa polisi. Mahathir memilih panggung Langkawi: dari situlah kejayaan 
Malaysia dia mulai. Saat seluruh kepala negara Asia Pacific berkumpul di situ: 
APEC.

Ejekan juga dilontarkan Najib pada Nurul Izzah. Anak tokoh oposisi yang lagi di 
penjara, Anwar Ibrahim. Yang bikin geger di Pemilu 2008. Saat umurnya masih 27 
tahun. Belum lama lulus kuliah elektro dan dari John Hopkin University. Izzah 
mengalahkan tokoh yang sudah tiga periode menang di dapil Lembah Pantai, dekat 
Kuala Lumpur: Shahrizat Abdul Jalil. Yang juga pula menjabat menteri wanita. 
Bahkan  Izzah menang lagi di Pemilu 2013.

Kini Izzah pindah dapil. Ke Pematang Pauh. Dapil ayahnya dulu. Di Pulau Penang. 
Maka Najib pun mengejek Izzah sebagai penakut. Lari dari Lembah Pantai.. 
Tanda-tanda oposisi akan kalah.

Izzah membalas. Kepindahannya itu untuk menunjukkan akal bulusnya penguasa. 
KPU-nya Malaysia memang mengubah peta dapil di Lembah Pantai. Kampung-kampung 
yang banyak dihuni keluarga polisi dimasukkan ke dapil itu. Mengubah-ubah peta 
dapil memang permainan yang canggih di pemilu. Ya sudah. Lihat saja hasilnya 
besok. Sambil nonton Rara di Liga Dangdut Indonesia.(dis)

(bj/*/bet/JPR)

Kirim email ke