Menkopolhukam: tahanan teroris menyerah tanpa syarat
 Kamis, 10 Mei 2018 08:32 WIB
 
Menkopolhukam Wiranto (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Menkopolhukam Wiranto menyebutkan sebanyak 155 
narapidana dan tahanan teroris di Mako Brimob menyerah tanpa syarat setelah 
aparat keamanan memberikan ultimatum kepada mereka.

Saat memberikan keterangan resmi pemerintah di Mako Brimob, di Depok, Jabar, 
Kamis pagi, mantan Panglima TNI itu menegaskan tak ada negosiasi kepada teroris 
tersebut sejak kerusuhan terjadi pada Selasa (8/5) malam.

"Bukan negosiasi, tetapi ultimatum," kata Wiranto didampingi Kepala BIN Budi 
Gunawan dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

Wiranto menegaskan saat ultimatum pertama, sebanyak 145 langsung menyerah 
sedangkan 10 orang melakukan perlawanan tetapi setelah diserbu semua 
menyerahkan diri.

Sementara sebelumnya pada Rabu seorang teroris tewas. Kerusuhan itu juga 
membawa korban jiwa lima anggota polisi.

Ia juga menyebutkan Polri telah mengambil kembali 30 pucuk senjata yang sempat 
dikuasai para teroris. "Senjata itu bukan senjata organik militer atau 
kepolisian, tetapi hasil sitaan dari aparat keamanan saat operasi penanganan 
terorisme sebelumnya," kata Wiranto.

Wiranto bersyukur bahwa operasi penanggulangan teroris tersebut berlangsung 
dengan baik.

Baca juga: Wakapolri: 156 narapida teroris terlibat dalam penyanderaan

Baca juga: Wakapolri: operasi di Mako Brimob berakhir 
Pewarta: Budi Setiawanto
Editor: Unggul Tri Ratomo

Kirim email ke