Seluruh Teroris Mako Brimob Dipindahkan ke Nusakambangan 
https://news.detik.com/berita/4013941/seluruh-teroris-dari-mako-brimob-dipindahkan-ke-nusakambangan
 
 

 Operasi Pengambilalihan Mako Brimob oleh Polri Berakhir 07.15

 

 Kompas.com - 10/05/2018, 08:01 WIB

 

 JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menghentikan operasi di Rutan Cabang Salemba Mako 
Brimob pada Kamis (10/5/2018) pukul 07.15.

 

 Operasi terkait peristiwa penyanderaan sejumlah anggota Polri di Rutan Cabang 
Salemba yang sudah dilakukan sejak Selasa (8/5/2018).

 

 "Titik operasi sudah berakhir pada pukul 07.15 tadi. Ini pertemuan pertama 
saya kepada masyarakat," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin di Mako Brimob, Jawa 
Barat, Kamis pagi.

 

 Dalam melakukan penanganan, lanjut dia, kepolisian mengedepankan upaya 
persuasif dan kepala dingin.

 

 "Saya selalu katakan kepada semua tim dari semua unsur untuk berkepala dingin, 
walaupun teman-teman gugur dan lakukan upaya persuasif walaupun teman-teman 
dibantai secara sadis," ujarnya.

 

 Sebelumnya, sandera terakhir yaitu Bripka Iwan Sarjana telah dibebaskan dalam 
terluka sekitar pukul 12.00. Ia kemudian langsung dibawa ke RS Polri, Kramat 
Jati, Jakarta Timur.

 

 Insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua berawal dari keributan antara 
tahanan dan petugas kepolisian.

 

 Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme 
saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa.

 

 Ketika itu, pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana 
terorisme. Akibat insiden tersebut, lima polisi gugur dan satu narapidana 
tewas. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut 
senjata petugas. 

 

 Editor : Kurnia Sari Aziza

 

 

 

 On Wednesday, May 9, 2018 7:03 PM, ajeg wrote :


 Sampai berita ini diposting negosiasi masih berlangsung.

-

 Panglima TNI hingga Dirjen Lapas Datangi Wiranto 
 

 Wiranto: Kalau Ada yang Terbunuh, Ya Urgen
 

 -


 5 Polisi dan 1 Narapidana Terorisme Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob 
 

 Kristian Erdianto 
 Kompas.com - 09/05/2018, 16:00 WIB
 
 
 JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri 
Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat korban jiwa dalam insiden 
keributan antara narapidana terorisme dan beberapa polisi di Markas Korps 
Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam.

 

 Menurut Iqbal, lima polisi gugur dan satu narapidana kasus terorisme tewas 
dalam insiden tersebut. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan 
dan merebut senjata petugas.

 

 "Kami sampaikan bahwa kejadian insiden ini memakan korban jiwa. Ada lima rekan 
kami dan satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya 
kepolisian karena melawan dan mengambil senjata petugas," ujar Iqbal saat 
memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako 
Brimob, Rabu (9/5/2018).

 

 Saat ini, kata Iqbal, enam jenazah sudah di bawa ke RS Polri, Kramat Jati, 
Jakarta Timur.

 

 "Rekan kami yang gugur saat ini sudah di RS Polri Kramat Jati," kata Iqbal.

 

 Sementara itu, hingga pukul 15.45 WIB masih ada satu anggota polisi yang 
disandera oleh narapidana terorisme di dalam rutan Mako Brimob.

 

 Namun, ia memastikan pihak kepolisian telah mengamankan situasi sehingga tidak 
akan melebar ke luar area Mako Brimob. Selain itu, proses negosiasi pun masih 
terus dilakukan.

 

 "Satu rekan kami masih di dalam sedang disandera saat ini di tengah situasi 
kondusif kami dapat mengamankan situasi dan memblokir tahanan tersebut sehingga 
tidak melebar keluar. kami terus melakukan negosiasi," ucapnya.

 

 Iqbal menuturkan insiden antara narapidana terorisme dan beberapa polisi 
berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian.

 

 Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme 
saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa. Ketika itu pihak keluarga 
bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme.

 

 "Bahwa pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan," 
ujar Iqbal.

 

 Iqbal menegaskan, sesuai standar prosedur operasional, seluruh makanan yang 
berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui pemeriksaan.

 

 "Sesuai SOP memang makanan diverifikasi oleh kami apakah ada barang-barang 
lain, itu terjadi keributan, cekcok," kata Iqbal.

 

 Saat terjadi keributan beberapa petugas polisi disandera. Ada enam polisi yang 
disandera sejak kemarin dan senjata diduga direbut oleh para tahanan narapidana 
teroris.

 

 "Sehingga langkah-langkah yang kami ambil pertama melakukan upaya kepolisian 
untuk mengendalikan situasi. Alhamdulillah situasi sejak kemarin hingga hari 
ini sangat terkendali karena kami mengutamakan upaya persuasif yaitu negosiasi 
kepada beberapa tahanan yang ingin dan mau diajak untuk komunikasi," tuturnya.

 

 Penulis : Kristian Erdianto

 Editor : Sabrina Asril

 



  

Kirim email ke