Mahathir Mohamad: Malaysia Negosiasi Ulang Kesepakatan Dengan China

 

 JUM'AT, 11 MEI 2018 , 10:13:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI
 

 RMOL. Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad menyebut bahwa 
Malaysia mungkin akan menegosiasikan kembali beberapa kesepakatan dengan China.

 
 

 Mahathir mengatakan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinannya kemungkinan 
akan membalikkan beberapa kebijakan yang diterapkan oleh koalisi Barisan 
Nasional yang sebelumnya dipimpin oleh Najib Razak, termasuk di antaranya pajak 
barang dan jasa yang sangat tidak populer.

 
 Pria berusia 92 tahun itu mengatakan pada konferensi pers bahwa dia mendukung 
inisiatif Belt and Road China (BRI). Namun dia juga mengatakan bahwa Malaysia 
memiliki hak untuk merundingkan kembali beberapa perjanjian dengan Beijing, 
jika diperlukan.
 
 "Kami tidak memiliki masalah dengan itu (BRI), kecuali tentu saja kami tidak 
ingin melihat terlalu banyak kapal perang di daerah ini karena kapal perang 
menarik kapal perang lainnya," katanya seperti dimuat The New York Times.
 
 Malaysia sendiri merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari komitmen 
investasi China di Asia tersebut dan mengamankan USD 34,2 miliar proyek 
infrastruktur terkait BRI. Besarnya nilai tersebut mendorong kritikus untuk 
menuduh Mantan Perdana Menteri Najib Razak telah "menjual" Malaysia kepada 
lokomotif Asia.
 
 Ditanya tentang gagasan renegosiasi, juru bicara kementerian luar negeri China 
Geng Shuang tidak langsung membahas masalah itu, tetapi mengatakan hubungan 
kedua negara berkembang dengan baik.

 

 "Ini patut dihargai dan dijaga oleh kedua belah pihak," kata Geng. [mel]
 

 

Kirim email ke