BREAKING NEWS! Bom bunuh diri di tiga gereja: 'Pelaku memeluk petugas dan bom 
meledak' http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44097913 55 menit lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44097913#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44097913#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44097913#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-44097913
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44097913#share-tools




 Hak atas fotoDETIKCOM/ISTIMEWAImage captionSejumlah motor terbakar akibat 
ledakan bom di gereja GKI di jalan Arjuno, Surabaya, Minggu (13/05) pagi. Bom 
bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, menewaskan dua orang dan melukai belasan 
orang lainnya, kata pejabat kepolisian.
 Menurut polisi, setidaknya dua orang tewas, termasuk pelaku, dan belasan 
lainnya mengalami luka-luka dalam serangan bom bunuh diri yang dilaporkan 
terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.
 Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel 
Madya Utara, Surabaya, dan selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak 
di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, serta tidak lama kemudian bom meledak di 
gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.
 "Yang meninggal dunia, sejauh ini, satu orang pelaku diduga bom bunuh diri, 
dan seorang jemaat," kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, 
kepada wartawan, Minggu (13/05).
Hak atas fotoKOMPAS.COMImage caption"Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, 
ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan "Pulang! Pulang!" Kata seorang 
saksi. "Yang terluka, tiga orang polisi dan 11 warga sipil. Peristiwanya di 
sekitar pukul 07.30 pagi, yang pertama di Gereja Katolik Santa Maria," 
tambahnya.
 Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu 
ke waktu setiap jam.
 'Saya melihat pelaku: perempuan..." Seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa 
Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom 
meledak.
 "Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar 
teriakan "Pulang! Pulang!" Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di 
sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah," ungkapnya kepada wartawan 
BBC, Jerome Wirawan.
 Sementara saksi lainnya, seperti dilaporkan Detik.com, mengaku melihat seorang 
perempuan membawa dua anaknnya yang dilihatnya "meledakkan dirinya di depan 
halaman" Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .
 "Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas," kata 
satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).
 Awalnya, menurutnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman 
gereja, tetapi ibu itu tetap mencoba masuk. "Tiba-tiba saja ibu itu memeluk 
petugas," ungkapnya.
 "Tiba-tiba meledak," ungkap Antonius.
 Belum ada keterangan polisi terhadap kesaksian Antonius tersebut.
 Berita ini masih terus diperbaharui.


 

 

Kirim email ke