Satu Tahun Ahok Dipenjara, Pengamat: Dia Tetap Nomor Satu 
http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/141695/satu-tahun-ahok-dipenjara-pengamat-dia-tetap-nomor-satu
 
 Minggu, 13 Mei 2018 | 05:05 WIB
 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://www.netralnews.com//news/megapolitan/read/141695/satu-tahun-ahok-dipenjara-pengamat-dia-tetap-nomor-satu

 

 

 
NNC/Adiel ManafePengamat politik, Arbi Sanit.

 

 JAKARTA, NNC - Mantan Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama 
http://www.netralnews.com/news/tag/basuki%20tjahaja%20purnama (Ahok) masih 
menjalani hukuman penjara karena kasus penistaan agama. Pada Rabu (9/5/2018), 
genap setahun Ahok terkurung di rutan Mako Brimob 
http://www.netralnews.com/news/tag/mako%20brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 
 Menanggapi hal itu, pengamat politik Arbi Sanit 
http://www.netralnews.com/news/tag/arbi%20sanitmengatakan, setelah bebas nanti, 
Ahok harus bangkit dan membuktikan diri bahwa penjara tak membuatnya terpuruk.
 "Tunjukkanlah, bahwa kebebasan dia mampu menghadapi segala macam problema. Dia 
harus buktikan bahwa penjara bukan akhir dari segalanya," kata Arbi kepada NNC, 
Sabtu (12/5/2018).
 Pembuktian yang dimaksud Arbi, yakni Ahok tampil kembali sebagai seorang 
pemimpin. Pasalnya ia menilai, sosok kepemimpinan Ahok tak pernah hilang meski 
berada dibalik jeruji besi.
 "Selama dipenjara tidak mengurangi rasa simpati dan kekaguman orang akan 
kepemimpinan dia. Karena dia sendirinya sudah diberkahi untuk menjadi pemimpin 
bagi bangsa dan negara. Diberi fungsi kehadirannya di dunia untuk berguna bagi 
masyarakat, bangsa dan negara," ucap dia.
 Bahkan Arbi berpendapat, dalam hal kepemimpinan di generasi Ahok, mantan 
anggota DPR itu masih menjadi nomor satu. "Coba sekarang anda daftar 
orang-orang yang seangkatan dengan Ahok, dimana letak Ahok? Pasti nomor satu, 
gak mungkin dia paling bawah atau di tengah, karena dia paling atas dia 
posisinya, tetap nomor satu," ujarnya.
 Karenanya, Arbi mengatakan, pemerintah dan masyarakat tak boleh menyia-nyiakan 
potensi yang dimiliki Ahok. "Saya pikir sayang negara ini, kalau potensinya 
mubasir, gak boleh dimubasirkan. Negara dan masyarakat gak boleh menyia-nyiakan 
dia. Karena kesempatan gak banyak," paparnya.
 Begitupun dengan Ahok, lanjut Arbi, mantan Bupati Belitung Timur itu harus 
sadar bahwa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.
 "Itu tanggung jawab dia sebagai orang yang diberkahi Tuhan. Kalau dia keluar 
mau jadi pebisnis, boleh saja. Dia juga punya hak untuk kabur dari 
tanggungjawab itu, misalnya dia ingin menikmati hidup, sendiri atau bersama 
orang-orang yang dicintai, bisa saja seperti itu," pungkasnya.
 "Tapi itu bukan perintah nasib yang diturunkan, diberikan kepada dia. Bukan 
itu takdirnya. Takdirnya menyumbang kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dia 
diberikan tanggungjawab untuk itu dan tak bisa mengelak," tutupnya.

 
 Reporter : Adiel Manafe
 Editor : Widita Fembrian

 

Kirim email ke