*h**ttp://video.tribunnews.com/view/52097/saksi-mata-pelaku-wanita-taruh-bom-di-tubuhnya-dan-2-anaknya?_ga=2.217505246.977416088.1526192044-1940600505.152227113
<http://video.tribunnews.com/view/52097/saksi-mata-pelaku-wanita-taruh-bom-di-tubuhnya-dan-2-anaknya?_ga=2.217505246.977416088.1526192044-1940600505.152227113>*
*6* Bom di Surabaya <http://video.tribunnews.com/topic/bom-di-surabaya/> Saksi
Mata: Pelaku Wanita Taruh Bom di Tubuhnya dan 2 Anaknya

Minggu, 13 Mei 2018 10:08 WIB

TribunWow.com



*TRIBUN-VIDEO.COM <http://TRIBUN-VIDEO.COM>* - Tiga bom meledak di tiga
Gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

Tiga gereja <http://www.tribunnews.com/tag/gereja/> yang dibom, yakni di
Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya pukul 07.15 Wib, kemudian
GKI di Jl Dipinegoro 07.45 Wib dan GPPS Jl Arjuno 07.50 Wib.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, ada
tiga bom yang meledak di Surabaya, dalam waktu yang hampir bersamaan.

"Semuanya terjadi di gereja, ledakan bom berurutan," ujar Barung di Jl
Ngagel Madya Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

*Baca: BREAKING NEWS: Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Katolik di Surabaya,
2 Korban Tewas
<http://video.tribunnews.com/view/52094/breaking-news-bom-bunuh-diri-meledak-di-gereja-katolik-di-surabaya-2-korban-tewas>*

Untuk korban, sementara ada dua orang meninggal dunia dan 13 orang luka.

Mereka sudah dilarikan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Kami terus update kejadian ini, semenyara masih dilajukan sterilisasi,"
tegas Barung. (Surya/Fat)

Ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl
Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/2018) diduga berasal dari pelaku bom
bunuh diri.

Informasinya, pelaku ada seorang perempuan yang datang ke gereja
<http://www.tribunnews.com/tag/gereja/> bersama dua orang anak.

*Baca: Dua Perempuan yang Hendak Menusuk di Mako Brimob Bawa Surat, Isinya
Buat Geger Publik
<http://video.tribunnews.com/view/52093/dua-perempuan-yang-hendak-menusuk-di-mako-brimob-bawa-surat-isinya-buat-geger-publik>*

"Dia mendekat ke geraja, mau masuk, tapi kemudian dilarang oleh petugas,
diminta keluar di area gereja," cerita Didin, jemaah GKI yang sebelumnya
akan mengikuti misa jam 08.00 WIB.

Kemudian mereka berdiri di sekitaran parkir sepeda motor yang berada di
badan jalan Diponegoro.

Tak lama, bom pun meledak.

"Informasinya, bom juga ada di tubuh anak-anaknya," tandas Didin.

Saat ini, kondisi tubuh ketiganya dalam kondisi tercerai berai dan masih
ada di depan gereja. *(*)*

Kirim email ke