Banyak cerita radikalisme itu justru didapat dari kegiatan pengajian sekolah 
ataupun universitas, contoh seperti dibawah:
---Ahmad tidak mengenal Dita secara langsung. Namun, menurut dia, apa yang 
dilakukan Dita merupakan akumulasi paham radikalisme yang sudah tertanam sejak 
SMA, melalui kegiatan berkedok pengajian. 
....Ahmad lalu menceritakan pengalamannya mengikuti pengajian semasa kuliah di 
Universitas Airlangga Surabaya. Saat itu, kata dia, peserta pengajian dicuci 
otaknya mengenai pentingnya menegakkan Negara Islam Indonesia. 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180514131350-20-298072/kesaksian-adik-kelas-sma-soal-radikalisme-pelaku-bom-gereja


    On Tuesday, May 15, 2018, 11:07:21 AM PDT, [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:  
 
 Kalo orang islam ga mau agamanya dituduh, ya itu urusan intern mereka untuk 
memperbaikinya. jangan salahkan orang yang berpendapat demikian. Memang mereka 
pengebom bunuh diri itu melaksanakan apa yang diyakiininya benar. Buktinya 
sampai berani bunuh diri, itu kan ajaran islam yang didapatnya dari 
ulama2.Bersihkan dari dalam diri anda sendiri.



---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :

Fahri Hamzah memberi advise melakukan teror bunuh diri dibulan suci? Dan bulan 
suci dimulai 15 Mei....... wow sekarang ini juga.
---
"Mengapa mereka tidak menunggu mati di bulan suci? Untuk itu, aparat harus 
bertindak tegas dengan menumpas habis sel-sel teroris di Indonesia," tukasnya.
....
Teroris Diprogram untuk Rusak Islam
   
   -    

  

Kirim email ke