Fahri Hamzah memberi advise melakukan teror bunuh diri dibulan suci? Dan bulan suci dimulai 15 Mei....... wow sekarang ini juga. --- "Mengapa mereka tidak menunggu mati di bulan suci? Untuk itu, aparat harus bertindak tegas dengan menumpas habis sel-sel teroris di Indonesia," tukasnya. .... Teroris Diprogram untuk Rusak Islam - Tue, 15 May 2018 - 14:47 WIB Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Foto: zone)
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaku teror bom dinilai tidak memahami syariat Islam, tidak memiliki ulama dan tidak mengerti syariat dalam perang. Sebab, mereka menyerang rumah ibadah, membunuh wanita dan anak-anak. "Mereka bukan orang Islam. Mereka hanya 'robot' yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam," kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya, Selasa (15/5). Menurutnya, semua yang dilakukan oleh para teroris tersebut jelas dilarang dalam perang dan damai. Bahkan, syariat dalam hidup yang damai pun para teroris sama sekali tidak paham. "Mereka menganggap diri membela agama. Akan tetapi tidak punya rujukan, tidak bermazhab bahkan tidak paham bahasa Arab. Para pelaku teror bom biasanya baru terungkap hidupnya setelah meninggal," ujarnya. Mereka biasanya tertutup, jarang bergaul, dikenal sebagai orang biasa-biasa saja dan tidak aktif berorganisasi sosial maupun politik. Selain itu, para pelaku adalah orang-orang yang punya dunia sendiri dan tidak pernah tidak terlacak sebelumnya. "Menumbuhkan jenggot memang mudah, tidak usah dicukur. Atau memakai celana cingkrang bagi laki-laki dan cadar bagi perempuan. Mereka melakukan itu untuk mengelabui manusia, meski sebenarnya mereka sama sekali tidak paham akan agama Islam," tandasnya. Sebab jika mereka mengerti apa yang dilarang agama, lanjutnya, tentu tidak mungkin menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan anak-anak. Dia juga menegaskan, bila pelaku memang ingin mati syahid, tentu tidak akan menyerang tempat yang diharamkan agama. "Mengapa mereka tidak menunggu mati di bulan suci? Untuk itu, aparat harus bertindak tegas dengan menumpas habis sel-sel teroris di Indonesia," tukasnya. (Saktia Andri Susilo/CN33/SM Network)
