https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-
5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449
Selasa, 15 Mei 2018 19:08 WIB
Utang Luar Negeri RI Tumbuh Lagi Jadi Rp
5.021 T
Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#komentar>
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis:
Andhika Akbarayansyah
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4022007/utang-luar-negeri-ri-tumbuh-lagi-jadi-rp-5021-t?_ga=2.111709508.1723531543.1526407449-1471162352.1526407449#komentar>
*Jakarta* - Bank Indonesia (BI) hari ini merilis data utang luar negeri
(ULN) kuartal I 2018. ULN akhir kuartal I tercatat US$ 358,7 miliar atau
setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000) yang terdiri dari
gabungan utang pemerintah dan swasta.
Jumlah utang ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar
US$ 184,7 miliar atau sekitar Rp 2.585 triliun. Kemudian untuk utang
swasta tercatat US$ 174 miliar atau sebesar Rp 2.436 triliun.
BI menyebut jumlah ULN ini tumbuh 8,7% melambat dibandingkan dengan
pertumbuhan kuartal sebelumnya 10,4%. "Perlambatan ini disebabkan oleh
ULN pemerintah dan swasta yang lebih rendah dibanding kuartal
sebelumnya," tulis keterangan resmi BI dikutip, Selasa, (15/5/2018).
*Baca juga: *Utang Luar Negeri RI US$ 181 M, dengan Kurs Sekarang Jadi
Berapa Rupiah?
<https://finance.detik.com/read/2018/05/08/175217/4011136/5/utang-luar-negeri-ri-us--181-m-dengan-kurs-sekarang-jadi-berapa-rupiah>
Bank sentral menyebutkan perkembangan ULN ini tetap terkendali dengan
struktur yang sehat. Ini terlihat dari rasio ULN terhadap produk
domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2018 yang tercatat di kisaran 34%.
Sementara itu berdasarkan jangka waktu, ULN Indonesia akhir kuartal I
2018 tetap didominasi ULN jangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari
total ULN.
"BI bersama pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke
waktu untuk mengoptimalkan peran ULN untuk mendukung pembiayaan
pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas
perekonomian," jelas dia.
Melambatnya pertumbuhan ULN swasta terjadi akibat sektor industri
penglolahan dan sektor pengadaan listrik, gas dan uap air panas.
Pertumbuhan ULN sektor industri penglolahan pada kuartal I 2018 tercatat
4,4% dan 19,3% lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.
Sementara itu untuk pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan
pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan
pertumbuhan kuartal sebelumnya.
Hingga akhir kuartal I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 181,1
miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki
oleh non-residen sebesar US$ 124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing
sebesar US$ 56,3 miliar.
*Baca juga: *BI: Pemerintah Harus Tingkatkan Ekspor
<https://finance.detik.com/read/2018/05/07/142635/4008875/4/bi-pemerintah-harus-tingkatkan-ekspor>
ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat US$ 3,8 miliar dari
kuartal sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari
penerbitan Global Sukuk sebesar US$ 3 miliar, yang di dalamnya termasuk
dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$ 1,25
miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.
Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada
kuartal I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan
investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang
peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating
and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018. *(dna/dna)* utang luar
negeri <https://www.detik.com/tag/utang-luar-negeri/>