Bung Sunny,
Gouw Jam Hok ?
Salam,
KH

2018-05-15 22:50 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> *Bukan berita baru tentang pelecehan sex jemaah perempuan disana. Pada
> masa pemerintahan pres Soekarno dilarang wanita naik haji sendirian harus
> bersama suami atau orang tua laki-laki dan harus pegang tangang erat-erat
> selama di sana waktu menjalankan ibadah agama, sebab banyak orang di sana..
> Bukan itu saja, tetapi karena banyak wanita dari Indonesia hilang waktu
> melakukan ibadah haji. Demikian keterangan menteri Soebandrio kepada
> sejumlah wartawan di istana negara, diminta juga supaya beritanya tidak
> disiarkan, sebab akan bisa memberikan gambaran tidak baik keadaan disana. *
>
>
> *Kurang lebih demikian beritanya. Hal ini diceritakan oleh ex wartawan
> Antara di Moskow pada zaman pemerintahan pres. Soekarno, Almarhum G J Hok..
> Alm G.J Hok diusir dari tugasnya di Moskow oleh attache militer RI ketika
> Soeharto naik tachta kekuasaan. G.J Hok meninggal di Stockholm*.
>
>
> http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43268073
>
>
> Pelecehan seks jemaah perempuan saat berhaji: mengapa bisa terjadi, apa
> yang bisa dilakukan?
>
> Lies Marcoes-Natsir Feminis Muslim Indonesia, direktur Rumah Kitab
>
>    -
>
>    3 Maret 2018
>
> Hak atas foto BBC/DaviesSurya
>
> Aksi #MosqueMeToo yang disuarakan Sabica Khan asal Pakistan dan disambut
> dukungan Mona Eltahawy, wartawati Amerika Mesir, seharusnya menggema luas
> dari rongga bumi Indonesia.
>
>
>
> Sebab, bagaimanapun, Indonesia adalah pengirim jamaah haji terbesar di
> dunia. Indonesia juga salah satu negara dengan penduduk Muslim paling
> progresif dalam kaitannya dengan perlindungan terhadap perempuan dalam isu
> kejahatan seksual.
>
> Karenanya Indonesia seharusnya bisa menjadi pelopor penghentian praktik
> kejahatan seksual kepada perempuan jamaah haji di Tanah Suci!
>
>    -
>
>    Perempuan dari berbagai negara, juga Indonesia, ungkap pelecehan
>    seksual ketika berhaji <http://www.bbc.com/indonesia/majalah-43186861>
>    -
>
>    Main curang di Rumah Tuhan : Kisah-kisah terluputkan dari perjalanan
>    haji <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41183923>
>    -
>
>    Surat korban pelecehan seksual bertentangan dengan keterangan Paus
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42957700>
>
> Tagar #MosqueMeToo yang viral dalam beberapa hari belakangan ini
> menegaskan kekerasan seksual selama ibadah haji bukanlah dongeng tak
> bersumber. Para peneliti dari berbagai negara pengirim jamaah bisa
> mengumpulkan pengalaman-pengalaman traumatik perempuan terkait kejahatan
> seksual yang dialaminya.
>
> Namun hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menghapus mitos
> bahwa nasib buruk jamaah haji di Tanah Suci merupakan cerminan atas
> perbuatan mereka di tempat asalnya.
>
> Sebab tanpa menghapus mitos serupa itu praktik kejahatan seksual kepada
> jemaah perempuan di Tanah Suci ini niscaya akan terus tertutup rapat.
> Jangankan mencari solusi, sedang untuk menceritakan peristiwa itu
> dibutuhkan keberanian seperti Sabica Khan.
>
> Hak atas foto Inpho Image caption Kabah di tengah masjidil haram,
> dikelilingi bangunan-bangunan modern raksasa.
>
> Sejauh yang pernah saya dengar, sesungguhnya sudah sangat lama
> perempuan-perempuan dari dunia Islam memendam kisah tentang fakta pelecehan
> seksual di tempat yang seharusnya menjadi arena meningkatnya spiritualitas
> manusia.
>
> Namun, pemerintah Arab Saudi atau negara-negara asal para jamaah haji itu
> yang seharusnya telah lama mengetahui terjadinya berbagai pelecehan seksual
> yang dialami jemaah haji setiap tahun, tidak pernah menempuh jalan keluar
> sistemik.
>
> Kampanye global anti kekerasan seksual #MeToo saat ini menjadi momentum
> yang dapat menggema luas di dunia Islam agar perempuan jamaah haji dari
> berbagai belahan dunia bisa terhindar dari penghinaan atas tubuh dan
> kedaulatannya.
>
> Harapan serupa itu patutlah digarisbawahi dengan tinta tebal. Terutama
> karena kemungkinan untuk meredupkannya kembali juga tak kurang-kurang. Ini
> dapat dilihat dari stigma yang justru diarahkan kepada para korban, sepinya
> respons negara-negara Islam, dan jenis solusi yang ditawarkan.
> Hukum karma?
>
> Banyak pemuka agama, pejabat negara, maupun sesama jamaah sendiri seperti
> melakukan persekongkolan jahat dengan menghidupkan mitos bahwa pengalaman
> pelecehan seksual sang perempuan saat berhaji merupakan teguran Tuhan atau
> balasan atas perbuatan buruknya di tempat asal masing-masing.
>
> Dan dengan berlindung kepada mitos serupa itu negara pengirim jamaah atau
> Arab Saudi sebagai negara penyelenggara ibadah haji, secara sengaja
> melakukan pembiaran yang terencana atas fakta kekerasan seksual yang
> dialami jamaah perempuan ini.
>
> Alih-alih membantu korban dengan penanganan trauma atau berupaya menindak
> pelaku, korban malah distigma sebagai pelaku kejahatan seksual di tempat
> asalnya.
>
> Anehnya, meski dalam ajaran Islam tak dikenal konsep hukum karma, dalam
> kasus-kasus seperti itu justru karma dijadikan sebagai jawaban atas nasib
> buruk yang dialami perempuan korban kekerasan seksual selama mereka
> berhaji.
>
> Bayangkan, jika seorang perempuan mengalami perkosaan ketika sedang
> berhaji, maka stigma yang akan disandangkannya adalah ia pernah menjadi
> pezina di masa lalunya. Sudah barang tentu, dengan kuatnya mitos serupa
> itu, hanya perempuan seteguh Sabica Khan yang berani bicara kepada publik
> melalui tagarnya #MosqueMeToo.
>
> Bahkan setelah ia melaporkan pengalamannya pun ia merasakan kekhawatiran
> yang amat sangat bahwa ia akan mengalami ancaman fisik lanjutan.
>
> Kuatnya mitos bahwa apa yang dialami di Tanah Suci, termasuk pengalaman
> atas pelecehan dan kejahatan seksual itu merupakan karma masing-masing
> orang, jelas akan menyuburkan dan melanggengkan praktik kekerasan seksual
> kepada perempuan selama berhaji.
>
> Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa negara negara Muslim tak menganggap
> peristiwa ini sebagai kejahatan yang harus dipersoalkan.
>
> Hak atas foto BBC/DaviesSurya
> Pemisahan perempuan dan pria saat berhaji
>
> Ada dalil lain yang cukup masuk akal mengapa pelecehan seksual bisa
> terjadi. Jumlah jamaah haji jumlahnya jutaan orang. Berjejalnya manusia
> menciptakan situasi yang seakan memungkinkan terjadinya pelecehan.
>
> Tapi jika penyelenggara memiliki mekanisme yang baik dalam penanganan haji
> niscaya ada yang dipikirkan sebagai solusi daripada menghidupkan mitos soal
> karma.
>
> Salah satu solusi yang diwacanakan adalah cara yang pragmatis seperti
> melakukan pemisahan ruang gerak perempuan dan pria saat berhaji. Atau
> memberlakukan jam ibadah yang berbeda bagi keduanya dan membangun arena
> tawaf sa'i yang terpisah.
>
> Padahal pemisahan itu justru akan mempersulit dan merugikan perempuan
> untuk menjalankan ritual ritual hajinya. Sebab perempuan bukanlah pihak
> yang dianggap penting dalam formasi ibadah. Dalam shalatpun mereka
> diposisikan di belakang.
>
> Pemisahan ruang tanpa pemikiran yang matang dilihat dari aspek gendernya
> hanya akan mengesampingkan perempuan dari Ka'bah: jika tidak ditempatkan di
> belakang, mereka akan menempati 'jembatan layang' paling atas dalam arena
> tawaf (mengelilingi Ka'bah) dan sya'i (berlari kecil dari bukit Safa dan
> Marwa).
>
> Pemisahan tempat antara jemaah haji lelaki dan perempuan juga riskan
> terjadinya pemerkosaan dan penculikan oleh lelaki oknum jamaah haji atau
> dari lelaki non-jemaah seperti *muqimin* (pemukim) atau penduduk setempat
> yang mencuri kesempatan dalam kesempitan.
>
> Hak atas foto KARIM SAHIB/AFP/Getty Images
> Penjagaan lembaga internasional
>
> Pilihan lain yang paling masuk akal adalah melakukan penjagaan secara
> seksama oleh lembaga-lembaga internasional yang berwenang dalam mengatasi
> pelecehan seksual.
>
> Jika ini diterima maka pertama-tama harus ada pengakuan dari jamaah/umat
> Islam di seluruh dunia bahwa pelecehan seksual di Tanah Suci adalah sebuah
> kenyataan dan itu adalah kejahatan, bukan takdir.
>
> Adanya pengakuan serupa ini akan berimplikasi kepada kewajiban untuk
> melakukan pengawasan serta tersedianya lembaga pelapor kekerasan seksual di
> tingkat dunia internasional yang beroperasi di Tanah Suci.
>
> Laporan-laporan itu kemudian wajib ditindak-lanjuti oleh penyelenggara,
> dalam hal ini pemerintah Saudi.
>
> Jika gagasan ini diterima, maka lembaga internasional seperti PBB atau
> khususnya lembaga yang terkait dengan perlindungan perempuan dari
> kekerasan, dan lembaga HAM Internasional lainnya, harus mendapatkan akses
> untuk ikut mengawasi jalannya penyelenggaraan haji.
>
> Sebetulnya sudah cukup lama muncul usulan, terutama disuarakan oleh Iran,
> agar Tanah Suci tidak dimonopoli oleh pemerintah Saudi sendiri. Iran
> meminta agar Saudi membuka akses kepada negara-negara asal jamaah untuk
> ikut mengelola Mekkah.
>
> Namun, pemerintah Saudi bersikukuh mempertahankan posisi sebagai penguasa
> tunggal atas Tanah Suci umat Islam sedunia itu.
>
>    -
>
>    Ribuan orang klaim jadi korban pelecehan seks pastor Katolik di
>    Australia <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38877912>
>    -
>
>    Guru spiritual India ditahan atas tuduhan perkosaan
>    <http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41376618>
>    -
>
>    Lima hal tentang dana haji dan kontroversinya
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40778194>
>
> Kini, makin terungkapnya fakta-fakta kekerasan seksual selama berhaji
> mungkin bisa menjadi momentum bagi negara-negara asal jemaah untuk meminta
> kewenangan dalam ikut melindungi warga negara mereka dari perundungan
> seksual, sebagaimana juga terjadi para tenaga kerja yang bekerja di luar
> negeri.
>
> Dengan adanya kewajiban untuk mematuhi hukum internasional terkait
> kekerasan seksual kepada perempuan, pemerintah Saudi memiliki berkewajiban
> untuk menyediakan mekanisme hukum dalam menindak pelaku.
>
> Hak atas foto AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images Image caption Sejumlah
> jemaah perempuan ketika berdesakan di depan kabah
>
> Tentu saja, itu berarti Saudi dan negara-negara pengirim jamaah haji juga
> memiliki satu standar yang sama dalam memaknai kekerasan seksual itu.
> Misalnya dengan mengambil standar hukum internasional dalam mendefinisikan
> kekerasan seksual seperti "*against her will*" "tindakan kekerasan yang
> melawan kehendak si perempuan untuk bebas dari pelecehan".
>
> Arab Saudi dan negara-negara yang mengirimkan jamaahnya untuk berhaji juga
> harus memiliki standar yang sama tentang konsep dan praksis kekerasan
> berbasis gender dan menjadikannya sebagai materi-materi bimbingan haji.
>
> Demikian juga hal yang sama harus diberlakukan kepada para petugas haji,
> pemukim dan warga setempat yang ikut menjadi bagian dari penyelenggara haji
> untuk patuh pada hukum internasional soal pencegahan dan penindaan
> kekerasan seksual itu.
>
> Tanpa adanya upaya itu, jamaah haji akan tinggal dengan keyakinan yang
> kuat bahwa Tanah Suci bukanlah tanah yang aman bagi perempuan.
> ------------------------------
>
> Artikel-artikel semacam ini akan hadir berkala di BBC Indonesia, karya
> berbagai penulis, mencakup beragam tema. Tulisan-tulisan itu merupakan
> pandangan pribadi penulis sepenuhnya.
>
>
>
> 
>

Kirim email ke