Iramanya tidak mengutuk teroris............, tetapi kesenjangan sosial,
kesalahan pemerintah kok
terjadi kesenjangan sosial........



2018-05-15 22:39 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> *??? radikal komunis? hehehehe*
>
> http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/
> 05/16/p8s7uc330-rhoma-irama-jangan-tuding-islam-itu-teroris-atau-radikal
> Rhoma Irama: Jangan Tuding Islam Itu Teroris Atau Radikal
>
> Rabu 16 Mei 2018 01:30 WIB
>
> Red: Bilal Ramadhan
>
>
> [image: Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama]Ketua Umum Partai Idaman
> Rhoma Irama
>
> Foto: Republika/Putra M. Akbar
>
> *Rhoma mengimbau seluruh pihak harus introspeksi, baik pemerintah dan
> masyarakat*
>
> REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teror yang terjadi sejak pemberontakan
> teroris di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua Depok pada Selasa
> (8/5), hingga bom bunuh diri di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Minggu
> (13/5) dan Senin (14/5) disesalkan Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama.
>
> "Teror tidak direkomedasikan oleh seluruh agama, terutama Islam. Karena
> Allah SWT secara eksplisit mengatakan 'barang siapa yang membunuh satu
> manusia yang tidak berdosa, maka seakan-akan telah membunuh seluruh
> manusia," kata Rhoma dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa
> (15/5).
>
>
>
> Ia menilai, aksi teror tersebut merupakan kekejian yang tidak bisa
> dikait-kaitkan dengan agama apapun, apalagi Islam. Rhoma mengatakan, jangan
> sampai peristiwa teror yang dilakukan oleh oknum umat Islam menjadi
> tudingan terhadap Islam.
>
> Sebab, kata dia, jika hal itu dibiarkan maka akan berkembang menjadi
> kerusakan kerukunan antar umat beragama. Kelompok oknum radikal,
> menurutnya, ada di semua agama.
>
> "Dalam rangka kerukunan antar umat beragama, jangan menuding dan menuduh
> Islam itu teroris atau Islam itu radikalis," katanya.
>
> Raja dangdut ini menambahkan, memberantas terorisme tidak bisa dilakukan
> secara sporadis. Persoalan terorisme, menurut dia, harus dilihat akarnya.
>
> Rhoma berpendapat, biasanya teroris bisa merupakan bentuk protes atau
> bentuk perlawanan dari kaum yang lemah terhadap arogansi yang kuat. Karena
> itu, kata dia, perlu intropeksi apakah selama ini keadilan telah
> ditegakkan. Mulai dari keadilan politik, ekonomi dan budaya.
>
> "Apakah kita sekelompok ini telah melakukan toleransi secara
> sungguh-sungguh terhadap perbedaan, apakah kesenjangan politik, sosial,
> budaya masih terjadi atau tidak, diskriminasi terhadap berbagai aspek
> kehidupan masih terjadi atau tidak," kata Rhoma.
>
> Semua harus instropeksi, baik pemerintah, elemen masyarakat, elemen-elemen
> bangsa, ini harus dijadikan intropeksi sehingga tidak berkembang semakin
> besar, katanya.
>
>
>
> 
>

Kirim email ke