Prasangka pada "Ninja"....? 2018-05-16 7:23 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > Prasangka terhadap Muslim pasca Aksi Terorisme > <https://kumparan.com/bagas-bukhand-bagus/prasangka-terhadap-muslim-pasca-aksi-terorisme> > Bagas Bukhand Bagus <https://kumparan.com/bagas-bukhand-bagus> > > Selasa 15 Mei 2018 - 19:36 > <https://kumparan.com/bagas-bukhand-bagus/prasangka-terhadap-muslim-pasca-aksi-terorisme> > > > Saat ini, Muslim dan Islam sedang menjadi objek dan sasaran prasangka dari > masyarakat sekitar. Kasus pemberontakan di Brimob Kelapa Dua, upaya > penusukan yang dilakukan oleh dua orang wanita bercadar kepada polisi, > hingga beberapa kasus pengeboman di Surabaya membuat masyarakat menjadi > was-was akan keberadaan ‘mereka’ di sekitar lingkungan masyarakat. > Prasangka merupakan merupakan sikap negatif yang ditujukan pada individu > yang didasarkan pada keanggotaan individu tersebut. Kesamaan agama dan > penampilan pada kasus diatas, membuat mereka yang menggunakan cadar, atau > mengenakan atribut yang menunjukkan apabila mereka muslim (sarung, kopiah, > celana cingkrang, cadar, dll.), mendapat stigma negatif di mata masyarakat > seperti dicap sebagai bagian dari kaum radikal dan teroris yang kemudian > berkembang menjadi perilaku yang diskrimantif. Sterotip merupakan > kepercayaan akan individu yang kemudian digerelisasikan kepada seluruh > individu yang memiliki keanggotaan yang sama, sedangkan diskriminasi > merupakan perilaku negatif yang ditujukan pada mereka yang telah disterotip. > Salah satu penyebab munculnya prasangka ialah adanya pengalaman traumatis > pada individu yang berprasangka. Perngalaman traumatis inilah yang membuat > pemikiran individu mengategorikan label ‘musuh’ kepada Individu lain. > Seseorang yang mengalami pengalaman traumatis cenderung akan bersikap > defensif, cemas dan takut kepada sesuatu yang dia anggap ‘musuh’. Banyaknya > pemberitaan di media massa dan online mengenai kasus terorisme membuat > masyarakat luas kian was-was akan keberadaan teroris yang kemudian > menimbulkan adanya diskriminasi dan sterotip yang berkembang luas di > masyarakat. > Video penggeledahan seorang santri dan penurunan wanita bercadar dari > dalam bis merupakan kasus berkembangnya prasangka pada kaum muslim. Tetapi, > jika dilihat dari waktunya, untuk dianggap diskriminasi rasanya kurang > tepat. Mengapa? Karena apa yang sebenarnya dilakukan oleh aparat kepolisian > merupakan bentuk preventif atau pencegahan terhadap adanya ancaman terkait > terorisme, selama apa yang dilakukan aparat masih sesuai prosedur dan tidak > menyebabkan adanya kerusakan baik dalam fisik maupun mental, hal itu > bukanlah sebuah perilaku diskriminasi. > Memang benar saat ini umat muslim sedang menjadi objek prasangka, tetapi > bukan berarti umat muslim harus menutup mata dan bersikap denial dengan > peristiwa teror atas nama agama. Banyaknya pernyataan “Teroris bukan Islam” > merupakan suatu pernyataan yang tidak tepat. Islam memang tidak pernah > mengajarkan terorisme, tetapi banyaknya tafsiran dan pemahaman yang kurang > matang menyebabkan timbulnya bibit-bibit fundamentalisme (dimana mereka > menganggap diri mereka eksklusif dan memandang individu yang berbeda dari > mereka sebagai sosok yang lebih rendah dibanding mereka) dalam beragama. > > Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan? Untuk melawan teroris, kita > mwmbutuhkan senjata, tetapi untuk melawan terorisme, kita membutuhkan > pendidikan. Pendidikan beragama yang toleran, welas asih dan penuh kasih > sayang adalah salah satu bentuk pencegahan akan terorisme yang dapat kita > implementasikan dalam kehidupan kita. > > > >
