https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180518165114-78-299374/terburuk-di-asia-rupiah-terperosok-ke-rp14156-per-dolar-as


Terburuk di Asia, Rupiah Terperosok ke Rp14.156 per Dolar AS

*Yuli Yanna Fauzie*, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 18:16 WIB


Bagikan :

Nilai tukar rupiah ditutup pada posisi Rp14.156 per dolar Amerika Serikat
(AS) pada akhir perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (18/5).(CNN
Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar *rupiah
<https://www.cnnindonesia.com/tag/rupiah>* ditutup pada posisi Rp14.156 per
dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan pasar spot hari ini,
Jumat (18/5). Posisi ini melemah 0,7 persen atau 98 poin dari penutupan
perdagangan kemarin, Kamis (17/5) di posisi Rp14.058 per dolar AS.

Pelemahan rupiah merupakan yang terburuk diantara mata uang negara di
kawasan Asia. Diikuti rupee India yang melemah 0,43 persen, yen Jepang
minus 0,21 persen, dan baht Thailand minus 0,12 persen.

Lalu, renmimbi China minus 0,1 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen,
peso Filipina minus 0,05 persen, dan dolar Singapura minus 0,01 persen.
Sedangkan won Korea Selatan berhasil menguat 0,32 persen dari dolar AS.


Sementara, beberapa mata uang negara maju juga terpantau menguat, seperti
rubel Rusia 0,15 persen, euro Eropa 0,11 persen, dan dolar Australia 0,01
persen. Sedangkan pound sterling Inggris minus 0,09 persen dan dolar Kanada
minus 0,05 persen.
Lihat juga:

Kenaikan Suku Bunga Acuan Tambah Beban Pengusaha
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180518123553-92-299218/kenaikan-suku-bunga-acuan-tambah-beban-pengusaha/>


Berdasarkan kurs referensi* Bank Indonesia (BI)
<https://www.cnnindonesia.com/tag/bank-indonesia>*atau Jakarta Interbank
Spot Dollar Rate (Jisdor) turut melemah 33 poin di angka Rp14.107 per dolar
AS dari sebelumnya Rp14.074 per dolar AS.

Adapun pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan proyeksi sejumlah
analis dan ekonom yang sebelumnya memperkirakan akan ada penguatan tipis
setelah BI mengerek suku bunga acuannya* (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR)*
sebesar 25 basis poin (bps).

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan pelemahan rupiah terjadi
karena besarnya dampak dari faktor eksternal dan internal. Dari sisi
internal, Agus bilang, sentimen datang dari defisitnya neraca perdagangan
Indonesia pada April 2018 sebesar US$1,6 miliar.
Lihat juga:

Rupiah Kian Melemah, IHSG Tutup Pekan di Zona Merah
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180518162715-92-299342/rupiah-kian-melemah-ihsg-tutup-pekan-di-zona-merah/>


"Kami pahami ini adalah reaksi dari pelaku usaha karena melihat sinyal
ekonomi yang membaik, karena persiapan Ramadan, dan adanya tekanan," ujar
Agus di Kompleks Gedung BI.

Sementara dari eskternal, tekanan tetap berasal dari rencana kenaikan suku
bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve hingga tiga kali sampai
akhir tahun ini. "Mungkin akan menaikkan tiga kali, tapi bisa terjadi kalau
AS inflasinya meningkat, bisa terjadi kenaikan Fed Fund Rate hingga empat
kali," katanya.

Kendati rupiah kembali melemah, namun Agus memastikan bahwa bank sentral
nasional senantiasa ada di pasar untuk menjamin ketersediaan likuiditas.
*(agi)*

Kirim email ke