https://www.antaranews.com/berita/711499/sandiaga-uno-ingin-patahkan
-mitos-ramadhan
Sandiaga Uno ingin patahkan
"mitos Ramadhan"
Sabtu, 19 Mei 2018 21:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Susylo Asmalyah)
.... akan mematahkan mitos, kalau Ramadhan hingga Idul Fitri pasti harga
bawang di Jakarta naik. Saya patahkan itu...
Brebes, Jawa Tengah (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga
Uno, menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menstabilkan harga
bawang merah di daerah itu saat Ramadhan hingga Lebaran 2018.
"Saya akan mematahkan mitos, kalau Ramadhan hingga Idul Fitri pasti
harga bawang di Jakarta naik. Saya patahkan itu," katanya, saat
kunjungan kerja ke Brebes, Jawa Tengah, Sabtu. Brebes adalah sentra
utama nasional untuk bawang merah, salah satu komoditas sayuran dan
bumbu masakan utama Indonesia.
Ia mengatakan, pemerintah Provinsi DKI akan memasok ketersediaan bawang
merah minimal 120 ton sehari sebagai upaya menjaga ketersediaan
komoditas itu di pasaran Jakarta.
Perhatian pemerintah Provinsi DKI terhadap pedagang dan pembeli, kata
dia, tidak hanya pada penanganan banjir dan kemacetan tetapi juga
mengenai stabilitas harga bahan pokok, termasuk kepastian pasokan bawang
merah.
"DKI Jakarta, akan membutuhkan pasokan bawang merah sebanyak 120 ton per
hari atau 360.000 ton per bulan. Kalau pasokan bawang dari Brebes
terlambat datang selama dua jam saja maka harga komoditas itu akan naik
sekitar 10 persen," katanya.
Menurut dia, untuk memastikan pasokan bawang dari Brebes ke Jakarta agar
tetap stabil maka pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjajagi kontrak
pangan, dalam artian saling mengisi ketersediaan pasokan pangan dengan
Pemkab Brebes.
"Apalagi, jarak antara Jakarta dan Brebes transportasinya sudah lancar
dan hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam sehingga tidak terjadi
fluktuasi harga dengan tata niaga yang dibangun lebih baik," katanya.
Bupati Brebes, Idza Priyanti, mengaku bangga dengan kedatangan Uno itu
yang akan melakukan kontrak pengadaan pangan.
"Brebes tidak hanya berkutat dalam produk unggulan bawang merah saja
tetapi juga telor asin, kupat blengong, batik, bahkan pariwisata," katanya.
Ia mengatakan pasokan bawang merah (/brambang/, bahasa Jawa) di Brebes
sangat berlimpah bahkan ketika pada Januari-Februari 2018 sempat
harganya anjlok karena panen raya, di sejumlah daerah yang sudah meniru
menanam komoditi itu.
Kendati demikian, kata dia, masalah anjloknya harga bawang merah dapat
diatasi dengan kepedulian para aparatur sipil negara yang membeli
komoditi itu secara serentak seharga Rp15.000 per kilogram.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Kabupaten Brebes,
Juwari, menilai kehadiran Uno sebagai bentuk keseriusan pemerintah
mengangkat derajat bawang merah.
"Dengan kualitas dan kuantitas bawang merah di Brebes yang berlimpah,
apa yang menjadi permintaan Pemprov DKI Jakarta akan dipenuhi para
petani," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018