*Beras dalam gudang Bulog dimakan tikus dan oleh sebab itu persedian
menjadi sangat kurang, jadi harus diimpor untuk mengatasi kekurangan yang
disebabkan oleh tikus-tikus jahanam. Menurut keterangan tikus-tikus pemakan
beras terorganisasi dan sangat licik, sulit mereka ditangkap sekalipun
banyak perangkap diletakan sana sini. Mereka pandai mengabaikan perangkap.
Jadi barangkali tidak ada jalan lagi dan juga tidak salah kalau kita terima
aktivitas para tikus dengan hati terbuka sebagai suatu takdir, karena
bagaimana pun tikus-tikus itu adalah mahluk ciptaan illahi.*


https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4033581/buwas-cadangan-beras-di-gudang-bulog-15-juta-ton



Selasa, 22 Mei 2018 22:00 WIB
Buwas: Cadangan Beras di Gudang Bulog 1,5 Juta Ton

Rina Atriana - detikFinance


[image: Beras Bulog/Foto: Lamhot Aritonang] Beras Bulog/Foto: Lamhot
Aritonang

<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4033581/buwas-cadangan-beras-di-gudang-bulog-15-juta-ton#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4033581/buwas-cadangan-beras-di-gudang-bulog-15-juta-ton#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4033581/buwas-cadangan-beras-di-gudang-bulog-15-juta-ton#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4033581/buwas-cadangan-beras-di-gudang-bulog-15-juta-ton#komentar>

*Jakarta* - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso hari ini, Selasa
(22/5/2018) bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Usai bertemu JK, Budi
menjelaskan cadangan beras di gudang Bulog saat ini.

"Hari ini ada di gudang Bulog untuk cadangan itu 1,5 juta (ton). Itu yang
ada di kita untuk cadangan saja. Sedangkan yang beredar di luar lebih
besar, kan 94 persen itu ada di luar," kata Budi di Kantor Wakil Presiden,
Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (22/5/2018).

*Baca juga: *JK ke Buwas: Kalau Stok Diperkirakan Kurang, Ya Harus Impor
<https://finance.detik.com/read/2018/05/22/213329/4033544/4/jk-ke-buwas-kalau-stok-diperkirakan-kurang-ya-harus-impor>


Pria yang beken disapa Buwas ini mengatakan harga beras saat ini masih
normal. Di sisi lain, Bulog masih melakukan operasi pasar untuk menjaga
harga.

"Kita terus melakukan kegiatan yang dulu dinamakan operasi pasar, kita
memantau terus setiap wilayah perkembangannya dan beras kita, jumlah beras
di bulog untuk intervensi pasar cukup memadai. Karena dari Bulog menyerap
beras2 dari petani, berupa gabah dan beras," ujar Buwas.

Buwas memastikan stok beras aman. Terkait rencana impor, Buwas menyebut tak
menutup kemungkinan.

"Nanti dilihat ya. Pasti ada pembahasan itu apakah ini ada musim panen atau
paceklik, nah di mana kita perkirakan kalau memang stok berkurang dan
kebutuhan banyak, kita tetap kebutuhan itu stabil untuk beras. Stoknya
harus kita jaga. Mana kala stok menurun, kita kalau nggak ada ya harus
impor. Yang penting stoknya ada," jelas Buwas.

*Baca juga: *JK: BPS akan Rilis Data Baru Produksi Padi
<https://finance.detik.com/read/2018/05/22/201857/4033491/4/jk-bps-akan-rilis-data-baru-produksi-padi>


Sebelumnya Buwas menyatakan data stok pangan di Indonesia masih abu- abu.
Produksi dalam negeri belum terpetakan dengan baik.

"Lahan kita belum terpetakan dengan baik dengan frekuensi hasil termasuk
kualitas kadang kita impor-impor. Musim paceklik di mana panen sudah bisa
ditentukan, dan juga kita belum terpantau ke mana barang itu kemana
(dijual) pangan kita ini masih dikuasai pasar bebas," papar Buwas, Senin
(14/5) lalu. *(rna/hns)*

Kirim email ke