https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267
Rabu 23 Mei 2018, 21:38 WIB
Pangeran Saudi Serukan 'Kudeta' Raja
Salman
Jabbar Ramdhani, Novi Christiastuti - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#>
Tweet
<https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#>
Share *0*
<https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#>
8 komentar
<https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#>
Pangeran Saudi Serukan Kudeta Raja Salman Raja Salman dan Putra Mahkota
Mohammed bin Salman (Foto: Dok. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)
<https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#><https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#><https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#><https://news.detik.com/internasional/d-4035393/pangeran-saudi-serukan-kudeta-raja-salman?_ga=2.58691433.272800222.1527097267-566068425.1527097267#>
*Berlin* - Pangeran Khaled bin Farhan menyerukan kudeta terhadap Raja
Salman bin Abdulaziz al-Saud. Pangeran Saudi yang mendapatkan suaka di
Jerman itu memberi seruan kepada pangeran-pangeran Saudi lainnya yang
merupakan pamannya, seperti Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran
Muqrin bin Abdulaziz.
Seperti dilansir /Press TV/, Rabu (23/5/2018), seruan bertujuan mencegah
struktur berkuasa saat ini yang dipimpin putra Raja Salman, Pangeran
Mohammed bin Salman, merusak Kerajaan Saudi. Seruan itu disampaikan
dalam komentar portal berita /Middle East Eye /yang dirilis Senin (21/5)
lalu.
Dalam seruannya, Pangeran Khaled meminta Pangeran Ahmed dan Pangeran
Muqrin menggunakan pengaruh mereka di kalangan anggota Kerajaan dan
militer Saudi untuk melakukan kudeta terhadap Kerajaan Saudi.
Pangeran Khaled mengatakan perubahan diperlukan untuk menyelamatkan
Kerajaan Saudi dari arahan 'irasional, tak terduga, dan bodoh'. Raja
Salman secara mengejutkan menunjuk Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS
menjadi putra mahkota Saudi pada Juni 2017.
MBS pun menggantikan Putra Mahkota Saudi sebelumnya, Pangeran Muhammed
bin Nayef. Pangeran Khaled menyebut naiknya MBS secara drastis memicu
pertanyaan.
*Baca juga: *Pangeran Arab Saudi Serukan Kudeta Lengserkan Raja Salman
<https://news.detik.com/read/2018/05/23/140750/4034548/1148/pangeran-arab-saudi-serukan-kudeta-lengserkan-raja-salman>
"Jika Raja Salman dalam kondisi kesehatan yang baik, hal-hal tidak akan
mencapai tahap ini. Ketika kita melihat kebijakan publik di Arab Saudi,
kita bisa melihat bahwa Raja Salman sepenuhnya absen dari layar atau
dari panggung politik di Arab Saudi," sebut Khaled.
MBS kini menjabat Menteri Pertahanan Saudi dan dipandang sebagai tokoh
paling berpengaruh di Saudi. Gebrakan yang dibuatnya menaikkan dinamika,
baik di dalam maupun luar Saudi.
Akhir 2017, dilakukan penangkapan ratusan pangeran dan pengusaha Saudi
dalam operasi yang disebut 'kampanye antikorupsi'. Total US$ 100 miliar
disita dari orang-orang yang ditangkap, sebagai pertukaran atas
pembebasan mereka.
Namun, setelah dibebaskan, sebut Pangeran Khaled, orang-orang itu bukan
benar-benar bebas. Menurutnya, orang-orang yang baru dibebaskan itu
dipantau dengan alat yang dipasang di kaki, kemudian telepon genggamnya
dipantau dan mereka dilarang pergi ke luar Saudi.
"Jadi mereka hidup dalam situasi yang sangat memalukan," sebutnya.
Pangeran Khaled menyebut operasi penangkapan massal itu memicu banyak
kebencian di kalangan keluarga Kerajaan Saudi terhadap MBS sendiri.
"Keluarga merasakannya sebagai pelecehan," sebutnya.
"Ada banyak kemarahan di dalam keluarga kerajaan," klaim Pangeran Khaled.
Pangeran Khaled menyebut seruan kudeta itu didukung '99 persen anggota
keluarga kerajaan, dinas keamanan dan militer akan berdiri di belakang
mereka'.
"Saya menerima sejumlah besar email dari kalangan kepolisian dan militer
yang mendukung seruan saya," klaimnya lagi.
MBS juga dipandang sebagai arsitek dari operasi militer pimpinan Saudi
di Yaman selama tiga tahun terakhir, yang telah menewaskan dan membuat
puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, Pangeran Khaled juga menyebut Pangeran Mohammed bin Salman
memiliki masalah psikologis. Namun dia tak mau menyebutkan secara detail
masalah psikologis yang dimaksudnya.
"Di sekolah, dia memiliki masalah psikologis dan saya lebih baik tidak
membahasnya terlalu detail, tapi kesehatan mental bisa berdampak pada
seseorang secara keseluruhan, dan saya bisa melihat dengan jelas bahwa
setelah dia memegang kekuasaan dan cara dia berurusan dengan politik,
mencerminkan masalah psikologisnya," ucap Pangeran Khaled dalam
wawancara dengan portal berita Middle East Eye, seperti dilansir pada
Rabu (23/5/2018).
*Baca juga: *Pangeran Arab Saudi Sebut Putra Mahkota Ada Masalah
Psikologis
<https://news.detik.com/read/2018/05/23/164226/4034898/1148/pangeran-arab-saudi-sebut-putra-mahkota-ada-masalah-psikologis>
Pangeran Khaled melihat masalah psikologis itu muncul karena MBS belum
berpengalaman. Selain itu, masalah psikologis MBS juga muncul terkait
sepupunya yang ditangkap.
"Tapi ketika dia masih muda, dalam keluarga kerajaan, dia tidak punya
status. Dia hanya anggota keluarga biasa. Saudara-saudaranya punya
posisi lebih tinggi, dan mereka memiliki suara di dalam lingkungan elite
penguasa Saudi. Tentu saja, sepupu-sepupunya lebih tua, lebih
berpengalaman, posisinya lebih bagus, lebih berpendidikan dan hal
lainnya," sebut Pangeran Khaled yang kini mengasingkan diri di Jerman.
Pangeran Khaled bin Farhan yang menyerukan kudeta Raja SalmanPangeran
Khaled bin Farhan yang menyerukan kudeta Raja Salman (Foto:
middleeasteye.net)
"Jadi saya pikir dia (MBS-red) mulai memiliki masalah psikologis, karena
salah satu sepupunya yang ditangkap, ketika dia (MBS-red) bertemu
dengannya, dia (MBS-red) harus meminta izin bertemu, dan mungkin
pangeran itu akan bertemu dengannya, atau tidak. Jadi ini memicu masalah
psikologis di dalam dirinya (MBS-red) dan sekarang ini, dia sedang
membalas dendam terhadap sepupu-sepupunya," tudingnya.
Pangeran Khaled mengaku mengenal dan kerap berurusan dengan Raja Salman
di masa lalu. Namun untuk MBS, Pangeran Khaled mengaku tidak pernah
bertemu atau berurusan langsung dengannya.
Diakui Pangeran Khaled bahwa dirinya memiliki dendam pribadi terhadap
Raja Salman, saat dia menjabat Emir Riyadh yang berwenang mengurusi
setiap masalah keluarga kerajaan. Pangeran Khaled menyebut Raja Salman
seorang rasis, karena memaksa ayahnya bercerai dengan ibunya yang
berasal dari Mesir dan memaksa saudara perempuannya bercerai dengan
suaminya yang berasal dari Kuwait.
Seruan Pangeran Khaled ini mencuat di tengah menghilangnya MBS dari
publik secara misterius sejak aksi baku tembak dan ledakan di luar
Istana Kerajaan Saudi di Riyadh, bulan lalu. Sejumlah sumber mengklaim
bahwa insiden 21 April yang disebut otoritas Saudi sebagai penembakan
drone kecil, sebenarnya merupakan upaya kudeta oleh keluarga Kerajaan
Saudi yang menentang Raja Salman.
*Baca juga: *Ini Fakta Soal Pangeran Saudi yang Serukan Kudeta Raja
Salman
<https://news.detik.com/read/2018/05/23/171412/4034986/1148/ini-fakta-soal-pangeran-saudi-yang-serukan-kudeta-raja-salman>
*Siapakah Pangeran Khaled?*
Pangeran Khaled merupakan anggota keluarga Kerajaan Saudi yang tinggal
jauh dari Timur Tengah. Pangeran Khaled merupakan anggota keluarga
Kerajaan Saudi dari cabang Al-Farhan.
Kembali ke abad ke-18, Farhan merupakan satu dari tiga saudara Muhammad
bin Saud, yang menurunkan dinasti Al-Saud, termasuk Raja Salman, yang
merupakan cabang utama kerajaan Saudi dan berkuasa beberapa dekade
terakhir. Cekcok muncul setelah ayah Pangeran Khaled, yang dikenal
sebagai 'Red Prince', mendorong monarki konstitusional. Diketahui Saudi
menganut sistem monarki mutlak, dengan sang raja berkuasa penuh.
Pangeran Khaled diketahui menerima suaka politik dari Jerman pada tahun
2013. Suaka itu diterimanya setelah dua bulan tiba di Jerman.
Disebutkan Middle East Eye, suaka itu diberikan kepada Pangeran Khaled
setelah menilai ada bahaya penculikan terhadapnya. Bahkan Pangeran
Khaled diberitahu intelijen Jerman bahwa keamanannya di luar negara itu
tidak bisa dijamin, meskipun jika dia bepergian ke negara-negara anggota
Uni Eropa.
Menurut Middle East Eye, sejumlah anggota senior keluarga Kerajaan Saudi
telah berusaha membujuk Pangeran Khaled untuk kembali ke Saudi, demi
membungkamnya. Salah satu anggota senior keluarga Kerajaan Saudi bahkan
menawarkan tempat duduk di pesawat pribadinya saat berkunjung secara
resmi ke Jerman, namun tawaran itu ditolak Pangeran Khaled.
Tidak disebut penyebab Pangeran Khaled meninggalkan Saudi dan pergi ke
luar negeri.
*(jbr/dkp)*