Bagaimana pendapat ahli kesehatan?---
Inger Stojberg menulis dalam sebuah rubrik opini untuk surat kabar BT (dalam 
bahasa Denmark) bahwa Denmark memiliki kebebasan beragama dan agama adalah 
masalah pribadi.

Namun, ia menyebutkan bahwa Muslim yang berpuasa Ramadhan di Denmark tidak 
dapat makan atau minum selama lebih dari 18 jam mengingat matahari terbenam 
pukul 21.29 di negara itu pada bulan Juni.

Stojberg mengatakan, tuntutan kehidupan modern di Denmark membutuhkan waktu 
kerja yang panjang, kadang-kadang melibatkan pengoperasian mesin yang berbahaya.

Ia memberi contoh pengemudi bus yang tidak minum atau makan selama lebih dari 
10 jam dan menyebut bahwa puasa dapat mempengaruhi "keselamatan dan 
produktivitas".

"Saya ingin menyerukan kepada para Muslim untuk mengambil cuti dari pekerjaan 
selama bulan Ramadan untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat 
Denmark lainnya," katanya.

....

Menteri Denmark sebut puasa Ramadan dapat mengganggu pekerjaan


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Menteri Denmark sebut puasa Ramadan dapat mengganggu pekerjaan

Menteri imigrasi Denmark menyarankan umat Muslim harus mengambil cuti kerja 
selama bulan Ramadan karena menurutn...
 |

 |

 |



   
   - 3 jam lalu
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionStojberg berpendapat puasa selama 18 jam 
dapat mempengaruhi keselamatan beberapa pekerjaan di Denmark.
Menteri Imigrasi Denmark menyarankan umat Muslim harus mengambil cuti kerja 
selama bulan Ramadan karena, menurutnya, berpuasa berpotensi menimbulkan risiko 
keselamatan bagi masyarakat.

Namun anjurannya ini ditolak orang-orang.

Inger Stojberg, yang memiliki reputasi kerap mengusung kebijakan antiimigrasi 
mengatakan puasa sepanjang hari sambil bekerja menimbulkan tantangan bagi 
masyarakat modern.

Ia menyebutkan berpuasa menimbulkan potensi risiko bagi para pengemudi bus dan 
di rumah sakit.
   
   - Mengapa para dokter Jerman menganggap puasa berbahaya bagi kesehatan anak?
   - Kisah bintang Hollywood Lindsay Lohan ngobrol puasa Ramadan bersama warga 
Indonesia
   - Ramadan: Apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika berpuasa?

Tetapi, perusahaan-perusahaan bus adalah kalangan pertama yang mengatakan bahwa 
mereka tidak punya masalah dengan para sopir yang berpuasa Ramadan.

Perusahaan bus Arriva, yang menjalankan sejumlah trayek bus di Denmark, 
mengatakan tidak pernah ada kecelakaan yang melibatkan pengemudi yang berpuasa..

"Jadi secara de facto itu bukan masalah bagi kami," kata juru bicara Pia 
Hammershoy Splittorff kepada surat kabar Berlingske Tidende (BT).

Pesan yang sama datang dari serikat transportasi 3F Denmark. Pemimpin serikat 
itu, Jan Villadsen, bertanya-tanya apakah sang menteri sedang mencoba untuk 
menciptakan masalah yang belum ada.

Uni Muslim Denmark mengunggah pesan di media sosial, berterima kasih kepada 
Stojberg atas perhatiannya, tetapi mereka menekankan bahwa Muslim adalah 
orang-orang dewasa yang sangat mampu menjaga dirinya dan masyarakat sekitar, 
"bahkan ketika kita berpuasa".

Rekan sesamanya di partai Stojberg, Jacob Jensen, menyarankan politisi tersebut 
seharusnya fokus pada penyelesaian "masalah nyata" daripada mencampuri urusan 
Ramadan.

Apa yang menteri katakan?

Inger Stojberg menulis dalam sebuah rubrik opini untuk surat kabar BT (dalam 
bahasa Denmark) bahwa Denmark memiliki kebebasan beragama dan agama adalah 
masalah pribadi.

Namun, ia menyebutkan bahwa Muslim yang berpuasa Ramadhan di Denmark tidak 
dapat makan atau minum selama lebih dari 18 jam mengingat matahari terbenam 
pukul 21.29 di negara itu pada bulan Juni.

Stojberg mengatakan, tuntutan kehidupan modern di Denmark membutuhkan waktu 
kerja yang panjang, kadang-kadang melibatkan pengoperasian mesin yang berbahaya.

Ia memberi contoh pengemudi bus yang tidak minum atau makan selama lebih dari 
10 jam dan menyebut bahwa puasa dapat mempengaruhi "keselamatan dan 
produktivitas".

"Saya ingin menyerukan kepada para Muslim untuk mengambil cuti dari pekerjaan 
selama bulan Ramadan untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat 
Denmark lainnya," katanya.

Siapa itu Inger Stojberg?

Stojberg adalah menteri integrasi adalah politisi kanan dari partai Venstre 
liberal yang telah berperan dalam mengencangkan kebijakan imigrasi Denmark..

Ia juga merupakan seorang mantan jurnalis.

Bulan lalu ia menulis artikel yang menyebutkan "proporsi pengungsi yang 
signifikan" telah menipu atau menyalahgunakan kepercayaan orang Denmark.

Sejak partainya membentuk pemerintahan koalisi pada tahun 2015, Denmark telah 
memberlakukan serangkaian kontrol imigrasi, hal itu ia tunjukkan dengan 
mengunggah foto kue untuk menandai 50 amandemen tersebut.

I dag fik jeg vedtaget stramning nummer 50 på udlændingeområdet. Det skal 
fejres! Se listen over stramninger her: 
http://uim.dk/gennemforte-stramninger-pa-udlaendingeomradet
Posted by Inger Støjberg on Tuesday, 14 March 2017

Dua tahun lalu, Denmark menyetujui tindakan kontroversial untuk menyita 
barang-barang berharga pencari suaka untuk membayar tempat tinggal dan 
penginapan mereka.

Setelah undang-undang itu dibandingkan dengan penyitaan barang berharga oleh 
Nazi dari orang-orang Yahudi di Perang Dunia II. Sedangkan cincin pernikahan 
dan pertunangan tidak termasuk ke dalam aturan hukum.

Langkah-langkah lain yang diterapkan antara lain persyaratan pengetatan untuk 
belajar bahasa Denmark, tes kewarganegaraan yang lebih ketat dan kemandirian 
finansial.

Denmark mengalami lonjakan kedatangan para pencari suaka dan migran yang tidak 
teratur pada tahun 2015 tetapi jumlahnya telah menurun secara signifikan.

Angka yang diterbitkan bulan ini oleh surat kabar Politiken menunjukkan bahwa, 
jumlah Muslim yang berhasil mengajukan permohonan kewarganegaraan di Denmark 
juga turun.

Pada tahun 2014, 70% dari kewarganegaraan baru diberikan kepada orang-orang 
dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, dan sejak itu angka tersebut 
turun menjadi 21%.




Kirim email ke