Insiden Dresden, Pengalaman Memalukan Soeharto, Kepalanya Dipukul, Politikus 
Ini Dituduh Dalangnya


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Insiden Dresden, Pengalaman Memalukan Soeharto, Kepalanya Dipukul, Polit...

Soeharto pernah mengalami kejadian memalukan saat berkunjung ke museum Zwinger, 
Dresden, Jerman. - Halaman all
 |

 |

 |



Rabu, 23 Mei 2018 10:27


 
Kolase Tribun Jabar


 

TRIBUNJABAR.ID - Soeharto pernah mengalami kejadian memalukan saat berkunjung 
ke museum Zwinger, Dresden, Jerman.
Kejadian tersebut dikenal sebagai insiden Dresden, sesuai nama kota di mana 
kejadian ini terjadi.
Saat itu tiga tahun sebelum Soeharto lengser dari jabatannya sebagai Presiden 
Indonesia, tepatnya 5 April 1995.

Melansir dari berbagai sumber, Soeharo datang bersama sang istri Tin Soeharto, 
dan menteri-menterinya, BJ Habibie dan Ali Alatas.

Rombongan Soeharto datang ke Museum Zwinger untuk menyaksikan pemaren lukisan 
Raden Shaleh, maestro pelukis asal tanah air.
Tanpa di sangka romobangan ini disambut oleh aksi demonstrasi.

Ratusan demonstran yang mengaku sebagai aktivis Kemerdekaan Timor Timur dan 
mayoritas anak muda warga negara Jerman berteriak saat Soeharto turun dari 
kendaraan.
Massa juga membuat gaduh dengan bebunyian dari alat rumah tangga seperti panci, 
kentongan, dan pluit.
Aksi mereka semakin menjadi ketika Soeharto mendekat.

Mereka berteriak kasar dan membawa spanduk protes soal Timor timur.
Bisa dibilang aksi aktivis pro-demokrasi Indonesia itu persis seperti mengusir 
ayam di kampung.

Baca: 9 Pilot Lion Air Ditahan Polisi karena Dugaan Memalsukan Dokumen

Baca: Bocah 13 Tahun Hamili Pacarnya yang Masih SMP, Janinnya Sudah 6 Bulan, 
Tak Bisa Dinikahkan
Demonstran di Dresden, Jerman (Tribun Bogor)
Massa memaksa mendekati Soeharto dan rombongan, tepatnya di depan pintu masuk 
museum.
Suasana semakin tegang, saat seorang anak muda mendekati Soeharto.

Ia adalah Luciano 'Romano' Valentim Conceixao.

Luciano berhasil mendekati Soeharto di tengah kerumuan dan pengawalan 
Paspampres.
Jaraknya tak kurang dua meter dari Soeharto, menggunakan gulungan koran, 
Luciano menggebuk bagian belakang kepala Soeharto.

Rombongan Soeharto langsung masuk ke dalam museum.

Hal ini membuat Soeharto geram dan marah bukan kepalang.

Ia bahkan menilai tindakan dan ucapan demonstran tidak rasional.

Bahkan Soeharto menyebut mereka orang gila alias orang edan.
Insiden itu tak berakhir saat kepala Soeharto dipukul.
Bus yang digunakan oleh rombongan menteri diguncang-guncangkan.

Baca: 6 Fakta tentang Ustaz Ku Wie Han, Mualaf Setelah Ayahnya Sakit Keras 
Hingga Jadi Pembina Mualaf

Baca: Robert Rene Bandingkan Lini Depan Persib Bandung dan PSM Makassar, Pemain 
Ini Disebut Akan Cetak Gol
Ali Alatas ()
Di dalam bus tersebut, ada Menteri Luar Negeri Ali Alatas.
Bahkan Ali Alatas mengacungkan jari tengah, fotonya menyebar dan sensasional.

Soeharto pun kembali ke tanah air pada 13 April 1995.

Dua insiden di Dresden menyebar ke kuping warga negara Indonesia dan menjadi 
perbincangan hebat.
Soeharto menduga ada dalang di balik inseden itu.

Ya, Sri Bintang Pamungkas kena imbas atas insiden Dresden itu.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diduga sebagai otaknya.

Hal itu hanya didasari karena kehadiran Sri Bintang Pamungkas di Jerman 
bertepatan dengan kunjungan rombongan Soeharto.

Kepentingan Sri Bintang Pamungkas di Jerman adalah mengisi kuliah umum di 
kampus-kampus Jerman.

Sri Bintang Pamungkas diamankan polisi beberapa menit setelah menginjakkan kaki 
di Bandara Soekarno-Hatta.
Ia mengatakan Soeharto mengira dirinya akan melakukan kudeta.

Baca: 4 Klub Raksasa Dikabarkan Rebutan Mauro Icardi dan Siap Tebus Klasul 
Pelepasannya dari Inter Milan
Baca: Manfaat Luar Biasa Buah Semangka bagi Ibu Hamil

| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Manfaat Luar Biasa Buah Semangka bagi Ibu Hamil - Tribun Jabar

Nutrisi dan manfaat lainnya dari buah semangka yang baik untuk ibu hamil 
adalah. . .
 |

 |

 |





Sri Bintang bersikeras tak mengakui sebagai dalang penggerak massa di Dresden 
tersebut.

Ia yang kala itu tengah mengisi ceramah tentang ekonomi di Jerman, tengah 
berhijrah dari satu kota menuju kota yang lain.

Sri Bintang akhirnya diadili dengan tuduhan makar dan didakwa menghina presiden.

Ia pun akhirnya divonis 2 tahun dan 10 bulan penjara.



Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Insiden Dresden, 
Pengalaman Memalukan Soeharto, Kepalanya Dipukul, Politikus Ini Dituduh 
Dalangnya, 
http://jabar.tribunnews.com/2018/05/23/insiden-dresden-pengalaman-memalukan-soeharto-kepalanya-dipukul-politikus-ini-dituduh-dalangnya?page=all.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi 
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi











Kirim email ke