Kulo wong Jowo mas Ajeg. Adalah benar saat ini tidak semua warganegara AS berkulit putih, tetapi itu hanyalah beberapa puluh tahun terakhir ini bukan dari awalnya. Orang2 Asia misalnya baru bisa jadi warga negara sekitar th 1940-an (yg saya sebut berlaku secara umum bukannya kasus khusus yg hanya beberapa gelintir), demikian juga etnis2 yg lain baik itu merah, hitam, coklat, dan kuning kesemuanya mempunyai sejarah sendiri2 yang pahit untuk pada akhirnya bisa menjadi citizen.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Apa yang salah dengan etnis dst itu? Toh tidak semua warganegara AS berkulit putih. Atau jangan-jangan jonathan menyangka dirinya Anglo Saxon? --- lusi_d@... wrote : Jadi bung tidak lagi berargumen spt pendapat bung yang lalu (lih. email 2 Apr 2018 20:48:26 +0000 (UTC)<[email protected]): ". . . fakta sejarah pada dasarnya hanyalah klaim sepihak Bung Karno tanpa ada bukti apapun bahwa Papua adalah bagian Indonesia sebelum penguasaan Belanda"? Seperti bung ketahui ada perbedaan yang mendasar dalam memandang msl pembasan Irian-Barat: "yg saya lihat dari berbagai sudut seperti etnisitas, bahasa, budaya, dlsb orang2 Papua tidak sama dgn Indonesia."(e-mail yang sama) Ketika menjajah wilayah Timor-Timur yang baru merdeka Indonesia dibawah rezim Suharto pernah menjadi imperialis. Bung bisa menjelaskan apa yang bung maksud dengan kalimat dibawahn sbb: "Geografi itu bukan yang saya akui, itu secara de facto dan de jure."? Am Thu, 24 May 2018 17:59:59 +0000 (UTC) schrieb Jonathan Goeij : > Maksud anda 2018? > Geografi itu bukan yang saya akui, itu secara de facto dan de jure. > Diskusi ini berkaitan dengan pendapat masing2 tentang Papua/Irian > Barat terutama pada masa Agresi Irian Barat, bukan berkaitan dengan > apakah saya bermaksud merubah atau tidak. Apakah Agresi Irian Barat > itu terhitung imperialisme atau tidak? > >
